Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Tingkatkan Kualitas SDM Penyangga IKN, Pemkab PPU Teken MoU dengan UNPAR

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    10 Juni 2025 pukul 10:21 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor (kiri) dan Rektor UNPAR, Tri Basuki Joewono (kanan) setelah melakukan penandatanganan MoU.(Dok: Humassetkabppu)

    Penajam - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor menandatangani MoU bersama Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR). 

    Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Rektorat UNPAR, Bandung, Jawa Barat, Senin (9/6/2025). Kesepakatan dibuat untuk pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 

    Ini adalah langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Mudyat Noor menegaskan peningkatan kualitas SDM sangat penting untuk menunjang pembangunan IKN. 

    “Seiring dengan pembangunan IKN kita di PPU harus bersiap, bukan hanya dari sisi infrastruktur, tapi juga dari sisi SDM. Karena itu, kita membangun kemitraan dengan institusi pendidikan unggul seperti UNPAR adalah langkah penting,” ucap Mudyat.

    Ia turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini dan menekankan kerja sama yang dijalin bersama UNPAR merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda PPU agar siap bersaing di masa mendatang.

    “Bandung menjadi salah satu rujukan kami karena kita tahu di sinilah tempat orang-orang berilmu, penuh kreativitas dan punya komitmen terhadap pembangunan bangsa. Terima kasih atas sambutan hangat dari rekan-rekan UNPAR, semoga kerja sama ini membawa manfaat besar bagi masyarakat PPU,” imbuhnya.

    Sementara Rektor UNPAR, Tri Basuki Joewono menyambut baik kerja sama yang dijalin bersama Pemkab PPU. Ia menganggap kolaborasi ini merupakan bentuk kontribusi nyata dari perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional, khususnya di kawasan Timur Indonesia. 

    “Melalui pembukaan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU), kami ingin turut membangun kualitas SDM di PPU secara berkelanjutan,” ujarnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor UNPAR, Catharina Badra Nawangpalupi menambahkan UNPAR memiliki akreditasi unggul sebagai jaminan mutu pendidikan. Ia juga menyampaikan UNPAR bakal melaksanakan berbagai program strategis, mulai dari matrikulasi, pendidikan sarjana hingga program magister.

    Program matrikulasi nantinya akan difokuskan pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi calon mahasiswa, terutama lulusan SMA dan peserta dari Kalimantan Timur (Kaltim) yang memenuhi kualifikasi. Rencananya program ini bakal dibuka mulai tahun akademik 2026/2027.

    Sementara program magister akan mencakup sebelas prodi dan difokuskan pada Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemkab PPU.

    Tidak hanya itu, UNPAR juga memberikan potongan biaya 20 persen dari total Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan sistem perkuliahan hybrid yang fleksibel.

    Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab PPU, Nicko Herlambang mengatakan pemerintah daerah tengah menyiapkan program beasiswa bagi putra-putri daerah yang akan menempuh pendidikan di UNPAR. 

    Beasiswa ini akan disesuaikan dengan kebijakan pendidikan gratis dari Pemprov Kaltim. Bahkan Pemkab PPU juga berkomitmen akan mendukung penyediaan akses jalan dan jaringan listrik ke lokasi kegiatan pendidikan.

    “PPU saat ini telah memiliki satu perguruan tinggi, yakni Universitas Gunadarma dengan jumlah mahasiswa mencapai 700 orang. Tapi dengan masuknya UNPAR, diharapkan PPU semakin siap menjadi pusat pengembangan SDM unggul di kawasan penyangga IKN”, tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Tingkatkan Kualitas SDM Penyangga IKN, Pemkab PPU Teken MoU dengan UNPAR

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    10 Juni 2025 pukul 10:21 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor (kiri) dan Rektor UNPAR, Tri Basuki Joewono (kanan) setelah melakukan penandatanganan MoU.(Dok: Humassetkabppu)

    Penajam - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor menandatangani MoU bersama Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR). 

    Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Rektorat UNPAR, Bandung, Jawa Barat, Senin (9/6/2025). Kesepakatan dibuat untuk pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 

    Ini adalah langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Mudyat Noor menegaskan peningkatan kualitas SDM sangat penting untuk menunjang pembangunan IKN. 

    “Seiring dengan pembangunan IKN kita di PPU harus bersiap, bukan hanya dari sisi infrastruktur, tapi juga dari sisi SDM. Karena itu, kita membangun kemitraan dengan institusi pendidikan unggul seperti UNPAR adalah langkah penting,” ucap Mudyat.

    Ia turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini dan menekankan kerja sama yang dijalin bersama UNPAR merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda PPU agar siap bersaing di masa mendatang.

    “Bandung menjadi salah satu rujukan kami karena kita tahu di sinilah tempat orang-orang berilmu, penuh kreativitas dan punya komitmen terhadap pembangunan bangsa. Terima kasih atas sambutan hangat dari rekan-rekan UNPAR, semoga kerja sama ini membawa manfaat besar bagi masyarakat PPU,” imbuhnya.

    Sementara Rektor UNPAR, Tri Basuki Joewono menyambut baik kerja sama yang dijalin bersama Pemkab PPU. Ia menganggap kolaborasi ini merupakan bentuk kontribusi nyata dari perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional, khususnya di kawasan Timur Indonesia. 

    “Melalui pembukaan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU), kami ingin turut membangun kualitas SDM di PPU secara berkelanjutan,” ujarnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor UNPAR, Catharina Badra Nawangpalupi menambahkan UNPAR memiliki akreditasi unggul sebagai jaminan mutu pendidikan. Ia juga menyampaikan UNPAR bakal melaksanakan berbagai program strategis, mulai dari matrikulasi, pendidikan sarjana hingga program magister.

    Program matrikulasi nantinya akan difokuskan pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi calon mahasiswa, terutama lulusan SMA dan peserta dari Kalimantan Timur (Kaltim) yang memenuhi kualifikasi. Rencananya program ini bakal dibuka mulai tahun akademik 2026/2027.

    Sementara program magister akan mencakup sebelas prodi dan difokuskan pada Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemkab PPU.

    Tidak hanya itu, UNPAR juga memberikan potongan biaya 20 persen dari total Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan sistem perkuliahan hybrid yang fleksibel.

    Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab PPU, Nicko Herlambang mengatakan pemerintah daerah tengah menyiapkan program beasiswa bagi putra-putri daerah yang akan menempuh pendidikan di UNPAR. 

    Beasiswa ini akan disesuaikan dengan kebijakan pendidikan gratis dari Pemprov Kaltim. Bahkan Pemkab PPU juga berkomitmen akan mendukung penyediaan akses jalan dan jaringan listrik ke lokasi kegiatan pendidikan.

    “PPU saat ini telah memiliki satu perguruan tinggi, yakni Universitas Gunadarma dengan jumlah mahasiswa mencapai 700 orang. Tapi dengan masuknya UNPAR, diharapkan PPU semakin siap menjadi pusat pengembangan SDM unggul di kawasan penyangga IKN”, tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)