Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Untuk Turunkan Angka Stunting, Pemkab PPU Dorong Masyarakat Gemar Makan Ikan

    Penulis:Muhammad Sahrul|Redaktur:Rusdianto
    12 Mei 2024 pukul 12:45 WITA

    Sosialisasi Gemarikan di PPU (Humas Pemkab PPU/Seputarfakta.com)

    Penajam - Usaha menurunkan angka stunting terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU). Salah satunya dengan mendorong masyarakat untuk gemar makan ikan yang kaya akan protein.

    Dinas kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim bersama Dinas Perikanan PPU turut ambil bagian dalam langkah penanganan stunting dengan melakukan sosialisasi gerakan masyarakat makan ikan (Gemarikan) yang rutin dilaksanakan.

    Sosialisasi Gemarikan dilaksanakan di laksanakan di halaman komplek Islamic Center, Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Rabu (8/5/2024) lalu. 
    Kepala Bidang (Kabid) Perikanan, Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Irma Listiawati, mengatakan kegiatan itu merupakan kolaborasi pemerintah provinsi (Pemprov) dengan Pemkab sebagai langkah percepatan penurunan angka stunting di Provinsi Kaltim. 

    Ia katakan, agenda dengan tema makan ikan sehat, kuat, dan cerdas memiliki arti pentingnya ikan sebagai sumber protein keluarga, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya ikan yang ada di PPU.

    “Tentunya di kegiatan ini juga kami ingin mendukung teman-teman di Dinas Perikanan provinsi dalam hal meningkatkan dan mendukung potensi apa yang perlu dikembangkan untuk kelautan dan perikanan yang ada di kabupaten ini”, kata Irma.

    Menurutnya, PPU punya potensi dalam hal pengembangan, baik dari sisi perikanan tangkap, dan perikanan budidaya yang terdiri dari tangkap laut dan perairan umum, untuk potensi budidayanya ada dari tambak, kolam, dan keramba.

    “Dari potensi ini kami juga menggandeng pelaku Usaha, Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk-produk olahan yang bernilai tambah sehingga ikan ini tidak hanya di komsumsi segar, tapi bisa kreasi dan diinovasi dalam bentu olahan lainnya,” tuturnya.

    Kepala Dinas perikanan PPU, Rozihan Asward saat mengatakan, agenda diadakan sebagai upaya pemerintah dalam memberikan edukasi melalui sosialisasi guna meningkatkan konsumsi ikan. 

    Kegiatan ini, kata dia juga bertujuan memperkenalkan berbagai jenis masakan berbahan baku ikan kepada masyarakat.

    “Informasi ini harus disebarluaskan agar masyarakat tahu kandungan gizi, manfaat gizi ikan bagi kesehatan dan kecerdasan terutama pada anak usia dini,”ungkap Rozihan.

    Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab PPU, Sodikin berharap kampanye gemar makan ikan harus dilaksanakan terus menerus secara simultan, apalagi daya dukung untuk daerah PPU terkait keberadaan ikan itu sangat banyak jika dibandingkan didaerah lain.

    Menurutnya, mengonsumi ikan penting dalam rangka pengembangan otak anak, yakni untuk anak minimal usia satu tahun keatas. “Sehingga sangat disayangkan kalau misalnya kita sebagai pemerintah tidak mensosialisasikan hal ini,” katanya.

    Orang tua anak, lanjut dia katakan, juga berperan dalam menjaga keberlangsungan pertumbuhan anak, maka sepatutnya memenuhi kebutuhan konsumsi protein untuk anak.

    “Peran ibu-ibu juga sangat penting dan dominan bagaimana cara anak-anak itu bisa makan ikan,”tambahnya.

    Sementara, Ketua TP PKK PPU, Linda Romauli Siregar Marbun, menyampaikan kesan yang positif dan langkah yang baik sehingga terbangunnya sinergitas seluruh elemen dalam upaya percepatan penanggulangan stunting dan gizi buruk di masyarakat. 

    Kegiatan tersebut, ia minta agar turut di sosialisasikan kepada pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah dasar (SD).
    
“Ke depan kita tetap tercipta sinergitas yang senantiasa berkelanjutan antar dinas perikanan PPU dengan tim penggerak PKK, untuk menggerakan masyarakat terkait program-program yang baik dari semua OPD dan kami juga akan bekerja sama dengan dasawisma sehingga tujuan kita dalam percepatan penanggulangan stunting dan gizi buruk masyarakat dapat tercapai melalui program kegiatan yang strategis,” jelas Linda. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Untuk Turunkan Angka Stunting, Pemkab PPU Dorong Masyarakat Gemar Makan Ikan

    Penulis:Muhammad Sahrul|Redaktur:Rusdianto
    12 Mei 2024 pukul 12:45 WITA

    Sosialisasi Gemarikan di PPU (Humas Pemkab PPU/Seputarfakta.com)

    Penajam - Usaha menurunkan angka stunting terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU). Salah satunya dengan mendorong masyarakat untuk gemar makan ikan yang kaya akan protein.

    Dinas kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim bersama Dinas Perikanan PPU turut ambil bagian dalam langkah penanganan stunting dengan melakukan sosialisasi gerakan masyarakat makan ikan (Gemarikan) yang rutin dilaksanakan.

    Sosialisasi Gemarikan dilaksanakan di laksanakan di halaman komplek Islamic Center, Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Rabu (8/5/2024) lalu. 
    Kepala Bidang (Kabid) Perikanan, Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Irma Listiawati, mengatakan kegiatan itu merupakan kolaborasi pemerintah provinsi (Pemprov) dengan Pemkab sebagai langkah percepatan penurunan angka stunting di Provinsi Kaltim. 

    Ia katakan, agenda dengan tema makan ikan sehat, kuat, dan cerdas memiliki arti pentingnya ikan sebagai sumber protein keluarga, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya ikan yang ada di PPU.

    “Tentunya di kegiatan ini juga kami ingin mendukung teman-teman di Dinas Perikanan provinsi dalam hal meningkatkan dan mendukung potensi apa yang perlu dikembangkan untuk kelautan dan perikanan yang ada di kabupaten ini”, kata Irma.

    Menurutnya, PPU punya potensi dalam hal pengembangan, baik dari sisi perikanan tangkap, dan perikanan budidaya yang terdiri dari tangkap laut dan perairan umum, untuk potensi budidayanya ada dari tambak, kolam, dan keramba.

    “Dari potensi ini kami juga menggandeng pelaku Usaha, Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk-produk olahan yang bernilai tambah sehingga ikan ini tidak hanya di komsumsi segar, tapi bisa kreasi dan diinovasi dalam bentu olahan lainnya,” tuturnya.

    Kepala Dinas perikanan PPU, Rozihan Asward saat mengatakan, agenda diadakan sebagai upaya pemerintah dalam memberikan edukasi melalui sosialisasi guna meningkatkan konsumsi ikan. 

    Kegiatan ini, kata dia juga bertujuan memperkenalkan berbagai jenis masakan berbahan baku ikan kepada masyarakat.

    “Informasi ini harus disebarluaskan agar masyarakat tahu kandungan gizi, manfaat gizi ikan bagi kesehatan dan kecerdasan terutama pada anak usia dini,”ungkap Rozihan.

    Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab PPU, Sodikin berharap kampanye gemar makan ikan harus dilaksanakan terus menerus secara simultan, apalagi daya dukung untuk daerah PPU terkait keberadaan ikan itu sangat banyak jika dibandingkan didaerah lain.

    Menurutnya, mengonsumi ikan penting dalam rangka pengembangan otak anak, yakni untuk anak minimal usia satu tahun keatas. “Sehingga sangat disayangkan kalau misalnya kita sebagai pemerintah tidak mensosialisasikan hal ini,” katanya.

    Orang tua anak, lanjut dia katakan, juga berperan dalam menjaga keberlangsungan pertumbuhan anak, maka sepatutnya memenuhi kebutuhan konsumsi protein untuk anak.

    “Peran ibu-ibu juga sangat penting dan dominan bagaimana cara anak-anak itu bisa makan ikan,”tambahnya.

    Sementara, Ketua TP PKK PPU, Linda Romauli Siregar Marbun, menyampaikan kesan yang positif dan langkah yang baik sehingga terbangunnya sinergitas seluruh elemen dalam upaya percepatan penanggulangan stunting dan gizi buruk di masyarakat. 

    Kegiatan tersebut, ia minta agar turut di sosialisasikan kepada pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah dasar (SD).
    
“Ke depan kita tetap tercipta sinergitas yang senantiasa berkelanjutan antar dinas perikanan PPU dengan tim penggerak PKK, untuk menggerakan masyarakat terkait program-program yang baik dari semua OPD dan kami juga akan bekerja sama dengan dasawisma sehingga tujuan kita dalam percepatan penanggulangan stunting dan gizi buruk masyarakat dapat tercapai melalui program kegiatan yang strategis,” jelas Linda. (Adv)

    (Sf/Rs)