Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur
Ketua Badan Pengelola Beasiswa Kalimantan Timur (BKT), Iman Hidayat. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Program Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) tahun 2024 kembali menuai sorotan. Pengurangan anggaran membuat seleksi penerima beasiswa Kalimantan Timur semakin ketat pada tahun ini.
Ketua Badan Pelaksana Beasiswa Kaltim Tuntas (BP-BKT), Iman Hidayat, menjelaskan bahwa penentuan penerima BKT didasarkan pada beberapa faktor utama, seperti prestasi akademik, akreditasi perguruan tinggi, dan akreditasi program studi.
"Semua mekanisme ini sudah diatur secara jelas dalam petunjuk teknis pemberian beasiswa," tegas Iman di Samarinda, Selasa (17/9/2024).
Namun, Iman juga mengakui bahwa kuota penerima beasiswa tahun ini terbatas akibat sejumlah kendala. Salah satunya adalah keterbatasan anggaran yang mengikuti Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) periode 2019-2023.
Selain itu, perbedaan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) antar perguruan tinggi juga menjadi pertimbangan dalam penyaluran dana beasiswa.
"Dengan demikian, penerima beasiswa akan diranking sesuai dengan jumlah anggaran yang tersedia," jelasnya.
Untuk itu, BP-BKT menetapkan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi oleh calon penerima beasiswa. Salah satunya adalah perguruan tinggi yang memiliki akreditasi minimal "B". Sementara itu, perguruan tinggi dengan akreditasi di bawah "B" diarahkan untuk mengikuti program beasiswa stimulan.
"Semakin tinggi akreditasi perguruan tinggi, maka semakin baik kualitas lulusannya," ujar Iman.
Data yang disampaikan BP-BKT menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program beasiswa ini sangat tinggi. Tercatat sebanyak 296.247 orang mendaftar, namun hanya 47.185 orang yang berhak menerima beasiswa.
"Persaingan untuk mendapatkan beasiswa ini memang sangat ketat," kata Iman.
Dari jumlah penerima beasiswa tersebut, sebanyak 2.507 orang merupakan penerima BKT Tuntas, 7.975 orang penerima BKT Stimulan, dan sisanya adalah penerima beasiswa tingkat siswa.
Sebelumnya, program BKT sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak calon penerima beasiswa yang mempertanyakan mekanisme seleksi dan hasil akhir.
Menanggapi hal tersebut, Iman menegaskan bahwa semua proses seleksi telah dilakukan secara transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Kami berharap masyarakat dapat memahami bahwa keputusan yang kami ambil sudah melalui pertimbangan yang matang," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

Ketua Badan Pengelola Beasiswa Kalimantan Timur (BKT), Iman Hidayat. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Program Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) tahun 2024 kembali menuai sorotan. Pengurangan anggaran membuat seleksi penerima beasiswa Kalimantan Timur semakin ketat pada tahun ini.
Ketua Badan Pelaksana Beasiswa Kaltim Tuntas (BP-BKT), Iman Hidayat, menjelaskan bahwa penentuan penerima BKT didasarkan pada beberapa faktor utama, seperti prestasi akademik, akreditasi perguruan tinggi, dan akreditasi program studi.
"Semua mekanisme ini sudah diatur secara jelas dalam petunjuk teknis pemberian beasiswa," tegas Iman di Samarinda, Selasa (17/9/2024).
Namun, Iman juga mengakui bahwa kuota penerima beasiswa tahun ini terbatas akibat sejumlah kendala. Salah satunya adalah keterbatasan anggaran yang mengikuti Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) periode 2019-2023.
Selain itu, perbedaan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) antar perguruan tinggi juga menjadi pertimbangan dalam penyaluran dana beasiswa.
"Dengan demikian, penerima beasiswa akan diranking sesuai dengan jumlah anggaran yang tersedia," jelasnya.
Untuk itu, BP-BKT menetapkan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi oleh calon penerima beasiswa. Salah satunya adalah perguruan tinggi yang memiliki akreditasi minimal "B". Sementara itu, perguruan tinggi dengan akreditasi di bawah "B" diarahkan untuk mengikuti program beasiswa stimulan.
"Semakin tinggi akreditasi perguruan tinggi, maka semakin baik kualitas lulusannya," ujar Iman.
Data yang disampaikan BP-BKT menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program beasiswa ini sangat tinggi. Tercatat sebanyak 296.247 orang mendaftar, namun hanya 47.185 orang yang berhak menerima beasiswa.
"Persaingan untuk mendapatkan beasiswa ini memang sangat ketat," kata Iman.
Dari jumlah penerima beasiswa tersebut, sebanyak 2.507 orang merupakan penerima BKT Tuntas, 7.975 orang penerima BKT Stimulan, dan sisanya adalah penerima beasiswa tingkat siswa.
Sebelumnya, program BKT sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak calon penerima beasiswa yang mempertanyakan mekanisme seleksi dan hasil akhir.
Menanggapi hal tersebut, Iman menegaskan bahwa semua proses seleksi telah dilakukan secara transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Kami berharap masyarakat dapat memahami bahwa keputusan yang kami ambil sudah melalui pertimbangan yang matang," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)