Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Selama Triwulan III 2024, DKP PPU Tangani 281 Lakukan Penyelamatan Non-Kebakaran

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    17 September 2024 pukul 13:10 WITA

    Kasi Penanggulangan Kebakaran DPKP PPU, Muhammad Said.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Penajam Paser Utara (PPU) telah melakukan penyelamatan non-kebakaran sebanyak 281 pada triwulan III 2024.

    Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan Kebakaran DPKP PPU, Muhammad Said menuturkan, berdasarkan data yang tercatat di DPKP hingga 13 September 2024, terdapat berbagai jenis penyelamatan. Di antaranya operasi tangkap ular sebanyak 163 kasus, evakuasi sarang tawon sebanyak 81 kasus dan penyelamatan lainnya terdapat 37 kasus.

    “Tugas kami tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan penyelamatan non-kebakaran dan lainnya, seperti misalnya tangan seseorang tersangkut cincin atau sesuatu dan kendaraan masyarakat ada yang terperosok ke jurang, itu termasuk penyelamatan yang biasa kami tangani,” ucap Said, Selasa (17/9/2024).

    Melihat data yang tercatat itu, berbagai satwa liar paling banyak ditangani, yakni spesies ular dengan jumlah penanganannya sebanyak 163 kasus.

    Said mengatakan lonjakan permintaan penanganan terhadap ular itu dikarenakan pembangunan besar-besaran yang terjadi di Kecamatan Sepaku, yakni proyek Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Proyek IKN yang merupakan salah satu proyek strategis nasional menyebabkan habitat satwa liar 

     terganggu, sehingga tidak jarang satwa liar seperti ular masuk ke pemukiman warga.

    Tak hanya di wilayah itu saja yang permintaan penanganan ular cukup tinggi, tetapi di Kecamatan Penajam terbilang banyak permintaan evakuasi ular dari warga, terutama di Kelurahan Petung yang di kawasan tersebut kumuh dan lembab.

    “Rata-rata permintaan penyelamatan ular dan tawon itu terbanyak di Kelurahan Petung dan Kelurahan Maridan di Kecamatan Sepaku,” ungkap Said.

    Untuk itu, Said mengimbau kepada masyarakat untuk memeriksa pekarangan rumah maupun di dalam rumah terutama plafon. Sebab, tempat seperti itu yang biasanya ditinggali oleh ular.

    “Kami minta masyarakat untuk berhati-hati dan selalu mengecek tempat tinggalnya, baik itu di pekarangan maupun tempat yang lembab di dalam rumah. Untuk penanganannya masyarakat bisa menghubungi call center posko DPKP setempat,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Selama Triwulan III 2024, DKP PPU Tangani 281 Lakukan Penyelamatan Non-Kebakaran

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    17 September 2024 pukul 13:10 WITA

    Kasi Penanggulangan Kebakaran DPKP PPU, Muhammad Said.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Penajam Paser Utara (PPU) telah melakukan penyelamatan non-kebakaran sebanyak 281 pada triwulan III 2024.

    Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan Kebakaran DPKP PPU, Muhammad Said menuturkan, berdasarkan data yang tercatat di DPKP hingga 13 September 2024, terdapat berbagai jenis penyelamatan. Di antaranya operasi tangkap ular sebanyak 163 kasus, evakuasi sarang tawon sebanyak 81 kasus dan penyelamatan lainnya terdapat 37 kasus.

    “Tugas kami tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan penyelamatan non-kebakaran dan lainnya, seperti misalnya tangan seseorang tersangkut cincin atau sesuatu dan kendaraan masyarakat ada yang terperosok ke jurang, itu termasuk penyelamatan yang biasa kami tangani,” ucap Said, Selasa (17/9/2024).

    Melihat data yang tercatat itu, berbagai satwa liar paling banyak ditangani, yakni spesies ular dengan jumlah penanganannya sebanyak 163 kasus.

    Said mengatakan lonjakan permintaan penanganan terhadap ular itu dikarenakan pembangunan besar-besaran yang terjadi di Kecamatan Sepaku, yakni proyek Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Proyek IKN yang merupakan salah satu proyek strategis nasional menyebabkan habitat satwa liar 

     terganggu, sehingga tidak jarang satwa liar seperti ular masuk ke pemukiman warga.

    Tak hanya di wilayah itu saja yang permintaan penanganan ular cukup tinggi, tetapi di Kecamatan Penajam terbilang banyak permintaan evakuasi ular dari warga, terutama di Kelurahan Petung yang di kawasan tersebut kumuh dan lembab.

    “Rata-rata permintaan penyelamatan ular dan tawon itu terbanyak di Kelurahan Petung dan Kelurahan Maridan di Kecamatan Sepaku,” ungkap Said.

    Untuk itu, Said mengimbau kepada masyarakat untuk memeriksa pekarangan rumah maupun di dalam rumah terutama plafon. Sebab, tempat seperti itu yang biasanya ditinggali oleh ular.

    “Kami minta masyarakat untuk berhati-hati dan selalu mengecek tempat tinggalnya, baik itu di pekarangan maupun tempat yang lembab di dalam rumah. Untuk penanganannya masyarakat bisa menghubungi call center posko DPKP setempat,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/By)