Diskominfo Kota Balikpapan

    Ratusan Suspek Campak Terdeteksi di Balikpapan, Warga Diminta Lengkapi Imunisasi Anak

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    16 Maret 2026 pukul 11:47 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Alwiati saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mencatat sekitar 200 kasus suspek campak yang ditemukan pada anak-anak hingga orang dewasa dalam beberapa waktu terakhir. Meski begitu, pemerintah memastikan wilayah tersebut belum termasuk daerah endemis campak seperti yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

    Kepala DKK Balikpapan, Alwiati mengatakan, ratusan kasus tersebut merupakan temuan dari hasil pemantauan di berbagai fasilitas kesehatan. Data yang masuk menunjukkan pasien berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

    “Data yang masuk sekitar 200 kasus suspek, terdiri dari anak-anak hingga dewasa. Namun Balikpapan tidak termasuk daerah endemis campak yang harus dilakukan Outbreak Response Immunization (ORI) oleh Kementerian Kesehatan,” ucap Alwiati kepada media, Senin (16/3/2026).

    Meski belum masuk kategori kejadian luar biasa, Dinas Kesehatan tetap mengambil langkah antisipasi dengan menggencarkan program kejar imunisasi. Program ini menyasar anak-anak yang belum mendapatkan vaksin campak agar segera memperoleh perlindungan dari risiko penularan.

    Menurut Alwiati, campak merupakan penyakit menular yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Anak yang telah mendapatkan vaksin biasanya hanya mengalami gejala ringan apabila tetap terinfeksi.

    “Yang menjadi perhatian adalah anak-anak yang belum imunisasi. Jika terpapar virus campak, gejalanya bisa lebih berat. Karena itu kami kejar imunisasi bagi yang belum mendapat vaksin,” jelasnya.

    Selain mendorong imunisasi, DKK juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah penularan. Orang dewasa diingatkan agar lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan bayi atau anak kecil.

    “Ketika menyentuh atau menggendong bayi, sebaiknya dalam kondisi tangan bersih. Jangan sembarangan mencium bayi, karena bisa saja seseorang membawa virus tanpa disadari,” katanya.

    Untuk pasien yang terpapar campak, DKK memastikan pengobatan dapat dilakukan secara gratis di fasilitas kesehatan. Pasien juga dianjurkan menjalani isolasi mandiri selama sekitar dua minggu, guna mencegah penyebaran virus ke orang lain.

    “Pasien yang terkonfirmasi atau suspek campak disarankan menjalani isolasi mandiri sekitar dua minggu agar tidak menularkan virus kepada orang lain,” imbuhnya.

    DKK Balikpapan juga telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan campak kepada fasilitas pelayanan kesehatan serta masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan, sekaligus mendorong masyarakat melengkapi imunisasi anak.

    Pemerintah kota berharap masyarakat tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dengan memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap, serta menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga.

    “Upaya tersebut dinilai menjadi kunci utama untuk menekan penyebaran campak di Kota Balikpapan,” tutupnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kota Balikpapan

    Ratusan Suspek Campak Terdeteksi di Balikpapan, Warga Diminta Lengkapi Imunisasi Anak

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    16 Maret 2026 pukul 11:47 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Alwiati saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mencatat sekitar 200 kasus suspek campak yang ditemukan pada anak-anak hingga orang dewasa dalam beberapa waktu terakhir. Meski begitu, pemerintah memastikan wilayah tersebut belum termasuk daerah endemis campak seperti yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

    Kepala DKK Balikpapan, Alwiati mengatakan, ratusan kasus tersebut merupakan temuan dari hasil pemantauan di berbagai fasilitas kesehatan. Data yang masuk menunjukkan pasien berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

    “Data yang masuk sekitar 200 kasus suspek, terdiri dari anak-anak hingga dewasa. Namun Balikpapan tidak termasuk daerah endemis campak yang harus dilakukan Outbreak Response Immunization (ORI) oleh Kementerian Kesehatan,” ucap Alwiati kepada media, Senin (16/3/2026).

    Meski belum masuk kategori kejadian luar biasa, Dinas Kesehatan tetap mengambil langkah antisipasi dengan menggencarkan program kejar imunisasi. Program ini menyasar anak-anak yang belum mendapatkan vaksin campak agar segera memperoleh perlindungan dari risiko penularan.

    Menurut Alwiati, campak merupakan penyakit menular yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Anak yang telah mendapatkan vaksin biasanya hanya mengalami gejala ringan apabila tetap terinfeksi.

    “Yang menjadi perhatian adalah anak-anak yang belum imunisasi. Jika terpapar virus campak, gejalanya bisa lebih berat. Karena itu kami kejar imunisasi bagi yang belum mendapat vaksin,” jelasnya.

    Selain mendorong imunisasi, DKK juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah penularan. Orang dewasa diingatkan agar lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan bayi atau anak kecil.

    “Ketika menyentuh atau menggendong bayi, sebaiknya dalam kondisi tangan bersih. Jangan sembarangan mencium bayi, karena bisa saja seseorang membawa virus tanpa disadari,” katanya.

    Untuk pasien yang terpapar campak, DKK memastikan pengobatan dapat dilakukan secara gratis di fasilitas kesehatan. Pasien juga dianjurkan menjalani isolasi mandiri selama sekitar dua minggu, guna mencegah penyebaran virus ke orang lain.

    “Pasien yang terkonfirmasi atau suspek campak disarankan menjalani isolasi mandiri sekitar dua minggu agar tidak menularkan virus kepada orang lain,” imbuhnya.

    DKK Balikpapan juga telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan campak kepada fasilitas pelayanan kesehatan serta masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan, sekaligus mendorong masyarakat melengkapi imunisasi anak.

    Pemerintah kota berharap masyarakat tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dengan memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap, serta menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga.

    “Upaya tersebut dinilai menjadi kunci utama untuk menekan penyebaran campak di Kota Balikpapan,” tutupnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)

    (Sf/Rs)