Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Pemkab PPU bersama TNI-Polri melakukan gerakan menanam jagung di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu.(Dok:Gunawan)
Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar gerakan menanam jagung sebanyak 25 Kilogram (Kg) bibit di lahan seluas satu Hektare (Ha) di Balai Benih Induk Tanaman Palawija dan Hortikultura, Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu.
Penjabat (Pj) Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani jagung.
“Kita sediakan bibit jagung seberat 25 Kg untuk meningkatkan ketahanan pangan kita,” ucap Zainal Arifin, (23/10/2024).
Jagung, kata dia, merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki peran penting dalam ketahanan pangan nasional. Selain sebagai bahan pangan, jagung juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena digunakan dalam industri pakan ternak, serta berbagai produk olahan lainnya.
“Langkah nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yaitu dengan meningkatkan produksi jagung,” ungkapnya.
Zainal mengaku banyak sekali tantangan yang perlu dihadapi oleh para petani, mulai perubahan iklim, akses permodalan hingga teknologi pertanian yang harus disempurnakan.
Untuk mengatasi segala rintangan itu, perlu ada sinergi bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk TNI-Polri dan pemerintah agar bisa mempercepat tercapainya tujuan pembangunan di sektor pertanian.
“Dengan semangat gotong royong dan kerjasama yang kita tunjukan hari ini, kita yakin bisa menyelesaikan permasalah yang ada. Saat ini kita bukan hanya menanam benih tanaman saja, tetapi juga benih harapan untuk masa depan yang lebih baik,” jelas Zainal.
Ia berharap gerakan ini bisa menjadi momentum dalam meningkatkan produktivitas jagung di wilayah PPU, melalui pemanfaatan lahan dari perluasan lahan dengan komoditas jagung, guna mendukung ketersediaan pangan di IKN.
“Semoga gerakan ini juga dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk turut serta mengembangkan potensi pertanian jagung di wilayah mereka,” pungkasnya. (adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Pemkab PPU bersama TNI-Polri melakukan gerakan menanam jagung di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu.(Dok:Gunawan)
Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar gerakan menanam jagung sebanyak 25 Kilogram (Kg) bibit di lahan seluas satu Hektare (Ha) di Balai Benih Induk Tanaman Palawija dan Hortikultura, Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu.
Penjabat (Pj) Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani jagung.
“Kita sediakan bibit jagung seberat 25 Kg untuk meningkatkan ketahanan pangan kita,” ucap Zainal Arifin, (23/10/2024).
Jagung, kata dia, merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki peran penting dalam ketahanan pangan nasional. Selain sebagai bahan pangan, jagung juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena digunakan dalam industri pakan ternak, serta berbagai produk olahan lainnya.
“Langkah nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yaitu dengan meningkatkan produksi jagung,” ungkapnya.
Zainal mengaku banyak sekali tantangan yang perlu dihadapi oleh para petani, mulai perubahan iklim, akses permodalan hingga teknologi pertanian yang harus disempurnakan.
Untuk mengatasi segala rintangan itu, perlu ada sinergi bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk TNI-Polri dan pemerintah agar bisa mempercepat tercapainya tujuan pembangunan di sektor pertanian.
“Dengan semangat gotong royong dan kerjasama yang kita tunjukan hari ini, kita yakin bisa menyelesaikan permasalah yang ada. Saat ini kita bukan hanya menanam benih tanaman saja, tetapi juga benih harapan untuk masa depan yang lebih baik,” jelas Zainal.
Ia berharap gerakan ini bisa menjadi momentum dalam meningkatkan produktivitas jagung di wilayah PPU, melalui pemanfaatan lahan dari perluasan lahan dengan komoditas jagung, guna mendukung ketersediaan pangan di IKN.
“Semoga gerakan ini juga dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk turut serta mengembangkan potensi pertanian jagung di wilayah mereka,” pungkasnya. (adv)
(Sf/By)