Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur
Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik saat mengunjungi area bekas tambang batu bara di Kukar. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik, mengajak perusahaan-perusahaan batu bara di Kaltim untuk memanfaatkan lahan bekas tambang menjadi kawasan lumbung pangan.
"Kami pemerintah memotivasi perusahaan batu bara yang telah memiliki IUP untuk melakukan pertanggungjawaban reklamasi lahan tambang mereka," ujar Akmal.
Akmal menjelaskan bahwa lahan bekas tambang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi area produktif yang dapat mendukung program swasembada pangan di Kaltim. "Ayolah, lahan yang telah selesai, kita bangun untuk ketahanan pangan," tegasnya.
Beberapa alternatif pemanfaatan lahan bekas tambang yang diusulkan Akmal antara lain sebagai area pertanian, perkebunan, atau peternakan. "Perusahaan tambang silahkan menanam rumput untuk makanan ternak atau menanam padi, cokelat juga bisa. Silahkan saja lahan-lahan tambang yang sudah tidak diproduksi miliki mereka itu, untuk direklamasi," jelasnya.
Upaya pemanfaatan lahan bekas tambang ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan pertambangan. Pemerintah mendorong perusahaan untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. "Sementara itu, perusahaan pertambangan diharapkan dapat memanfaatkan peluang bisnis baru dari sektor pertanian," tukasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik saat mengunjungi area bekas tambang batu bara di Kukar. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik, mengajak perusahaan-perusahaan batu bara di Kaltim untuk memanfaatkan lahan bekas tambang menjadi kawasan lumbung pangan.
"Kami pemerintah memotivasi perusahaan batu bara yang telah memiliki IUP untuk melakukan pertanggungjawaban reklamasi lahan tambang mereka," ujar Akmal.
Akmal menjelaskan bahwa lahan bekas tambang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi area produktif yang dapat mendukung program swasembada pangan di Kaltim. "Ayolah, lahan yang telah selesai, kita bangun untuk ketahanan pangan," tegasnya.
Beberapa alternatif pemanfaatan lahan bekas tambang yang diusulkan Akmal antara lain sebagai area pertanian, perkebunan, atau peternakan. "Perusahaan tambang silahkan menanam rumput untuk makanan ternak atau menanam padi, cokelat juga bisa. Silahkan saja lahan-lahan tambang yang sudah tidak diproduksi miliki mereka itu, untuk direklamasi," jelasnya.
Upaya pemanfaatan lahan bekas tambang ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan pertambangan. Pemerintah mendorong perusahaan untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. "Sementara itu, perusahaan pertambangan diharapkan dapat memanfaatkan peluang bisnis baru dari sektor pertanian," tukasnya. (Adv)
(Sf/Rs)