Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Kepala DP3AP2KB PPU, Chairur Rozikin saat membacakan sambutan dari Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin di Hotel Aqila Penajam.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dalam rangka mendukung dan mewujudkan program Kabupaten Layak Anak (KLA), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) di Hotel Aqila, Jalan Propinsi Kilometer 9, Kelurahan Nipah-nipah.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 5-7 November 2024 dan diikuti sebanyak 50 peserta dari tenaga kesehatan, gugus tugas KLA, tim penggerak PKK, SKPD dan lainnya.
Kepala DP3AP2KB PPU, Chairur Rozikin mengatakan pelatihan KHA ini merupakan salah satu tolak ukur dalam evaluasi KLA.
Selain itu, pelatihan ini juga menerapkan kabupaten/kota untuk mempunyai sistem pembangunan yang menjamin hak anak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan.
“Anak-anak itu merupakan aset bangsa yang akan melanjutkan estafet pembangunan bangsa. Jadi perlindungan dan pemenuhan hak anak itu penting dilakukan,” ucap Rozikin, Selasa (5/11/2024).
Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat dan meningkatkan komitmen bersama, serta mendorong Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih oleh Konvensi Hak Anak untuk berperan secara langsung dalam mengembangkan kebijakan dan langkah-langkah strategi dalam implementasi pengembangan KLA di PPU.
Rozikin mengaku untuk mewujudkan KLA, ada 24 indikator yang didasarkan pada substansi hak-hak anak. Ini dikelompokkan ke dalam kelembagaan dan masuk dalam lima klaster pemenuhan hak-hak anak dalam KHA, yaitu hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya serta perlindungan khusus.
“Kita selama empat tahun belakangan ini telah meraih penghargaan KLA dengan predikat Pratama empat kali berturut-turut dan pada 2023 lalu meningkat jadi predikat Madya,” ungkap Rozikin.
DP3AP2KB PPU menargetkan pada 2024 ini bisa meraih penghargaan KLA dengan predikat Nindya. “Untuk mencapai target itu perlu adanya sinergi antarpihak demi mendukung dan mewujudkan KLA di PPU,” tandasnya. (adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Kepala DP3AP2KB PPU, Chairur Rozikin saat membacakan sambutan dari Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin di Hotel Aqila Penajam.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dalam rangka mendukung dan mewujudkan program Kabupaten Layak Anak (KLA), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) di Hotel Aqila, Jalan Propinsi Kilometer 9, Kelurahan Nipah-nipah.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 5-7 November 2024 dan diikuti sebanyak 50 peserta dari tenaga kesehatan, gugus tugas KLA, tim penggerak PKK, SKPD dan lainnya.
Kepala DP3AP2KB PPU, Chairur Rozikin mengatakan pelatihan KHA ini merupakan salah satu tolak ukur dalam evaluasi KLA.
Selain itu, pelatihan ini juga menerapkan kabupaten/kota untuk mempunyai sistem pembangunan yang menjamin hak anak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan.
“Anak-anak itu merupakan aset bangsa yang akan melanjutkan estafet pembangunan bangsa. Jadi perlindungan dan pemenuhan hak anak itu penting dilakukan,” ucap Rozikin, Selasa (5/11/2024).
Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat dan meningkatkan komitmen bersama, serta mendorong Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih oleh Konvensi Hak Anak untuk berperan secara langsung dalam mengembangkan kebijakan dan langkah-langkah strategi dalam implementasi pengembangan KLA di PPU.
Rozikin mengaku untuk mewujudkan KLA, ada 24 indikator yang didasarkan pada substansi hak-hak anak. Ini dikelompokkan ke dalam kelembagaan dan masuk dalam lima klaster pemenuhan hak-hak anak dalam KHA, yaitu hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya serta perlindungan khusus.
“Kita selama empat tahun belakangan ini telah meraih penghargaan KLA dengan predikat Pratama empat kali berturut-turut dan pada 2023 lalu meningkat jadi predikat Madya,” ungkap Rozikin.
DP3AP2KB PPU menargetkan pada 2024 ini bisa meraih penghargaan KLA dengan predikat Nindya. “Untuk mencapai target itu perlu adanya sinergi antarpihak demi mendukung dan mewujudkan KLA di PPU,” tandasnya. (adv)
(Sf/By)