Diskominfo Kota Balikpapan

    Satpol PP Ajak Warga Aktif Lapor Gangguan Ketertiban Selama Ramadan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    13 Maret 2026 pukul 17:59 WITA

    Kepala Satpol PP Balikpapan, Boedi Liliono. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengajak masyarakat untuk lebih aktif melaporkan berbagai potensi gangguan ketertiban umum selama bulan Ramadan. Ajakan tersebut disampaikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) seiring meningkatnya aktivitas anak jalanan dan orang terlantar di sejumlah titik keramaian kota.

    Kepala Satpol PP Balikpapan, Boedi Liliono menerangkan, bulan Ramadan kerap dimanfaatkan oleh sebagian pihak untuk mencari keuntungan dengan cara meminta-minta di jalan maupun di lokasi yang ramai aktivitas masyarakat.

    “Momentum Ramadan sering dimanfaatkan oleh anak jalanan untuk mencari peluang dengan cara meminta-minta dan aktivitas sejenis. Karena itu pengawasan terus kami lakukan,” ucap Boedi kepada awak media, Jumat (13/3/2026).

    Menurut Boedi, Satpol PP memiliki kewenangan untuk menertibkan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat di ruang publik. Namun, keterbatasan jumlah personel membuat pengawasan tidak dapat menjangkau seluruh wilayah Kota Balikpapan secara bersamaan.

    Karena itu, partisipasi masyarakat dinilai sangat penting dalam membantu upaya penertiban di lapangan.

    “Kalau ada laporan dari masyarakat, pasti langsung kami tindak lanjuti. Kami tidak bisa melakukan pengawasan di seluruh wilayah Balikpapan, sehingga kami membutuhkan partisipasi warga,” jelasnya.

    Ia menambahkan, laporan dapat disampaikan melalui call center Satpol PP agar petugas dapat segera diturunkan untuk melakukan penanganan.

    Setelah dilakukan penertiban, Satpol PP akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk penanganan lanjutan terhadap anak jalanan maupun orang terlantar yang ditemukan di lapangan.

    “Kalau sudah kami tindak lanjuti, selanjutnya kami koordinasikan dengan Dinas Sosial untuk penanganannya,” katanya.

    Selain laporan terkait anak jalanan, Satpol PP juga kerap menerima laporan mengenai keberadaan orang terlantar maupun orang dengan gangguan jiwa di ruang publik.

    Dalam kondisi tersebut, petugas biasanya melakukan pengamanan terlebih dahulu sebelum menyerahkan penanganannya kepada Dinas Sosial.

    “Paling banyak laporan yang masuk justru terkait orang dengan gangguan jiwa dan orang terlantar. Kami amankan terlebih dahulu, kemudian diserahkan ke Dinas Sosial,” lanjut Boedi.

    Penanganan di lapangan juga menyesuaikan waktu kejadian. Jika ditemukan pada siang hari, biasanya akan ditangani aparat wilayah setempat. Sementara jika terjadi pada malam hari, Satpol PP akan turun langsung melakukan penertiban.

    Meski demikian, patroli rutin tetap dilakukan untuk memantau kondisi di berbagai wilayah kota. Dari hasil pemantauan, kawasan Balikpapan Kota menjadi salah satu titik yang paling sering ditemukan aktivitas anak jalanan.

    Dirinya menegaskan, laporan masyarakat akan sangat membantu mempercepat penanganan, sehingga penertiban dapat dilakukan secara lebih efektif.

    “Kalau masyarakat ingin penanganannya tepat sasaran, silakan laporkan kepada kami,” tegasnya.

    Melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, Satpol PP berharap ketertiban dan kenyamanan di Kota Balikpapan tetap terjaga, terutama selama bulan Ramadan ketika aktivitas masyarakat di ruang publik meningkat. (Adv Diskominfo Balikpapan)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kota Balikpapan

    Satpol PP Ajak Warga Aktif Lapor Gangguan Ketertiban Selama Ramadan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    13 Maret 2026 pukul 17:59 WITA

    Kepala Satpol PP Balikpapan, Boedi Liliono. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengajak masyarakat untuk lebih aktif melaporkan berbagai potensi gangguan ketertiban umum selama bulan Ramadan. Ajakan tersebut disampaikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) seiring meningkatnya aktivitas anak jalanan dan orang terlantar di sejumlah titik keramaian kota.

    Kepala Satpol PP Balikpapan, Boedi Liliono menerangkan, bulan Ramadan kerap dimanfaatkan oleh sebagian pihak untuk mencari keuntungan dengan cara meminta-minta di jalan maupun di lokasi yang ramai aktivitas masyarakat.

    “Momentum Ramadan sering dimanfaatkan oleh anak jalanan untuk mencari peluang dengan cara meminta-minta dan aktivitas sejenis. Karena itu pengawasan terus kami lakukan,” ucap Boedi kepada awak media, Jumat (13/3/2026).

    Menurut Boedi, Satpol PP memiliki kewenangan untuk menertibkan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat di ruang publik. Namun, keterbatasan jumlah personel membuat pengawasan tidak dapat menjangkau seluruh wilayah Kota Balikpapan secara bersamaan.

    Karena itu, partisipasi masyarakat dinilai sangat penting dalam membantu upaya penertiban di lapangan.

    “Kalau ada laporan dari masyarakat, pasti langsung kami tindak lanjuti. Kami tidak bisa melakukan pengawasan di seluruh wilayah Balikpapan, sehingga kami membutuhkan partisipasi warga,” jelasnya.

    Ia menambahkan, laporan dapat disampaikan melalui call center Satpol PP agar petugas dapat segera diturunkan untuk melakukan penanganan.

    Setelah dilakukan penertiban, Satpol PP akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk penanganan lanjutan terhadap anak jalanan maupun orang terlantar yang ditemukan di lapangan.

    “Kalau sudah kami tindak lanjuti, selanjutnya kami koordinasikan dengan Dinas Sosial untuk penanganannya,” katanya.

    Selain laporan terkait anak jalanan, Satpol PP juga kerap menerima laporan mengenai keberadaan orang terlantar maupun orang dengan gangguan jiwa di ruang publik.

    Dalam kondisi tersebut, petugas biasanya melakukan pengamanan terlebih dahulu sebelum menyerahkan penanganannya kepada Dinas Sosial.

    “Paling banyak laporan yang masuk justru terkait orang dengan gangguan jiwa dan orang terlantar. Kami amankan terlebih dahulu, kemudian diserahkan ke Dinas Sosial,” lanjut Boedi.

    Penanganan di lapangan juga menyesuaikan waktu kejadian. Jika ditemukan pada siang hari, biasanya akan ditangani aparat wilayah setempat. Sementara jika terjadi pada malam hari, Satpol PP akan turun langsung melakukan penertiban.

    Meski demikian, patroli rutin tetap dilakukan untuk memantau kondisi di berbagai wilayah kota. Dari hasil pemantauan, kawasan Balikpapan Kota menjadi salah satu titik yang paling sering ditemukan aktivitas anak jalanan.

    Dirinya menegaskan, laporan masyarakat akan sangat membantu mempercepat penanganan, sehingga penertiban dapat dilakukan secara lebih efektif.

    “Kalau masyarakat ingin penanganannya tepat sasaran, silakan laporkan kepada kami,” tegasnya.

    Melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, Satpol PP berharap ketertiban dan kenyamanan di Kota Balikpapan tetap terjaga, terutama selama bulan Ramadan ketika aktivitas masyarakat di ruang publik meningkat. (Adv Diskominfo Balikpapan)

    (Sf/Rs)