Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Kepala BKAD PPU, Muhajir. (Erwin/Seputarfakta.com)
Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) klaim serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 terus mengalami peningkatan.
Besaran APBD pada 2024 ini mencapai Rp2,6 triliun. Jumlahnya mengalami kenaikan cukup siginifikan jika dibandingkan dari APBD 2023 yang hanya Rp1,9 triliun.
Kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU, Muhajir menjelaskan serapan anggaran hingga kini terus mengalami peningkatan.
“Serapan anggaran sampai penghujung triwulan pertama 2024 sudah di angka delapan persen,” katanya, Jumat (28/3/2024).
Serapan anggaran tersebut dinilai masih di dominasi belanja rutin, seperti pembayaran gaji pegawai, Anggaran Dana Desa (ADD) dan lainnya.
“Komponen rutin seperti belanja pegawai, ADD tahap satu, belanja infrastruktur yang sifatnya fisik Dana Alokasi Khusus (DAK) karena sudah ada yang ajukan uang muka,” akunya.
Persentase serapan dinilai bakal mengalami peningkatan apabila pemerintah daerah kembali menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk pegawai dan honorer.
Alokasi anggaran keseluruhan komponen THR dan gaji ke-13 PNS dan PPPK ditaksir mencapai Rp39,6 miliar dan honorer Rp8,1 miliar.
“Apalagi nanti kalau terealisasi semua ini, saya kira menambah realisasi serapan,” tutupnya.
(Adv)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Kepala BKAD PPU, Muhajir. (Erwin/Seputarfakta.com)
Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) klaim serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 terus mengalami peningkatan.
Besaran APBD pada 2024 ini mencapai Rp2,6 triliun. Jumlahnya mengalami kenaikan cukup siginifikan jika dibandingkan dari APBD 2023 yang hanya Rp1,9 triliun.
Kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU, Muhajir menjelaskan serapan anggaran hingga kini terus mengalami peningkatan.
“Serapan anggaran sampai penghujung triwulan pertama 2024 sudah di angka delapan persen,” katanya, Jumat (28/3/2024).
Serapan anggaran tersebut dinilai masih di dominasi belanja rutin, seperti pembayaran gaji pegawai, Anggaran Dana Desa (ADD) dan lainnya.
“Komponen rutin seperti belanja pegawai, ADD tahap satu, belanja infrastruktur yang sifatnya fisik Dana Alokasi Khusus (DAK) karena sudah ada yang ajukan uang muka,” akunya.
Persentase serapan dinilai bakal mengalami peningkatan apabila pemerintah daerah kembali menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk pegawai dan honorer.
Alokasi anggaran keseluruhan komponen THR dan gaji ke-13 PNS dan PPPK ditaksir mencapai Rp39,6 miliar dan honorer Rp8,1 miliar.
“Apalagi nanti kalau terealisasi semua ini, saya kira menambah realisasi serapan,” tutupnya.
(Adv)