Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Dinkes Kaltim Genjot Imunisasi HPV, Targetkan Remaja Usia 15 Tahun

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    22 Juli 2025 07:25 WIB

    Pelaksanaan sosialisasi dan persiapan operasional pelaksanaan imunisasi HPV oleh Dinas Kesehatan Kaltim. (Foto: HO-Dinkes Kaltim/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berupaya eliminasi kanker leher rahim atau kanker serviks. 

    Hal itu dilakukan melalui sosialisasi dan persiapan operasional pelaksanaan imunisasi Human Papilloma Virus (HPV) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di Samarinda, pada Selasa (22/7/2025).

    Adapun target Dinkes Kaltim yakni memperluas cakupan imunisasi HPV, termasuk menyasar remaja usia 15 tahun.

    Kanker leher rahim merupakan ancaman serius bagi perempuan di seluruh dunia, menduduki peringkat keempat sebagai kanker terbanyak. 

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa di Indonesia, angkanya bahkan lebih mengkhawatirkan dengan perkiraan 36.964 kasus baru dan 20.708 kematian setiap tahunnya. Ini berarti, setiap harinya ada sekitar 101 kasus baru dan 57 kematian akibat kanker leher rahim di Tanah Air. 

    "Hampir seluruh kasus kanker serviks (99 persen) disebabkan oleh infeksi HPV, terutama tipe 16 dan 18, yang umumnya ditularkan melalui hubungan seksual pada perempuan usia subur," papar Jaya.

    Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Kebijakan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/Menkes/2176/2023 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim di Indonesia Tahun 2023-2030. 

    Kebijakan ini menjadi acuan bagi pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan untuk menanggulangi kanker serviks, dengan imunisasi HPV sebagai prioritas utama yang dilakukan secara bertahap. 

    Targetnya adalah 90 persen anak perempuan dan laki-laki mendapatkan imunisasi pada usia 15 tahun di tahun 2030.

    Meskipun Kaltim belum termasuk dalam 9 provinsi yang memulai imunisasi kejar HPV untuk anak perempuan usia 15 tahun atau siswa kelas 3 SMP/MTs/Sederajat pada tahun 2024, Provinsi Kalimantan Timur telah memulai introduksi imunisasi HPV sejak tahun 2023 dengan sasaran siswi kelas 5 dan 6, atau anak perempuan usia 11 dan 12 tahun. 

    Dengan adanya perluasan sasaran imunisasi HPV, Dinkes menekankan pentingnya advokasi dan sosialisasi lintas program dan lintas sektor untuk mendukung implementasi imunisasi HPV, termasuk untuk sasaran usia 15 tahun di Kaltim.

    "Melalui pertemuan ini, saya berharap kita dapat memperkuat strategi, meningkatkan sinergi, update kebijakan dan strategi nasional imunisasi HPV, keamanan dan efektivitas Vaksin dan membuat perencanaan dan implementasi kebijakan serta pelaksanaan BIAS yang lebih efektif," harapnya. 

    Sinergi dengan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama wilayah Kaltim, Dinas Kominfo, dan instansi terkait lainnya sangat dibutuhkan agar Kaltim bisa menjadi model dalam penyampaian pesan dan penerapan program imunisasi HPV kepada masyarakat.

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Kesehatan, panitia penyelenggara, narasumber, dan seluruh peserta. 

    "Semoga pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam mendorong Pelaksanaan program Vaksinasi di Kalimantan Timur," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Dinkes Kaltim Genjot Imunisasi HPV, Targetkan Remaja Usia 15 Tahun

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    22 Juli 2025 07:25 WIB

    Pelaksanaan sosialisasi dan persiapan operasional pelaksanaan imunisasi HPV oleh Dinas Kesehatan Kaltim. (Foto: HO-Dinkes Kaltim/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berupaya eliminasi kanker leher rahim atau kanker serviks. 

    Hal itu dilakukan melalui sosialisasi dan persiapan operasional pelaksanaan imunisasi Human Papilloma Virus (HPV) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di Samarinda, pada Selasa (22/7/2025).

    Adapun target Dinkes Kaltim yakni memperluas cakupan imunisasi HPV, termasuk menyasar remaja usia 15 tahun.

    Kanker leher rahim merupakan ancaman serius bagi perempuan di seluruh dunia, menduduki peringkat keempat sebagai kanker terbanyak. 

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa di Indonesia, angkanya bahkan lebih mengkhawatirkan dengan perkiraan 36.964 kasus baru dan 20.708 kematian setiap tahunnya. Ini berarti, setiap harinya ada sekitar 101 kasus baru dan 57 kematian akibat kanker leher rahim di Tanah Air. 

    "Hampir seluruh kasus kanker serviks (99 persen) disebabkan oleh infeksi HPV, terutama tipe 16 dan 18, yang umumnya ditularkan melalui hubungan seksual pada perempuan usia subur," papar Jaya.

    Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Kebijakan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/Menkes/2176/2023 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim di Indonesia Tahun 2023-2030. 

    Kebijakan ini menjadi acuan bagi pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan untuk menanggulangi kanker serviks, dengan imunisasi HPV sebagai prioritas utama yang dilakukan secara bertahap. 

    Targetnya adalah 90 persen anak perempuan dan laki-laki mendapatkan imunisasi pada usia 15 tahun di tahun 2030.

    Meskipun Kaltim belum termasuk dalam 9 provinsi yang memulai imunisasi kejar HPV untuk anak perempuan usia 15 tahun atau siswa kelas 3 SMP/MTs/Sederajat pada tahun 2024, Provinsi Kalimantan Timur telah memulai introduksi imunisasi HPV sejak tahun 2023 dengan sasaran siswi kelas 5 dan 6, atau anak perempuan usia 11 dan 12 tahun. 

    Dengan adanya perluasan sasaran imunisasi HPV, Dinkes menekankan pentingnya advokasi dan sosialisasi lintas program dan lintas sektor untuk mendukung implementasi imunisasi HPV, termasuk untuk sasaran usia 15 tahun di Kaltim.

    "Melalui pertemuan ini, saya berharap kita dapat memperkuat strategi, meningkatkan sinergi, update kebijakan dan strategi nasional imunisasi HPV, keamanan dan efektivitas Vaksin dan membuat perencanaan dan implementasi kebijakan serta pelaksanaan BIAS yang lebih efektif," harapnya. 

    Sinergi dengan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama wilayah Kaltim, Dinas Kominfo, dan instansi terkait lainnya sangat dibutuhkan agar Kaltim bisa menjadi model dalam penyampaian pesan dan penerapan program imunisasi HPV kepada masyarakat.

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Kesehatan, panitia penyelenggara, narasumber, dan seluruh peserta. 

    "Semoga pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam mendorong Pelaksanaan program Vaksinasi di Kalimantan Timur," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)