Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Antisipasi  Bantuan Sudah Kedaluwarsa, BPBD Kaltim Tambah 800 Paket Baru

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    16 Oktober 2023 pukul 13:40 WITA

    Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Kaltim, Cahyo Kristanto. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali persiapkan bantuan 800 paket untuk pengungsi bencana di 10 Kabupaten/kota se-Kaltim.

    Setiap kabupaten/kota dibagi sebanyak 80 paket. Hal ini dilakukan karena bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak lagi menyediakan paket bantuan.

    Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Kaltim, Cahyo Kristanto menyebut bantuan yang akan disalurkan tersebut memiliki ketahanan atau masa kedaluwarsa hingga dua tahun mendatang.

    "Jadi, dalam satu paket ada sarung, perlengkapan kebersihan, pembalut, minyak angin, dan sebagainya. Dan ini sifatnya juga lama jadi kita minta waktu ada yang dua tahun masa kedaluwarsa," ungkapnya di kantor BPBD, Samarinda, Senin (16/10/2023).

    Adapun, pembelian barang dengan masa kedaluwarsa yang panjang, dikarenakan Cahyo pernah menemukan bantuan dari pusat yang sudah habis masa kedaluwarsanya, sehingga dapat menimbulkan penyakit baru.

    "Dan ada kejadian pada tsunami Palu, terdapat dua buah ternyata ada yang mendekati masa kadaluwarsa itu yang dikhawatirkan," bebernya.

    Pihak BPBD pun diarahkan oleh Gubernur ketika bencana terjadi untuk responsif terhadap gender. Hal ini dilakukan agar keberadaan wanita hamil, menyusui ataupun yang baru melahirkan untuk adanya pemisahan.

    "Dan juga saat ini kita baru diminta oleh gubernur terkait gender karena yang namanya becana adanya penanganan khusus," kata Cahyo.

    Selain itu untuk pemenuhan kebutuhan dasar, BPBD akan melakukan pengadaan terpal dan pengolah air.

    (Adv/MF/diskominfokaltim)

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Antisipasi  Bantuan Sudah Kedaluwarsa, BPBD Kaltim Tambah 800 Paket Baru

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    16 Oktober 2023 pukul 13:40 WITA

    Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Kaltim, Cahyo Kristanto. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali persiapkan bantuan 800 paket untuk pengungsi bencana di 10 Kabupaten/kota se-Kaltim.

    Setiap kabupaten/kota dibagi sebanyak 80 paket. Hal ini dilakukan karena bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak lagi menyediakan paket bantuan.

    Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Kaltim, Cahyo Kristanto menyebut bantuan yang akan disalurkan tersebut memiliki ketahanan atau masa kedaluwarsa hingga dua tahun mendatang.

    "Jadi, dalam satu paket ada sarung, perlengkapan kebersihan, pembalut, minyak angin, dan sebagainya. Dan ini sifatnya juga lama jadi kita minta waktu ada yang dua tahun masa kedaluwarsa," ungkapnya di kantor BPBD, Samarinda, Senin (16/10/2023).

    Adapun, pembelian barang dengan masa kedaluwarsa yang panjang, dikarenakan Cahyo pernah menemukan bantuan dari pusat yang sudah habis masa kedaluwarsanya, sehingga dapat menimbulkan penyakit baru.

    "Dan ada kejadian pada tsunami Palu, terdapat dua buah ternyata ada yang mendekati masa kadaluwarsa itu yang dikhawatirkan," bebernya.

    Pihak BPBD pun diarahkan oleh Gubernur ketika bencana terjadi untuk responsif terhadap gender. Hal ini dilakukan agar keberadaan wanita hamil, menyusui ataupun yang baru melahirkan untuk adanya pemisahan.

    "Dan juga saat ini kita baru diminta oleh gubernur terkait gender karena yang namanya becana adanya penanganan khusus," kata Cahyo.

    Selain itu untuk pemenuhan kebutuhan dasar, BPBD akan melakukan pengadaan terpal dan pengolah air.

    (Adv/MF/diskominfokaltim)