Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Ketua TP PKK PPU, Dewi Yuliana (Dok: Humassetkabppu)
Penajam – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya menekan angka stunting melalui program yang menyasar ibu dan anak.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah meluncurkan program Cegah Stunting Ibu, Anak Tangguh Aktif (CINTA) yang berfokus pada edukasi pola asuh, perbaikan gizi serta pemberdayaan keluarga.
Ketua TP PKK PPU, Dewi Yuliana menyebut stunting bukan persoalan tinggi badan anak yang kurang saja, tapi juga menyangkut perkembangan otak, kemampuan belajar dan kualitas hidup anak di masa depan.
"Permasalahan stunting adalah tantangan jangka panjang yang membutuhkan kerja bersama, mulai dari orang tua, kader PKK hingga seluruh perangkat desa dan instansi pemerintah," ujarnya, Selasa (5/8/2025).
Dewi menekankan pentingnya melakukan pencegahan stunting sejak dini dengan memberikan edukasi remaja untuk mencegah pernikahan dini, pemberian makanan sehat ibu kepada anak usia dua tahun ke atas hingga pemanfaatan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan keluarga melalui program Satu Rumah Pertanian dan Peternakan (SARAPAN).
Sementara Sekretaris DP3AP2KB PPU, Nurbayah turut menjelaskan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi yang terjadi secara berulang.
Ia menekankan anak dengan postur tubuh pendek belum tentu terindikasi sebagai penderita stunting, tapi disertai dengan penyakit penyerta.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di PPU mencapai 32 persen dan menjadi yang tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim).
"Ini adalah pekerjaan rumah besar bagi kita semua. Stunting tidak cukup diatasi dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) saja, tapi perlu pola asuh yang tepat oleh orang tua," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Ketua TP PKK PPU, Dewi Yuliana (Dok: Humassetkabppu)
Penajam – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya menekan angka stunting melalui program yang menyasar ibu dan anak.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah meluncurkan program Cegah Stunting Ibu, Anak Tangguh Aktif (CINTA) yang berfokus pada edukasi pola asuh, perbaikan gizi serta pemberdayaan keluarga.
Ketua TP PKK PPU, Dewi Yuliana menyebut stunting bukan persoalan tinggi badan anak yang kurang saja, tapi juga menyangkut perkembangan otak, kemampuan belajar dan kualitas hidup anak di masa depan.
"Permasalahan stunting adalah tantangan jangka panjang yang membutuhkan kerja bersama, mulai dari orang tua, kader PKK hingga seluruh perangkat desa dan instansi pemerintah," ujarnya, Selasa (5/8/2025).
Dewi menekankan pentingnya melakukan pencegahan stunting sejak dini dengan memberikan edukasi remaja untuk mencegah pernikahan dini, pemberian makanan sehat ibu kepada anak usia dua tahun ke atas hingga pemanfaatan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan keluarga melalui program Satu Rumah Pertanian dan Peternakan (SARAPAN).
Sementara Sekretaris DP3AP2KB PPU, Nurbayah turut menjelaskan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi yang terjadi secara berulang.
Ia menekankan anak dengan postur tubuh pendek belum tentu terindikasi sebagai penderita stunting, tapi disertai dengan penyakit penyerta.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di PPU mencapai 32 persen dan menjadi yang tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim).
"Ini adalah pekerjaan rumah besar bagi kita semua. Stunting tidak cukup diatasi dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) saja, tapi perlu pola asuh yang tepat oleh orang tua," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)