Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji memberikan cinderamata kepada Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat berkunjung ke Benua Etam. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kehadiran Menteri Kebudayaan Republik Indonesia di Kalimantan Timur disambut antusias oleh berbagai pihak.
Salah satunya adalah Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, yang turut hadir dalam Kuliah Umum di Aula Gedung G Lantai 1 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) pada Kamis (29/5/2025).
Dalam sambutannya, Seno Aji menyoroti kekayaan sejarah dan budaya Kaltim yang sangat panjang, namun belum tergarap optimal. Ia menekankan perlunya kehadiran peneliti untuk merekam jejak peradaban di Bumi Etam.
"Kalimantan Timur memiliki sejarah yang panjang dan berdampingan erat dengan budaya lokal. Untuk itu, sejatinya peneliti yang ada di Kaltim perlu mengingat kebudayaan kita yang sangat panjang, apalagi sudah ditemukan artefak-artefak dan jejak tangan di Sangkulirang yang usianya mungkin lebih hingga 4.000 tahun lamanya," ujar Seno Aji.
Seno Aji juga menyoroti bagaimana masyarakat Kaltim, sejak dahulu kala, hidup dalam harmoni. Ia menyebutkan, mulai dari era kerajaan hingga masyarakat Dayak yang mendiami Kaltim, tidak pernah ditemukan adanya perselisihan yang berarti. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan budaya dan toleransi di antara masyarakat Kaltim.
"Bagaimana masyarakat Kaltim sejak lama, sejak kerajaan, bahkan sejak masyarakat Dayak yang ada di Kaltim hidup selalu berdampingan, mereka tidak ditemukan selisih paham," tambahnya.
Melihat potensi besar ini, Seno Aji berharap Menteri Kebudayaan dapat menghadirkan peneliti di Kaltim, dan pemerintah provinsi siap memfasilitasi. Tujuan utamanya adalah untuk menyusun sebuah buku komprehensif mengenai kebudayaan Dayak Kutai, yang banyak ditemukan di pesisir hulu Kaltim.
Sebagai contoh, ia menyebutkan penemuan keramik dan piring di Muara Kaman yang merupakan peninggalan dari kerajaan-kerajaan di Kaltim. Penemuan ini menjadi bukti nyata kekayaan sejarah yang perlu digali lebih dalam.
"Contohnya, Muara Kaman banyak ditemukan keramik dan piring, dan itu benar-benar merupakan hasil dari kerajaan di Kaltim," jelasnya.
Seno Aji berharap kehadiran Menteri Kebudayaan di Kaltim dapat menjadi momentum untuk semakin memajukan sektor kebudayaan dan sejarah di provinsi ini.
"Pak menteri jika hadir ke Kaltim lagi sangat bagus bagi Kaltim," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji memberikan cinderamata kepada Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat berkunjung ke Benua Etam. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kehadiran Menteri Kebudayaan Republik Indonesia di Kalimantan Timur disambut antusias oleh berbagai pihak.
Salah satunya adalah Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, yang turut hadir dalam Kuliah Umum di Aula Gedung G Lantai 1 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) pada Kamis (29/5/2025).
Dalam sambutannya, Seno Aji menyoroti kekayaan sejarah dan budaya Kaltim yang sangat panjang, namun belum tergarap optimal. Ia menekankan perlunya kehadiran peneliti untuk merekam jejak peradaban di Bumi Etam.
"Kalimantan Timur memiliki sejarah yang panjang dan berdampingan erat dengan budaya lokal. Untuk itu, sejatinya peneliti yang ada di Kaltim perlu mengingat kebudayaan kita yang sangat panjang, apalagi sudah ditemukan artefak-artefak dan jejak tangan di Sangkulirang yang usianya mungkin lebih hingga 4.000 tahun lamanya," ujar Seno Aji.
Seno Aji juga menyoroti bagaimana masyarakat Kaltim, sejak dahulu kala, hidup dalam harmoni. Ia menyebutkan, mulai dari era kerajaan hingga masyarakat Dayak yang mendiami Kaltim, tidak pernah ditemukan adanya perselisihan yang berarti. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan budaya dan toleransi di antara masyarakat Kaltim.
"Bagaimana masyarakat Kaltim sejak lama, sejak kerajaan, bahkan sejak masyarakat Dayak yang ada di Kaltim hidup selalu berdampingan, mereka tidak ditemukan selisih paham," tambahnya.
Melihat potensi besar ini, Seno Aji berharap Menteri Kebudayaan dapat menghadirkan peneliti di Kaltim, dan pemerintah provinsi siap memfasilitasi. Tujuan utamanya adalah untuk menyusun sebuah buku komprehensif mengenai kebudayaan Dayak Kutai, yang banyak ditemukan di pesisir hulu Kaltim.
Sebagai contoh, ia menyebutkan penemuan keramik dan piring di Muara Kaman yang merupakan peninggalan dari kerajaan-kerajaan di Kaltim. Penemuan ini menjadi bukti nyata kekayaan sejarah yang perlu digali lebih dalam.
"Contohnya, Muara Kaman banyak ditemukan keramik dan piring, dan itu benar-benar merupakan hasil dari kerajaan di Kaltim," jelasnya.
Seno Aji berharap kehadiran Menteri Kebudayaan di Kaltim dapat menjadi momentum untuk semakin memajukan sektor kebudayaan dan sejarah di provinsi ini.
"Pak menteri jika hadir ke Kaltim lagi sangat bagus bagi Kaltim," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)