Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim), Jaya Mualimin akan menyampaikan beberapa program terkait rencana pembangunan bidang kesehatan kepada Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim di Rapat Pimpinan (Rapim) pada Senin, 9 Oktober 2023 mendatang.
Dinkes Kaltim memiliki target yang harus dituntaskan dalam satu tahun ke depan. Adapun, target yang dimaksud ini menyasar kepada tiga sektor utama kesehatan dalam pembangunan sumber daya manusia.
"Pertama, disini kami melihat pelayanan untuk kesehatan ibu dan anak," ungkap Jaya Mualimin kepada Seputar Fakta ditemui di Kantor Dinkes Kaltim, Jalan A Wahab Sjahranie, Samarinda, Kamis (5/10/2023).
Dalam pelayanan ibu dan anak, terdapat beberapa indikator didalamnya untuk disampaikan, yakni persalinan di fasilitas kesehatan (Faskes), pemberian makanan tambahan pada ibu hami, hingga kematian ibu dan anak.
Kedua, terkait statistik kesehatan. Dalam hal ini Dinkes akan lebih menekankan kepada penurunan stunting. Data stunting sekarang angkanya naik dari 22,8 persen jadi 23,9 persen pada tahun 2022. Tapi, Jaya masih menunggu hasil rilis terbaru yang dilakukan oleh Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang akan berakhir besok, 6 Oktober 2023.
"Semoga rilis segera terbit, target kita pada tahun 2023 ini sebesar 21,40 persen, syukur lagi bisa di bawah 20 persen sesuai dengan standar prevalensi stunting dari WHO," bebernya.
Namun, Jaya optimis adanya penurunan angka stunting. Karena melihat dari prestasi penurunan stunting di Kaltim, pernah terjadi pada tahun 2019 sebesar 6 persen dari 28,1 persen hingga 22,8 persen.
Optimalisasi kesehatan ini, Jaya inginkan dukungan lebih dari Pj Gubernur untuk penurunan angka stunting pada tahun 2024 sampai diangka 12,83 persen.
"Upaya dilakukan secara spesifik bagaimana konsumsi tambah darah remaja putri, makanan tambahan ibu hamil, tambahan makanan gizi buruk, vitamin A, ibu hamil periksa kesehatan, melahirkan di faskes, timbang bayi tinggi badan pada anak pemantauan dan monitoring, serta imunisasi dadar lengkap," jabarnya.
Hal tersebut, harus dilakukan dengan pengaktifan pos layanan terpadu (Posyandu) se-Kaltim. Saat ini, Posyandu yang aktif hanya 40 persen dari 4000an Posyandu yang terbentuk.
Selain itu, Jaya mengatakan ada program di luar dari intervensi Dinkes, yakni bina lingkungan yang termasuk dalamsuporter sosial.
"Contoh bina lingkungan yakni rumah sehat layak huni, saya apresiasi pak Gubernur Isran Noor. Karena rumah layak huni ini akan membentuk keluarga sehat terhindar dari seluruh penyakit termasuk stunting," tuturnya.
Ia berharap, program rumah layak huni dapat diteruskan oleh Pj Gubernur. Oleh karena itu, momentum Rapim sebagai langkah pengoptimalan program.
"Support sosial masyarakat harus diberikan jaminan kesehatan," tutupnya
(Sf/Rs/Adv)
Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim), Jaya Mualimin akan menyampaikan beberapa program terkait rencana pembangunan bidang kesehatan kepada Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim di Rapat Pimpinan (Rapim) pada Senin, 9 Oktober 2023 mendatang.
Dinkes Kaltim memiliki target yang harus dituntaskan dalam satu tahun ke depan. Adapun, target yang dimaksud ini menyasar kepada tiga sektor utama kesehatan dalam pembangunan sumber daya manusia.
"Pertama, disini kami melihat pelayanan untuk kesehatan ibu dan anak," ungkap Jaya Mualimin kepada Seputar Fakta ditemui di Kantor Dinkes Kaltim, Jalan A Wahab Sjahranie, Samarinda, Kamis (5/10/2023).
Dalam pelayanan ibu dan anak, terdapat beberapa indikator didalamnya untuk disampaikan, yakni persalinan di fasilitas kesehatan (Faskes), pemberian makanan tambahan pada ibu hami, hingga kematian ibu dan anak.
Kedua, terkait statistik kesehatan. Dalam hal ini Dinkes akan lebih menekankan kepada penurunan stunting. Data stunting sekarang angkanya naik dari 22,8 persen jadi 23,9 persen pada tahun 2022. Tapi, Jaya masih menunggu hasil rilis terbaru yang dilakukan oleh Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang akan berakhir besok, 6 Oktober 2023.
"Semoga rilis segera terbit, target kita pada tahun 2023 ini sebesar 21,40 persen, syukur lagi bisa di bawah 20 persen sesuai dengan standar prevalensi stunting dari WHO," bebernya.
Namun, Jaya optimis adanya penurunan angka stunting. Karena melihat dari prestasi penurunan stunting di Kaltim, pernah terjadi pada tahun 2019 sebesar 6 persen dari 28,1 persen hingga 22,8 persen.
Optimalisasi kesehatan ini, Jaya inginkan dukungan lebih dari Pj Gubernur untuk penurunan angka stunting pada tahun 2024 sampai diangka 12,83 persen.
"Upaya dilakukan secara spesifik bagaimana konsumsi tambah darah remaja putri, makanan tambahan ibu hamil, tambahan makanan gizi buruk, vitamin A, ibu hamil periksa kesehatan, melahirkan di faskes, timbang bayi tinggi badan pada anak pemantauan dan monitoring, serta imunisasi dadar lengkap," jabarnya.
Hal tersebut, harus dilakukan dengan pengaktifan pos layanan terpadu (Posyandu) se-Kaltim. Saat ini, Posyandu yang aktif hanya 40 persen dari 4000an Posyandu yang terbentuk.
Selain itu, Jaya mengatakan ada program di luar dari intervensi Dinkes, yakni bina lingkungan yang termasuk dalamsuporter sosial.
"Contoh bina lingkungan yakni rumah sehat layak huni, saya apresiasi pak Gubernur Isran Noor. Karena rumah layak huni ini akan membentuk keluarga sehat terhindar dari seluruh penyakit termasuk stunting," tuturnya.
Ia berharap, program rumah layak huni dapat diteruskan oleh Pj Gubernur. Oleh karena itu, momentum Rapim sebagai langkah pengoptimalan program.
"Support sosial masyarakat harus diberikan jaminan kesehatan," tutupnya
(Sf/Rs/Adv)