Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Afirmasi Tugas Akhir Terbanyak di Gratispol Jalur Khusus 2026

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    24 Juni 2026 pukul 20:54 WITA

    Grafik penerimaan gratispol jalur afirmasi. (Foto: Generate GEMINI AI)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur secara resmi merilis daftar calon penerima beasiswa Gratispol tahun 2026 khusus untuk kategori Khusus dan Afirmasi. 

    Berdasarkan pengumuman tertanggal 18 Mei 2026, tercatat sebanyak 508 mahasiswa dinyatakan lolos seleksi pada jalur ini.  

    ​Pada kelompok jalur khusus dan afirmasi tersebut, kategori Afirmasi Tugas Akhir mendominasi dan menempati posisi puncak dengan total 213 penerima. 

    Angka ini disusul oleh Afirmasi Kurang Mampu sebanyak 92 mahasiswa, Khusus Tenaga Pendidik sejumlah 82 mahasiswa, dan Afirmasi Rekomendasi sebanyak 74 mahasiswa.  

    ​Kategori afirmasi lainnya yang turut diakomodir meliputi Afirmasi Mahasiswa Hafidz/Hafidzah sebanyak 27 orang, Afirmasi Mahasiswa Prestasi 9 orang, Afirmasi Prodi Spesifik 5 orang, serta Afirmasi Daerah 3T sebanyak 4 orang. 

    Untuk kategori Khusus Eselon 2 dan Afirmasi Penyandang Disabilitas, masing-masing mencatatkan 1 orang penerima.  

    ​Kepala Bagian Pelayanan Dasar Biro Kesra Setda Kaltim, Aji Vini Vayanti, menjelaskan bahwa program ini diatur dalam Petunjuk Teknis (Juknis) sesuai Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/K.389/2025. 

    Khusus untuk Afirmasi Tugas Akhir, bantuan ini diberikan kepada mahasiswa yang judul penelitiannya selaras dengan arah pembangunan Kaltim.  

    ​"Ini adalah upaya konkrit pemerintah untuk tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga memastikan karya akademik mahasiswa berkontribusi langsung bagi Kaltim," ungkap Aji Vini Vayanti.

    ​Mekanisme afirmasi tugas akhir ini juga mencakup mahasiswa yang sedang mengikuti program khusus, seperti pertukaran mahasiswa internasional, double degree, atau joint degree. 

    Seleksi ketat dilakukan dengan menitikberatkan pada seberapa kuat keterkaitan judul penelitian dengan pembangunan daerah, serta reputasi dari universitas mitra.  

    ​Terkait hal yang paling krusial dan dinantikan oleh para penerima, yakni pencairan dana beasiswa, penyalurannya akan dikelola langsung oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim. 

    Aji Vini Vayanti memastikan bahwa proses tersebut sedang berjalan seiring dengan penyelesaian verifikasi dan penetapan SK Gubernur.  

    ​"Pencairan belum ditentukan waktunya namun dalam waktu dekat ini, diharap bersabar," tegasnya.

    ​Skema penyaluran dana beasiswa tahap awal akan dieksekusi setelah SK penetapan penerima diterbitkan oleh Gubernur.

    Untuk pencairan di tahap-tahap selanjutnya, penyaluran akan bergantung pada kepatuhan mahasiswa dalam melaporkan kemajuan studinya kepada Tim Pengelola Pendidikan Gratispol (TP2G).  

    ​Dana beasiswa tersebut nantinya akan ditransfer melalui dua jalur pembayaran. Biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), atau Tuition Fee akan disetorkan langsung ke rekening Perguruan Tinggi. 

    Sementara itu, komponen pembiayaan di luar itu akan ditransfer ke rekening bank masing-masing mahasiswa penerima. 

    Pemerintah Provinsi Kaltim menegaskan bahwa seluruh pembiayaan pendidikan ini disalurkan secara utuh tanpa pemotongan apa pun di luar ketentuan peraturan yang berlaku. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Afirmasi Tugas Akhir Terbanyak di Gratispol Jalur Khusus 2026

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    24 Juni 2026 pukul 20:54 WITA

    Grafik penerimaan gratispol jalur afirmasi. (Foto: Generate GEMINI AI)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur secara resmi merilis daftar calon penerima beasiswa Gratispol tahun 2026 khusus untuk kategori Khusus dan Afirmasi. 

    Berdasarkan pengumuman tertanggal 18 Mei 2026, tercatat sebanyak 508 mahasiswa dinyatakan lolos seleksi pada jalur ini.  

    ​Pada kelompok jalur khusus dan afirmasi tersebut, kategori Afirmasi Tugas Akhir mendominasi dan menempati posisi puncak dengan total 213 penerima. 

    Angka ini disusul oleh Afirmasi Kurang Mampu sebanyak 92 mahasiswa, Khusus Tenaga Pendidik sejumlah 82 mahasiswa, dan Afirmasi Rekomendasi sebanyak 74 mahasiswa.  

    ​Kategori afirmasi lainnya yang turut diakomodir meliputi Afirmasi Mahasiswa Hafidz/Hafidzah sebanyak 27 orang, Afirmasi Mahasiswa Prestasi 9 orang, Afirmasi Prodi Spesifik 5 orang, serta Afirmasi Daerah 3T sebanyak 4 orang. 

    Untuk kategori Khusus Eselon 2 dan Afirmasi Penyandang Disabilitas, masing-masing mencatatkan 1 orang penerima.  

    ​Kepala Bagian Pelayanan Dasar Biro Kesra Setda Kaltim, Aji Vini Vayanti, menjelaskan bahwa program ini diatur dalam Petunjuk Teknis (Juknis) sesuai Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/K.389/2025. 

    Khusus untuk Afirmasi Tugas Akhir, bantuan ini diberikan kepada mahasiswa yang judul penelitiannya selaras dengan arah pembangunan Kaltim.  

    ​"Ini adalah upaya konkrit pemerintah untuk tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga memastikan karya akademik mahasiswa berkontribusi langsung bagi Kaltim," ungkap Aji Vini Vayanti.

    ​Mekanisme afirmasi tugas akhir ini juga mencakup mahasiswa yang sedang mengikuti program khusus, seperti pertukaran mahasiswa internasional, double degree, atau joint degree. 

    Seleksi ketat dilakukan dengan menitikberatkan pada seberapa kuat keterkaitan judul penelitian dengan pembangunan daerah, serta reputasi dari universitas mitra.  

    ​Terkait hal yang paling krusial dan dinantikan oleh para penerima, yakni pencairan dana beasiswa, penyalurannya akan dikelola langsung oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim. 

    Aji Vini Vayanti memastikan bahwa proses tersebut sedang berjalan seiring dengan penyelesaian verifikasi dan penetapan SK Gubernur.  

    ​"Pencairan belum ditentukan waktunya namun dalam waktu dekat ini, diharap bersabar," tegasnya.

    ​Skema penyaluran dana beasiswa tahap awal akan dieksekusi setelah SK penetapan penerima diterbitkan oleh Gubernur.

    Untuk pencairan di tahap-tahap selanjutnya, penyaluran akan bergantung pada kepatuhan mahasiswa dalam melaporkan kemajuan studinya kepada Tim Pengelola Pendidikan Gratispol (TP2G).  

    ​Dana beasiswa tersebut nantinya akan ditransfer melalui dua jalur pembayaran. Biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), atau Tuition Fee akan disetorkan langsung ke rekening Perguruan Tinggi. 

    Sementara itu, komponen pembiayaan di luar itu akan ditransfer ke rekening bank masing-masing mahasiswa penerima. 

    Pemerintah Provinsi Kaltim menegaskan bahwa seluruh pembiayaan pendidikan ini disalurkan secara utuh tanpa pemotongan apa pun di luar ketentuan peraturan yang berlaku. (Adv)

    (Sf/Rs)