Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur
Kepala Dinas kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimini. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) akan melakukan sejumlah upaya untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 ini, termasuk dalam memberikan bantuan kesehatan di setiap tahapannya.
Salah satu upaya yang akan dilakukan oleh Dinkes adalah memberikan surat edaran kesehatan bagi para penyelenggara untuk senantiasa menjaga kondisi tubuh agar tidak sampai kelelahan, hingga menyebabkan kematian.
"Kami terus berupaya, pertama akan membuat surat edaran untuk KPU, agar mengarahkan kepada seluruh petugas baik di lapangan atau administrasi untuk menjaga kesehatannya mereka, agar tidak terjadi kelelahan ataupun sebagainya," ujar Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin dihubungi di Samarinda.
Jaya memaparkan dari pengalaman sebelumnya, pada saat penyelenggaraan Pemilihan Umum atau Pemilu pada Februari 2024 kemarin juga ikut andil memberikan bantuan kesehatan.
Jaya mengakui perkembangan pesta demokrasi lima tahunan ini sudah berkembang begitu pesat. Hadirnya BPJS Ketenagakerjaan yang diberikan untuk seluruh komponen penyelenggara membuat jaminan sosial terutama kesehatan tidak perlu dikhawatirkan lagi.
"Mereka membutuhkan itu, agar diberi jaminan kesehatan, kalau meninggal itu ada santunan, maupun kalau dia sakit ada jaminan berobat bisa rawat inap, kita harus menjamin peserta BPJS aktif," tuturnya.
Berkaca dari Pemilu sebelumnya, terdapat adanya keracunan makanan, nanti Dinkes Kaltim akan melakukan koordinasi dengan puskesmas sekitar wilayah penyelenggaraan untuk melakukan monitoring dan antisipasi.
"Itu nanti ada antisipasi dari teman-teman Puskesmas untuk bisa membantu melakukan survei, sehingga bisa membantu menyukseskan Pilkada ini tanpa adanya insiden lagi," terang Jaya.
Untuk sementara ini, Dinkes Kaltim baru berkoordinasi dengan KPU perihal penempatan lokasi pemeriksaan kesehatan atau medical check up untuk para calon di Pilkada.
"Kalau sekarang baru komunikasi dengan KPU terkait dengan tahapan pemeriksaan kesehatan itu. Tahapan selanjutnya akan melakukan komunikasi untuk menyiapkan pendamping kesehatan di seluruh wilayah," paparnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

Kepala Dinas kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimini. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) akan melakukan sejumlah upaya untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 ini, termasuk dalam memberikan bantuan kesehatan di setiap tahapannya.
Salah satu upaya yang akan dilakukan oleh Dinkes adalah memberikan surat edaran kesehatan bagi para penyelenggara untuk senantiasa menjaga kondisi tubuh agar tidak sampai kelelahan, hingga menyebabkan kematian.
"Kami terus berupaya, pertama akan membuat surat edaran untuk KPU, agar mengarahkan kepada seluruh petugas baik di lapangan atau administrasi untuk menjaga kesehatannya mereka, agar tidak terjadi kelelahan ataupun sebagainya," ujar Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin dihubungi di Samarinda.
Jaya memaparkan dari pengalaman sebelumnya, pada saat penyelenggaraan Pemilihan Umum atau Pemilu pada Februari 2024 kemarin juga ikut andil memberikan bantuan kesehatan.
Jaya mengakui perkembangan pesta demokrasi lima tahunan ini sudah berkembang begitu pesat. Hadirnya BPJS Ketenagakerjaan yang diberikan untuk seluruh komponen penyelenggara membuat jaminan sosial terutama kesehatan tidak perlu dikhawatirkan lagi.
"Mereka membutuhkan itu, agar diberi jaminan kesehatan, kalau meninggal itu ada santunan, maupun kalau dia sakit ada jaminan berobat bisa rawat inap, kita harus menjamin peserta BPJS aktif," tuturnya.
Berkaca dari Pemilu sebelumnya, terdapat adanya keracunan makanan, nanti Dinkes Kaltim akan melakukan koordinasi dengan puskesmas sekitar wilayah penyelenggaraan untuk melakukan monitoring dan antisipasi.
"Itu nanti ada antisipasi dari teman-teman Puskesmas untuk bisa membantu melakukan survei, sehingga bisa membantu menyukseskan Pilkada ini tanpa adanya insiden lagi," terang Jaya.
Untuk sementara ini, Dinkes Kaltim baru berkoordinasi dengan KPU perihal penempatan lokasi pemeriksaan kesehatan atau medical check up untuk para calon di Pilkada.
"Kalau sekarang baru komunikasi dengan KPU terkait dengan tahapan pemeriksaan kesehatan itu. Tahapan selanjutnya akan melakukan komunikasi untuk menyiapkan pendamping kesehatan di seluruh wilayah," paparnya. (Adv)
(Sf/Rs)