Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Susur Sungai Waru Tua, Bupati PPU Serukan Wisata Alam Ramah Ekosistem

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    28 Juli 2025 pukul 10:38 WITA

    Potret Bupati PPU, Mudyat Noor bersama rombongan saat melihat bekantan di pepohonan ketika menyusuri Sungai Waru Tua (Dok: Humassetkabppu)

    Penajam - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan wisata alam berbasis pelestarian ekosistem endemik khas Kalimantan. 

    Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh orang nomor satu di PPU itu saat melakukan eksplorasi destinasi wisata Susur Sungai Waru Tua di Kecamatan Waru, Minggu (27/07/2025).

    Mudyat Noor turut didampingi Asisten III Administrasi Umum Setkab PPU, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, unsur Muspika Waru serta mahasiswa KKN Universitas Mulawarman (Unmul).

    Ia bercerita disambut hangat oleh penduduk setempat dengan tarian selamat datang dan prosesi tipong tawar di Dermaga Nelayan Wisata Bahari Waru Tua pukul 16.00 WITA. 

    Sambutan dilangsungkan sebelum rombongan menaiki kapal untuk menyusuri sungai yang menjadi habitat alami bekantan, primata berhidung panjang, satwa endemik Pulau Kalimantan.

    "Alhamdulillah luar biasa sekali. Kita bisa merasakan langsung pesona wisata susur sungai Waru Tua ini. Suasananya sangat menenangkan dan kita juga bisa menyaksikan langsung flora dan fauna khas Kalimantan, termasuk bekantan yang merupakan satwa endemik yang langka," ungkap Mudyat. 

    Ia mengaku beruntung dapat melihat langsung sekumpulan bekantan di habitat aslinya sepanjang menyusuri sungai. Ia menekankan pentingnya menjaga keberadaan bekantan di Kalimantan, khususnya PPU, agar tidak punah. 

    Mengingat bekantan hanya ditemukan di Pulau Kalimantan, menjadikannya sebagai salah satu kekayaan alam yang tidak ternilai. Mudyat berharap potensi wisata alam seperti Susur Sungai Waru Tua dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan tanpa mengabaikan aspek konservasi.

    Menurutnya pelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem harus menjadi prioritas dalam setiap upaya pengembangan wisata daerah.

    “Ini bisa menjadi daya tarik wisata unggulan jika dikelola dengan baik. Kita perlu memastikan aktivitas wisata tidak mengganggu habitat satwa endemik, justru harus menjadi bagian dari edukasi dan pelestarian,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Susur Sungai Waru Tua, Bupati PPU Serukan Wisata Alam Ramah Ekosistem

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    28 Juli 2025 pukul 10:38 WITA

    Potret Bupati PPU, Mudyat Noor bersama rombongan saat melihat bekantan di pepohonan ketika menyusuri Sungai Waru Tua (Dok: Humassetkabppu)

    Penajam - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan wisata alam berbasis pelestarian ekosistem endemik khas Kalimantan. 

    Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh orang nomor satu di PPU itu saat melakukan eksplorasi destinasi wisata Susur Sungai Waru Tua di Kecamatan Waru, Minggu (27/07/2025).

    Mudyat Noor turut didampingi Asisten III Administrasi Umum Setkab PPU, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, unsur Muspika Waru serta mahasiswa KKN Universitas Mulawarman (Unmul).

    Ia bercerita disambut hangat oleh penduduk setempat dengan tarian selamat datang dan prosesi tipong tawar di Dermaga Nelayan Wisata Bahari Waru Tua pukul 16.00 WITA. 

    Sambutan dilangsungkan sebelum rombongan menaiki kapal untuk menyusuri sungai yang menjadi habitat alami bekantan, primata berhidung panjang, satwa endemik Pulau Kalimantan.

    "Alhamdulillah luar biasa sekali. Kita bisa merasakan langsung pesona wisata susur sungai Waru Tua ini. Suasananya sangat menenangkan dan kita juga bisa menyaksikan langsung flora dan fauna khas Kalimantan, termasuk bekantan yang merupakan satwa endemik yang langka," ungkap Mudyat. 

    Ia mengaku beruntung dapat melihat langsung sekumpulan bekantan di habitat aslinya sepanjang menyusuri sungai. Ia menekankan pentingnya menjaga keberadaan bekantan di Kalimantan, khususnya PPU, agar tidak punah. 

    Mengingat bekantan hanya ditemukan di Pulau Kalimantan, menjadikannya sebagai salah satu kekayaan alam yang tidak ternilai. Mudyat berharap potensi wisata alam seperti Susur Sungai Waru Tua dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan tanpa mengabaikan aspek konservasi.

    Menurutnya pelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem harus menjadi prioritas dalam setiap upaya pengembangan wisata daerah.

    “Ini bisa menjadi daya tarik wisata unggulan jika dikelola dengan baik. Kita perlu memastikan aktivitas wisata tidak mengganggu habitat satwa endemik, justru harus menjadi bagian dari edukasi dan pelestarian,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)