Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Kantor Dishub PPU.(Foto:Agus Saputra/Seputrfakta.com)
Penajam - Dinas Perhubungan (Dishub) Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya meningkatkan pelayanan dengan mengusulkan pengadaan dua unit mobil derek (Towing) yang memiliki berat lima hingga delapan ton dan satu unit mobil crane skylift (Mobil Tangga) di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2024.
Sekretaris Dishub PPU, Surna Satriadi menyatakan, pengadaan tiga unit tersebut dinilai sangat penting karena memiliki keunggulan masing-masing. Salah satunya ketika dihadapkan dengan kendaraan yang berbobot besar yang mengalami kecelakaan lalu lintas dan menyebabkan kendaraan itu tidak bisa dijalankan atau terbalik, sehingga tidak perlu khawatir lagi karena satu unit mobil derek sudah bisa mengatasi permasalahan itu.
“Jika mobil besar mengalami kecelakaan lalu lintas dan tidak segera diatasi, itu bakal terjadi kemacetan. Dulu sempat ada kejadian mobil truk terbalik di Pasar Petung, makanya kami mengusulkan pengadaan dua unit mobil derek sekaligus satu unit mobil tangga,” ucap Surna, Kamis (5/9/2024).
Selain itu, menurut penuturan Surna. Kegunaan dari mobil derek tidak sekedar mengangkut kendaraan mogok di lalu lintas, tapi juga untuk menertibkan kendaraan milik warga yang parkir di tempat tidak seharusnya atau parkir sembarangan. Salah satu contohnya seperti parkir di trotoar.
Terkait kegunaan mobil tangga, Surna mengaku
kendaraan itu memiliki fungsi untuk mempermudah seseorang atau material menggapai tempat yang lebih tinggi. Jika dibandingkan dengan cara mengangkat secara manual, maka menggunakan kendaraan ini lebih efisien.
“Kendaraan skylift dapat diandalkan untuk berbagai kebutuhan, baik itu kebutuhan konstruksi maupun kebutuhan yang lebih ringan, contohnya seperti terjadi pohon tumbang di area lalu lintas, maka harus sigap memotong pohon itu menjadi beberapa bagian dengan dipermudah memakai kendaraan skylift itu,” jelas Surna.
Untuk menghadirkan tiga unit kendaraan itu, Surna menyebut jumlah anggaran yang harus dikeluarkan sekitar Rp4 miliar pada APBD Perubahan 2024. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Kantor Dishub PPU.(Foto:Agus Saputra/Seputrfakta.com)
Penajam - Dinas Perhubungan (Dishub) Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya meningkatkan pelayanan dengan mengusulkan pengadaan dua unit mobil derek (Towing) yang memiliki berat lima hingga delapan ton dan satu unit mobil crane skylift (Mobil Tangga) di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2024.
Sekretaris Dishub PPU, Surna Satriadi menyatakan, pengadaan tiga unit tersebut dinilai sangat penting karena memiliki keunggulan masing-masing. Salah satunya ketika dihadapkan dengan kendaraan yang berbobot besar yang mengalami kecelakaan lalu lintas dan menyebabkan kendaraan itu tidak bisa dijalankan atau terbalik, sehingga tidak perlu khawatir lagi karena satu unit mobil derek sudah bisa mengatasi permasalahan itu.
“Jika mobil besar mengalami kecelakaan lalu lintas dan tidak segera diatasi, itu bakal terjadi kemacetan. Dulu sempat ada kejadian mobil truk terbalik di Pasar Petung, makanya kami mengusulkan pengadaan dua unit mobil derek sekaligus satu unit mobil tangga,” ucap Surna, Kamis (5/9/2024).
Selain itu, menurut penuturan Surna. Kegunaan dari mobil derek tidak sekedar mengangkut kendaraan mogok di lalu lintas, tapi juga untuk menertibkan kendaraan milik warga yang parkir di tempat tidak seharusnya atau parkir sembarangan. Salah satu contohnya seperti parkir di trotoar.
Terkait kegunaan mobil tangga, Surna mengaku
kendaraan itu memiliki fungsi untuk mempermudah seseorang atau material menggapai tempat yang lebih tinggi. Jika dibandingkan dengan cara mengangkat secara manual, maka menggunakan kendaraan ini lebih efisien.
“Kendaraan skylift dapat diandalkan untuk berbagai kebutuhan, baik itu kebutuhan konstruksi maupun kebutuhan yang lebih ringan, contohnya seperti terjadi pohon tumbang di area lalu lintas, maka harus sigap memotong pohon itu menjadi beberapa bagian dengan dipermudah memakai kendaraan skylift itu,” jelas Surna.
Untuk menghadirkan tiga unit kendaraan itu, Surna menyebut jumlah anggaran yang harus dikeluarkan sekitar Rp4 miliar pada APBD Perubahan 2024. (Adv)
(Sf/By)