Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Kepala Dinsos PPU, Saidin.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Sosial (Dinsos) Penajam Paser Utara (PPU) berencana membangun fasilitas rumah singgah untuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) pada 2025.
Kepala Dinsos PPU, Saidin mengaku telah menyiapkan lahan dan akan menganggarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2025 senilai Rp500 juta untuk merealisasikan rencana tersebut.
Rumah singgah akan dibangun di Jalan Provinsi, Kilometer 5, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam dan ditargetkan rampung pada tahun itu juga.
“Sebelumnya kita telah menganggarkan Rp75 juta dari APBD Perubahan 2024, tetapi anggaran itu digunakan untuk perencanaan saja. Dengan anggaran Rp500 juta di APBD Murni 2025, kita masih belum mengetahui apakah nanti bakal jadi satu atau dua bangunan, tetapi yang pasti tempat itu memiliki dua ruangan yang terpisah untuk perempuan dan laki-laki,” ucap Saidin, Jumat (27/9/2024).
Ia mengaku Dinsos sangat membutuhkan rumah singgah bagi PMKS, seperti anak terlantar, penyandang disabilitas, lanjut usia terlantar dan lainnya. Mengingat kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), masalah sosial diprediksi akan bertambah seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk di PPU.
“Untuk itu, kita membutuhkan tempat untuk menampung orang-orang dengan masalah sosial, termasuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan pecandu narkoba,” ungkap Saidin.
Tak hanya berfokus pada pembangunan, pihaknya akan mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dan kompeten untuk mengatasi permasalahan sosial.
“Jika itu selesai dibangun maka itu merupakan rumah singgah pertama di PPU karena saat ini kita hanya menggunakan tempat sewa untuk menampung dan merawat masyarakat dengan masalah sosial sebelum dipulangkan seperti orang terlantar tetapi bagi ODGJ sebelum dirujuk ke rumah sakit jiwa dan pecandu narkoba sebelum dipastikan sembuh,” jelas Saidin.
Langkah ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa masyarakat di wilayahnya mendapatkan pelayanan yang maksimal, terutama dalam menyambut kehadiran IKN yang kini masih di tahap pembangunan di Kecamatan Sepaku. (adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Kepala Dinsos PPU, Saidin.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Sosial (Dinsos) Penajam Paser Utara (PPU) berencana membangun fasilitas rumah singgah untuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) pada 2025.
Kepala Dinsos PPU, Saidin mengaku telah menyiapkan lahan dan akan menganggarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2025 senilai Rp500 juta untuk merealisasikan rencana tersebut.
Rumah singgah akan dibangun di Jalan Provinsi, Kilometer 5, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam dan ditargetkan rampung pada tahun itu juga.
“Sebelumnya kita telah menganggarkan Rp75 juta dari APBD Perubahan 2024, tetapi anggaran itu digunakan untuk perencanaan saja. Dengan anggaran Rp500 juta di APBD Murni 2025, kita masih belum mengetahui apakah nanti bakal jadi satu atau dua bangunan, tetapi yang pasti tempat itu memiliki dua ruangan yang terpisah untuk perempuan dan laki-laki,” ucap Saidin, Jumat (27/9/2024).
Ia mengaku Dinsos sangat membutuhkan rumah singgah bagi PMKS, seperti anak terlantar, penyandang disabilitas, lanjut usia terlantar dan lainnya. Mengingat kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), masalah sosial diprediksi akan bertambah seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk di PPU.
“Untuk itu, kita membutuhkan tempat untuk menampung orang-orang dengan masalah sosial, termasuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan pecandu narkoba,” ungkap Saidin.
Tak hanya berfokus pada pembangunan, pihaknya akan mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dan kompeten untuk mengatasi permasalahan sosial.
“Jika itu selesai dibangun maka itu merupakan rumah singgah pertama di PPU karena saat ini kita hanya menggunakan tempat sewa untuk menampung dan merawat masyarakat dengan masalah sosial sebelum dipulangkan seperti orang terlantar tetapi bagi ODGJ sebelum dirujuk ke rumah sakit jiwa dan pecandu narkoba sebelum dipastikan sembuh,” jelas Saidin.
Langkah ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa masyarakat di wilayahnya mendapatkan pelayanan yang maksimal, terutama dalam menyambut kehadiran IKN yang kini masih di tahap pembangunan di Kecamatan Sepaku. (adv)
(Sf/By)