Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Selama Ramadan, Dishanpan PPU Gelar Pasar Murah Hampir Setiap Hari, Kecuali Hari Libur

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    09 Maret 2025 pukul 19:24 WITA

    Operasi pasar murah yang sempat digelar di halaman Kantor Dishanpan PPU belum lama ini.(Istimewa)

    Penajam - Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Penajam Paser Utara (PPU) rutin menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) selama Ramadan 1446 H/2025 di lokasi yang berbeda-beda, hampir setiap hari. Berlangsung sejak Senin-Jumat, kecuali hari libur nasional dan akhir pekan.

    Kegiatan yang telah dimulai sejak 3 Maret 2025 ini menyediakan berbagai komoditas penting, seperti beras, minyak goreng, telur, bawang putih, bawang merah, cabai dan Bahan Pokok (Bapok) lainnya.

    Kegiatan tersebut digelar dengan tujuan untuk memastikan ketersediaan Bapok tidak mengalami kelangkaan saat Ramadan, serta memudahkan masyarakat dalam mendapatkan Bapok dengan harga terjangkau dibandingkan harga di pasaran.

    “Dalam kegiatan pasar murah, kita melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), para distributor dan Bulog untuk menyediakan berbagai komoditas penting yang dibutuhkan masyarakat, terutama saat Ramadan ini,” ucap Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dishanpan PPU, Gajali, Minggu (9/3/2025).

    Lokasi pelaksanaannya, kata dia, selalu berubah-ubah karena mengikuti  permintaan dari masyarakat.

    ”Untuk waktu dan tempat pelaksanaan, sewaktu-waktu bisa berubah karena menyesuaikan permintaan masyarakat. Tapi, lebih rutin dilaksanakan di halaman Kantor kita,” ungkapnya.

    Selain itu, Dishanpan terus berkomunikasi dengan Diskukmperindag terkait pasokan Bapok di PPU. Ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan barang dan stabilitas harga tetap aman, meski Idulfitri tiba.

    Biasanya, harga pada beberapa komoditas penting sering kali melonjak tinggi saat menjelang hari besar keagamaan, terutama cabai yang harganya terkadang tembus ratusan ribu per Kilogram (Kg). 

    Maka dari itu, Diskukmperindag PPU diharapkan rutin melaksanakan monitoring harga dan stok barang di sejumlah pasar.“Upaya itu efektif untuk mencegah terjadinya kenaikan inflasi di daerah kita,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Selama Ramadan, Dishanpan PPU Gelar Pasar Murah Hampir Setiap Hari, Kecuali Hari Libur

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    09 Maret 2025 pukul 19:24 WITA

    Operasi pasar murah yang sempat digelar di halaman Kantor Dishanpan PPU belum lama ini.(Istimewa)

    Penajam - Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Penajam Paser Utara (PPU) rutin menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) selama Ramadan 1446 H/2025 di lokasi yang berbeda-beda, hampir setiap hari. Berlangsung sejak Senin-Jumat, kecuali hari libur nasional dan akhir pekan.

    Kegiatan yang telah dimulai sejak 3 Maret 2025 ini menyediakan berbagai komoditas penting, seperti beras, minyak goreng, telur, bawang putih, bawang merah, cabai dan Bahan Pokok (Bapok) lainnya.

    Kegiatan tersebut digelar dengan tujuan untuk memastikan ketersediaan Bapok tidak mengalami kelangkaan saat Ramadan, serta memudahkan masyarakat dalam mendapatkan Bapok dengan harga terjangkau dibandingkan harga di pasaran.

    “Dalam kegiatan pasar murah, kita melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), para distributor dan Bulog untuk menyediakan berbagai komoditas penting yang dibutuhkan masyarakat, terutama saat Ramadan ini,” ucap Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dishanpan PPU, Gajali, Minggu (9/3/2025).

    Lokasi pelaksanaannya, kata dia, selalu berubah-ubah karena mengikuti  permintaan dari masyarakat.

    ”Untuk waktu dan tempat pelaksanaan, sewaktu-waktu bisa berubah karena menyesuaikan permintaan masyarakat. Tapi, lebih rutin dilaksanakan di halaman Kantor kita,” ungkapnya.

    Selain itu, Dishanpan terus berkomunikasi dengan Diskukmperindag terkait pasokan Bapok di PPU. Ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan barang dan stabilitas harga tetap aman, meski Idulfitri tiba.

    Biasanya, harga pada beberapa komoditas penting sering kali melonjak tinggi saat menjelang hari besar keagamaan, terutama cabai yang harganya terkadang tembus ratusan ribu per Kilogram (Kg). 

    Maka dari itu, Diskukmperindag PPU diharapkan rutin melaksanakan monitoring harga dan stok barang di sejumlah pasar.“Upaya itu efektif untuk mencegah terjadinya kenaikan inflasi di daerah kita,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)