Diskominfo Kota Balikpapan

    Pemkot Balikpapan Dorong Swalayan Sediakan Rak Khusus untuk Produk UMKM Lokal

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    11 Maret 2026 pukul 21:13 WITA

    Asisten III Pemerintah Kota Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarty saat ditemui di salah satu ritel swalayan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mendorong swalayan dan distributor untuk memberikan ruang bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Hal ini disampaikan Asisten III Kota Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarty, saat melakukan kunjungan ke sejumlah ritel modern, Rabu (11/3/2026).

    Dirinya mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan produk UMKM Balikpapan mendapatkan tempat yang layak di pasar modern.

    “Kami hari ini mewakili Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan. Harapan kami semua swalayan dan distributor dapat menerima serta menyediakan tempat bagi UMKM lokal,” ucap dr. Dio sapaan akrabnya.

    Dalam kunjungan tersebut, tim menemukan beberapa swalayan sudah menyediakan produk UMKM. Namun, di salah satu lokasi yang dikunjungi, yakni Yova Mart, produk UMKM yang dipajang masih didominasi oleh produk dari luar daerah.

    “Kami melihat di dua tempat yang sudah dikunjungi memang ada produk UMKM. Namun di sini masih didominasi UMKM dari Samarinda. Tentu harapan kami UMKM Balikpapan juga diberi ruang,” katanya.

    Ia menambahkan, setiap tahun pihaknya secara rutin melakukan pemantauan ke sejumlah ritel modern untuk memastikan adanya rak khusus bagi produk UMKM.

    “Setiap lokasi yang kami kunjungi, kami selalu melihat apakah tempat tersebut menerima dan menyiapkan rak khusus untuk produk UMKM,” jelasnya.

    Dari sisi kualitas produk, Dio menilai UMKM Balikpapan sudah menunjukkan perkembangan yang baik dan mulai menuju kategori UMKM naik kelas. Hal ini terlihat dari kemasan produk yang semakin rapi dan menarik.

    “Kemasan produk UMKM sudah bagus. Kami juga melihat tidak menggunakan pewarna yang terlalu mencolok, dan harganya masih terjangkau,” ungkapnya.

    Meski demikian, ia menilai promosi masih menjadi tantangan utama bagi pelaku UMKM di Balikpapan. Oleh karena itu, dukungan dari ritel modern sangat dibutuhkan agar produk lokal lebih dikenal masyarakat.

    “Sekarang tinggal bagaimana kita bisa lebih mempromosikan produk-produk UMKM yang ada di Balikpapan,” pungkasnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kota Balikpapan

    Pemkot Balikpapan Dorong Swalayan Sediakan Rak Khusus untuk Produk UMKM Lokal

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    11 Maret 2026 pukul 21:13 WITA

    Asisten III Pemerintah Kota Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarty saat ditemui di salah satu ritel swalayan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mendorong swalayan dan distributor untuk memberikan ruang bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Hal ini disampaikan Asisten III Kota Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarty, saat melakukan kunjungan ke sejumlah ritel modern, Rabu (11/3/2026).

    Dirinya mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan produk UMKM Balikpapan mendapatkan tempat yang layak di pasar modern.

    “Kami hari ini mewakili Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan. Harapan kami semua swalayan dan distributor dapat menerima serta menyediakan tempat bagi UMKM lokal,” ucap dr. Dio sapaan akrabnya.

    Dalam kunjungan tersebut, tim menemukan beberapa swalayan sudah menyediakan produk UMKM. Namun, di salah satu lokasi yang dikunjungi, yakni Yova Mart, produk UMKM yang dipajang masih didominasi oleh produk dari luar daerah.

    “Kami melihat di dua tempat yang sudah dikunjungi memang ada produk UMKM. Namun di sini masih didominasi UMKM dari Samarinda. Tentu harapan kami UMKM Balikpapan juga diberi ruang,” katanya.

    Ia menambahkan, setiap tahun pihaknya secara rutin melakukan pemantauan ke sejumlah ritel modern untuk memastikan adanya rak khusus bagi produk UMKM.

    “Setiap lokasi yang kami kunjungi, kami selalu melihat apakah tempat tersebut menerima dan menyiapkan rak khusus untuk produk UMKM,” jelasnya.

    Dari sisi kualitas produk, Dio menilai UMKM Balikpapan sudah menunjukkan perkembangan yang baik dan mulai menuju kategori UMKM naik kelas. Hal ini terlihat dari kemasan produk yang semakin rapi dan menarik.

    “Kemasan produk UMKM sudah bagus. Kami juga melihat tidak menggunakan pewarna yang terlalu mencolok, dan harganya masih terjangkau,” ungkapnya.

    Meski demikian, ia menilai promosi masih menjadi tantangan utama bagi pelaku UMKM di Balikpapan. Oleh karena itu, dukungan dari ritel modern sangat dibutuhkan agar produk lokal lebih dikenal masyarakat.

    “Sekarang tinggal bagaimana kita bisa lebih mempromosikan produk-produk UMKM yang ada di Balikpapan,” pungkasnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)

    (Sf/Rs)