Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Tak Cuma Padamkan Api, Damkar PPU Tangani Ratusan Laporan Ular dan Tawon

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    09 Oktober 2026 pukul 16:09 WITA

    Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menangani 487 laporan penyelamatan ular sepanjang Januari hingga 5 Oktober 2026. Sebanyak 274 laporan di antaranya melibatkan ular berbisa.

    Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak, mengatakan ular menjadi jenis hewan yang paling banyak ditangani dalam operasi penyelamatan nonkebakaran. 

    Dari total laporan, sebanyak 153 kasus melibatkan ular tidak berbisa dan 60 kasus lainnya belum diketahui jenisnya.

    Menurut Fernando, cuaca panas diduga membuat ular lebih sering keluar dari habitatnya dan mendekati permukiman warga. Dalam sehari, petugas bisa menerima beberapa laporan penanganan ular.

    "Cuaca cukup panas membuat ular keluar dari habitatnya. Dalam sehari, laporan yang masuk bisa beberapa kali," ujarnya, Jumat (9/10/2026). 

    Fernando juga mengungkapkan, kebakaran hutan berisiko membahayakan satwa yang hidup di dalamnya. Petugas pernah menemukan ular jenis sanca yang mati terbakar saat melakukan penanganan di lapangan. Telur-telur ular juga berpotensi ikut musnah ketika habitatnya terbakar.

    Selain ular, petugas DPKP PPU juga menangani laporan kemunculan buaya, terutama di kawasan Maridan, yang menurut Fernando memiliki populasi buaya cukup tinggi.

    "Selain ular, ada pula buaya kita tangkap. Laporan paling sering di Maridan karena populasinya memang cukup tinggi," kata Fernando.

    Penanganan satwa hasil evakuasi dikoordinasikan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Satwa yang memerlukan penanganan konservasi akan diserahkan kepada BKSDA, sedangkan yang tidak diambil petugas akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya

    Di luar penanganan ular, DPKP PPU juga menerima 256 laporan operasi penyelamatan tawon jenis Vespa dan lebah madu selama periode yang sama.

    Tingginya laporan penyelamatan hewan menambah jenis penanganan yang harus dilakukan petugas damkar di luar tugas pemadaman kebakaran. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Tak Cuma Padamkan Api, Damkar PPU Tangani Ratusan Laporan Ular dan Tawon

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    09 Oktober 2026 pukul 16:09 WITA

    Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menangani 487 laporan penyelamatan ular sepanjang Januari hingga 5 Oktober 2026. Sebanyak 274 laporan di antaranya melibatkan ular berbisa.

    Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak, mengatakan ular menjadi jenis hewan yang paling banyak ditangani dalam operasi penyelamatan nonkebakaran. 

    Dari total laporan, sebanyak 153 kasus melibatkan ular tidak berbisa dan 60 kasus lainnya belum diketahui jenisnya.

    Menurut Fernando, cuaca panas diduga membuat ular lebih sering keluar dari habitatnya dan mendekati permukiman warga. Dalam sehari, petugas bisa menerima beberapa laporan penanganan ular.

    "Cuaca cukup panas membuat ular keluar dari habitatnya. Dalam sehari, laporan yang masuk bisa beberapa kali," ujarnya, Jumat (9/10/2026). 

    Fernando juga mengungkapkan, kebakaran hutan berisiko membahayakan satwa yang hidup di dalamnya. Petugas pernah menemukan ular jenis sanca yang mati terbakar saat melakukan penanganan di lapangan. Telur-telur ular juga berpotensi ikut musnah ketika habitatnya terbakar.

    Selain ular, petugas DPKP PPU juga menangani laporan kemunculan buaya, terutama di kawasan Maridan, yang menurut Fernando memiliki populasi buaya cukup tinggi.

    "Selain ular, ada pula buaya kita tangkap. Laporan paling sering di Maridan karena populasinya memang cukup tinggi," kata Fernando.

    Penanganan satwa hasil evakuasi dikoordinasikan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Satwa yang memerlukan penanganan konservasi akan diserahkan kepada BKSDA, sedangkan yang tidak diambil petugas akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya

    Di luar penanganan ular, DPKP PPU juga menerima 256 laporan operasi penyelamatan tawon jenis Vespa dan lebah madu selama periode yang sama.

    Tingginya laporan penyelamatan hewan menambah jenis penanganan yang harus dilakukan petugas damkar di luar tugas pemadaman kebakaran. (Adv)

    (Sf/Rs)