Pemkot Balikpapan Percepat Penanganan Banjir DAS Ampal, APBN Rp56 Miliar Digelontorkan pada 2026

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Diskominfo Kota Balikpapan

    06 Maret 2026 02:08 WIB

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo . (Foto: dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mempercepat upaya penanganan banjir di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal. Pada 2026, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp56 miliar melalui APBN untuk kegiatan pengerukan sungai guna meningkatkan kapasitas aliran air.

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, dukungan anggaran tersebut akan difokuskan untuk pengerukan DAS Ampal, khususnya di kawasan belakang Pasar Segar yang selama ini menjadi salah satu titik rawan genangan saat hujan deras.

    “Pada 2026 ada dukungan APBN untuk pengerukan DAS Ampal dengan nilai sekitar Rp56 miliar. Fokusnya di wilayah belakang Pasar Segar,” ucap Bagus saat dihubungi awak media, Jumat (5/3/2026).

    Menurutnya, pengerukan dilakukan untuk mengatasi sedimentasi yang cukup tinggi di alur sungai. Endapan lumpur yang menumpuk selama ini menyebabkan kapasitas tampung sungai menurun, sehingga air mudah meluap ketika curah hujan meningkat.

    Melalui normalisasi tersebut, pemerintah berharap aliran air dapat kembali lancar dan risiko banjir di kawasan Ampal serta sekitarnya dapat ditekan.

    “Wilayah ini diketahui berada di kawasan hilir serta dikelilingi permukiman padat dan pusat aktivitas ekonomi, sehingga genangan sering berdampak langsung pada mobilitas masyarakat,” lanjutnya.

    Bagus menjelaskan, dukungan anggaran dari pemerintah pusat menjadi bukti perhatian serius terhadap persoalan banjir di Balikpapan. Pemerintah kota, lanjutnya, akan mengawal pelaksanaan proyek tersebut agar berjalan tepat waktu dan sesuai perencanaan.

    Selain pengerukan sungai, Pemkot Balikpapan juga melanjutkan berbagai upaya pendukung untuk mengurangi potensi banjir.

    “Di antaranya perbaikan sistem drainase lingkungan, pengendalian pembangunan di sempadan sungai, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke aliran air,” jelasnya.

    Ia menegaskan, penanganan banjir di Balikpapan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi. DAS Ampal menjadi salah satu prioritas karena dampaknya yang luas terhadap aktivitas warga.

    “Ini bagian dari komitmen kami menuntaskan persoalan banjir secara sistematis. Dukungan pusat melalui APBN tentu sangat membantu percepatan,” ujarnya.

    Dengan rencana dimulainya pengerukan pada 2026, Pemkot Balikpapan berharap kapasitas sungai meningkat secara signifikan sehingga potensi genangan di kawasan Ampal dapat berkurang, dan masyarakat merasakan manfaat langsung dari program pengendalian banjir tersebut. (Adv Diskominfo Balikpapan)

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Pemkot Balikpapan Percepat Penanganan Banjir DAS Ampal, APBN Rp56 Miliar Digelontorkan pada 2026

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Diskominfo Kota Balikpapan

    06 Maret 2026 02:08 WIB

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo . (Foto: dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mempercepat upaya penanganan banjir di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal. Pada 2026, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp56 miliar melalui APBN untuk kegiatan pengerukan sungai guna meningkatkan kapasitas aliran air.

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, dukungan anggaran tersebut akan difokuskan untuk pengerukan DAS Ampal, khususnya di kawasan belakang Pasar Segar yang selama ini menjadi salah satu titik rawan genangan saat hujan deras.

    “Pada 2026 ada dukungan APBN untuk pengerukan DAS Ampal dengan nilai sekitar Rp56 miliar. Fokusnya di wilayah belakang Pasar Segar,” ucap Bagus saat dihubungi awak media, Jumat (5/3/2026).

    Menurutnya, pengerukan dilakukan untuk mengatasi sedimentasi yang cukup tinggi di alur sungai. Endapan lumpur yang menumpuk selama ini menyebabkan kapasitas tampung sungai menurun, sehingga air mudah meluap ketika curah hujan meningkat.

    Melalui normalisasi tersebut, pemerintah berharap aliran air dapat kembali lancar dan risiko banjir di kawasan Ampal serta sekitarnya dapat ditekan.

    “Wilayah ini diketahui berada di kawasan hilir serta dikelilingi permukiman padat dan pusat aktivitas ekonomi, sehingga genangan sering berdampak langsung pada mobilitas masyarakat,” lanjutnya.

    Bagus menjelaskan, dukungan anggaran dari pemerintah pusat menjadi bukti perhatian serius terhadap persoalan banjir di Balikpapan. Pemerintah kota, lanjutnya, akan mengawal pelaksanaan proyek tersebut agar berjalan tepat waktu dan sesuai perencanaan.

    Selain pengerukan sungai, Pemkot Balikpapan juga melanjutkan berbagai upaya pendukung untuk mengurangi potensi banjir.

    “Di antaranya perbaikan sistem drainase lingkungan, pengendalian pembangunan di sempadan sungai, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke aliran air,” jelasnya.

    Ia menegaskan, penanganan banjir di Balikpapan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi. DAS Ampal menjadi salah satu prioritas karena dampaknya yang luas terhadap aktivitas warga.

    “Ini bagian dari komitmen kami menuntaskan persoalan banjir secara sistematis. Dukungan pusat melalui APBN tentu sangat membantu percepatan,” ujarnya.

    Dengan rencana dimulainya pengerukan pada 2026, Pemkot Balikpapan berharap kapasitas sungai meningkat secara signifikan sehingga potensi genangan di kawasan Ampal dapat berkurang, dan masyarakat merasakan manfaat langsung dari program pengendalian banjir tersebut. (Adv Diskominfo Balikpapan)

    (Sf/Rs)