Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Pemerintah daerah saat meninjau lokasi banjir di Desa Bukit Subur, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Selasa (22/4/2025).(Dok:istimewa)
Penajam - Wakil Bupati (Wabup) Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin meninjau lokasi banjir di Desa Bukit Subur, Kecamatan Penajam, Selasa (22/4/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat kondisi dan dampak banjir yang merendam ratusan rumah warga secara langsung.
Sebelumnya Desa Bukit Subur sempat diguyur hujan selama berjam-jam dan menyebabkan air sungai meluap hingga ke pemukiman warga, Senin (21/4/2024).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU mencatat 181 rumah terendam dan 622 warga menjadi korban banjir.
“Kita mendengarkan aspirasi warga dan memastikan percepatan langkah penanganan banjir, serta upaya pencegahan untuk ke depannya,” ucapnya.
Waris Muin memulai kunjungan dengan melihat area jembatan yang diduga menjadi salah satu penyebab tersumbatnya aliran sungai, sehingga airnya meluap ke permukiman warga.
Ia menegaskan pemerintah daerah berkomitmen mempercepat respon terhadap bencana banjir dan berupaya mengatasi akar permasalahannya sebagai bentuk penanganan untuk jangka panjang.
“Kedatangan kami bukan sekadar menyerahkan bantuan, tapi melihat secara langsung situasi dan mendengar keluhan dari warga setempat. Kita upayakan penanganan dilakukan sesegera mungkin, seperti normalisasi sungai dan pembenahan infrastruktur agar tidak terjadi banjir susulan,” tandasnya.(Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Pemerintah daerah saat meninjau lokasi banjir di Desa Bukit Subur, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Selasa (22/4/2025).(Dok:istimewa)
Penajam - Wakil Bupati (Wabup) Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin meninjau lokasi banjir di Desa Bukit Subur, Kecamatan Penajam, Selasa (22/4/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat kondisi dan dampak banjir yang merendam ratusan rumah warga secara langsung.
Sebelumnya Desa Bukit Subur sempat diguyur hujan selama berjam-jam dan menyebabkan air sungai meluap hingga ke pemukiman warga, Senin (21/4/2024).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU mencatat 181 rumah terendam dan 622 warga menjadi korban banjir.
“Kita mendengarkan aspirasi warga dan memastikan percepatan langkah penanganan banjir, serta upaya pencegahan untuk ke depannya,” ucapnya.
Waris Muin memulai kunjungan dengan melihat area jembatan yang diduga menjadi salah satu penyebab tersumbatnya aliran sungai, sehingga airnya meluap ke permukiman warga.
Ia menegaskan pemerintah daerah berkomitmen mempercepat respon terhadap bencana banjir dan berupaya mengatasi akar permasalahannya sebagai bentuk penanganan untuk jangka panjang.
“Kedatangan kami bukan sekadar menyerahkan bantuan, tapi melihat secara langsung situasi dan mendengar keluhan dari warga setempat. Kita upayakan penanganan dilakukan sesegera mungkin, seperti normalisasi sungai dan pembenahan infrastruktur agar tidak terjadi banjir susulan,” tandasnya.(Adv)
(Sf/Lo)