Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    26 Nakes Baru Diterjunkan ke Kaltim, Dinkes Harap Pemerataan Kesehatan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    08 Agustus 2025 pukul 16:38 WITA

    Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur menyambut baik penugasan 26 tenaga kesehatan (nakes) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

    Penugasan ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret untuk mengatasi kekurangan nakes, terutama di wilayah pelosok dan sulit terjangkau.

    Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengungkapkan bahwa para nakes tersebut merupakan bagian dari Program Penugasan Khusus Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Periode I Tahun 2025. 

    "Kami sangat bersyukur dengan adanya penambahan tenaga ini. Mereka sudah mulai bertugas di daerah masing-masing untuk mendukung penguatan layanan kesehatan di Kaltim," kata Jaya di Samarinda, Kamis (8/8/2025).

    Jaya menjelaskan, penugasan ini akan berlangsung selama dua tahun, dari 1 Agustus 2025 hingga 31 Juli 2027. Para nakes yang ditugaskan memiliki beragam profesi, mulai dari dokter, dokter gigi, tenaga gizi, hingga tenaga teknologi laboratorium medik. 

    "Mereka akan mengabdi di puskesmas-puskesmas yang memang sangat membutuhkan," tambahnya.

    Menurut Jaya, penempatan nakes ini sangat strategis karena menyasar wilayah-wilayah yang selama ini kekurangan tenaga medis. 

    "Adanya penambahan ini, maka pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau, dapat semakin optimal," ujar Jaya.

    Ia mencontohkan, di Kabupaten Berau, seorang dokter ditempatkan di Puskesmas Tepian Buah. Sementara di Kutai Barat, nakes ditugaskan di Puskesmas Resak, Muara Pahu, dan Long Iram. 

    Kemudian di Kutai Timur, mereka ditempatkan di Puskesmas Muara Ancalong, Busang, hingga Sandaran. Selain itu, ada juga nakes yang ditempatkan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

    Jaya juga menambahkan, saat ini Kaltim sudah diperkuat dengan 51 dokter spesialis melalui program pendayagunaan lain. 

    "Ini adalah sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan setiap warga Kaltim mendapatkan layanan kesehatan yang layak, tidak peduli seberapa jauh mereka tinggal," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    26 Nakes Baru Diterjunkan ke Kaltim, Dinkes Harap Pemerataan Kesehatan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    08 Agustus 2025 pukul 16:38 WITA

    Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur menyambut baik penugasan 26 tenaga kesehatan (nakes) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

    Penugasan ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret untuk mengatasi kekurangan nakes, terutama di wilayah pelosok dan sulit terjangkau.

    Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengungkapkan bahwa para nakes tersebut merupakan bagian dari Program Penugasan Khusus Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Periode I Tahun 2025. 

    "Kami sangat bersyukur dengan adanya penambahan tenaga ini. Mereka sudah mulai bertugas di daerah masing-masing untuk mendukung penguatan layanan kesehatan di Kaltim," kata Jaya di Samarinda, Kamis (8/8/2025).

    Jaya menjelaskan, penugasan ini akan berlangsung selama dua tahun, dari 1 Agustus 2025 hingga 31 Juli 2027. Para nakes yang ditugaskan memiliki beragam profesi, mulai dari dokter, dokter gigi, tenaga gizi, hingga tenaga teknologi laboratorium medik. 

    "Mereka akan mengabdi di puskesmas-puskesmas yang memang sangat membutuhkan," tambahnya.

    Menurut Jaya, penempatan nakes ini sangat strategis karena menyasar wilayah-wilayah yang selama ini kekurangan tenaga medis. 

    "Adanya penambahan ini, maka pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau, dapat semakin optimal," ujar Jaya.

    Ia mencontohkan, di Kabupaten Berau, seorang dokter ditempatkan di Puskesmas Tepian Buah. Sementara di Kutai Barat, nakes ditugaskan di Puskesmas Resak, Muara Pahu, dan Long Iram. 

    Kemudian di Kutai Timur, mereka ditempatkan di Puskesmas Muara Ancalong, Busang, hingga Sandaran. Selain itu, ada juga nakes yang ditempatkan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

    Jaya juga menambahkan, saat ini Kaltim sudah diperkuat dengan 51 dokter spesialis melalui program pendayagunaan lain. 

    "Ini adalah sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan setiap warga Kaltim mendapatkan layanan kesehatan yang layak, tidak peduli seberapa jauh mereka tinggal," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Rs)