Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Distan PPU dan DPTPH Kaltim Gelar Bimtek di Poktan Margo Mulyo, di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu. Kamis (3/10/2024) kemarin. (Dok.DPTPH Kaltim)
Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) dan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur (Kaltim) melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) di Kelompok Tani (Poktan) Margo Mulyo, Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu. Kamis (3/10/2024).
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan mengatakan Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan produksi tanaman pangan di wilayah yang memiliki julukan Benuo Taka ini.
“Bimtek tersebut diikuti oleh perwakilan dari seluruh Poktan yang bergerak di bidang tanaman pangan di Desa Gunung Mulya, ada sebanyak 40 orang,” ucap Gunawan, Jumat (4/10/2024).
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan posisi tawar komoditas padi, baik itu dilihat dari sisi budidaya melalui varietas unggul baru, pengelolaan hama penyakit, sistem pola tanam, pemupukan berimbang, serta hilirisasi padi pada daerah sentra padi di Kecamatan Penajam.
“Narasumber pada kegiatan tersebut adalah Balai Standarisasi Instrumen Pertanian Kementerian Pertanian Kaltim, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan yang memiliki peran untuk membantu dan membimbing petani dalam mengendalikan hama dan penyakit pada tumbuhan pangan,” ungkap Gunawan.
Pihaknya pun ikut melibatkan Bankaltimtara sebagai pendukung permodalan bagi petani, dengan harapan hilirisasi bisa berjalan dengan maksimal serta petani mampu mengakses permodalan dari perbankan sebagai upaya penguatan modal bagi pelaku utama.
“Kami tak hanya membantu petani dalam meningkatkan produksi tanaman pangan seperti padi untuk mendukung ketahanan pangan lokal saja, tetapi juga kami menekankan inovasi teknologi di sektor pertanian dan perlindungan petani melalui asuransi,” jelas Gunawan.
Dengan adanya bimtek, besar harapan dari pihaknya untuk bisa meningkatkan pengetahuan serta merubah perilaku pelaku utama dalam meningkatkan mutu dalam rangka meningkatkan posisi tawar komoditas padi. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Distan PPU dan DPTPH Kaltim Gelar Bimtek di Poktan Margo Mulyo, di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu. Kamis (3/10/2024) kemarin. (Dok.DPTPH Kaltim)
Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) dan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur (Kaltim) melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) di Kelompok Tani (Poktan) Margo Mulyo, Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu. Kamis (3/10/2024).
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan mengatakan Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan produksi tanaman pangan di wilayah yang memiliki julukan Benuo Taka ini.
“Bimtek tersebut diikuti oleh perwakilan dari seluruh Poktan yang bergerak di bidang tanaman pangan di Desa Gunung Mulya, ada sebanyak 40 orang,” ucap Gunawan, Jumat (4/10/2024).
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan posisi tawar komoditas padi, baik itu dilihat dari sisi budidaya melalui varietas unggul baru, pengelolaan hama penyakit, sistem pola tanam, pemupukan berimbang, serta hilirisasi padi pada daerah sentra padi di Kecamatan Penajam.
“Narasumber pada kegiatan tersebut adalah Balai Standarisasi Instrumen Pertanian Kementerian Pertanian Kaltim, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan yang memiliki peran untuk membantu dan membimbing petani dalam mengendalikan hama dan penyakit pada tumbuhan pangan,” ungkap Gunawan.
Pihaknya pun ikut melibatkan Bankaltimtara sebagai pendukung permodalan bagi petani, dengan harapan hilirisasi bisa berjalan dengan maksimal serta petani mampu mengakses permodalan dari perbankan sebagai upaya penguatan modal bagi pelaku utama.
“Kami tak hanya membantu petani dalam meningkatkan produksi tanaman pangan seperti padi untuk mendukung ketahanan pangan lokal saja, tetapi juga kami menekankan inovasi teknologi di sektor pertanian dan perlindungan petani melalui asuransi,” jelas Gunawan.
Dengan adanya bimtek, besar harapan dari pihaknya untuk bisa meningkatkan pengetahuan serta merubah perilaku pelaku utama dalam meningkatkan mutu dalam rangka meningkatkan posisi tawar komoditas padi. (Adv)
(Sf/By)