Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Mantan Ketua TP PPK PPU, Linda Romauli Siregar tinggalkan pesan terakhir sebelum Pamit saat didampingi oleh sang suami, Makmur Marbun di Gedung Dome Anden Oko di Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam. Jumat (20/9/2024).(Dok.Pemkab PPU)
Penajam - Mantan Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Penajam Paser Utara (PPU), Linda Romauli Siregar berpesan kepada seluruh pihak bahwa pengurangan stunting masih harus diteruskan dan kesehatan masyarakat harus ditingkatkan.0
Ini dIsampaikannya di acara pisah sambut Penjabat (Pj) Bupati PPU di Gedung Dome Anden Oko, Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam, Jumat (20/9/2024) sore tadi.
Meski sudah pamit dan tidak lagi bertugas di PPU, tetapi ia meminta kepada seluruh pihak terlibat untuk melanjutkan tugas-tugas yang belum diselesaikannya semenjak menjabat sebagai Ketua TP PKK PPU selama setahun.
“Walaupun masih banyak tugas yang belum saya selesaikan, tetapi dengan hadirnya Ibu Ketua TP PKK PPU yang baru pasti akan meneruskan dan meningkatkan tugas-tugas yang sudah kita mulai bersama,” ucap Linda didampingi m Mantan Pj Bupati PPU, Makmur Marbun, Jumat (20/9/2024).
Selama menjabat sebagai Ketua TP PPK PPU, Linda bersama pihak terkait rutin menggelar berbagai program guna mencegah dan menekan pertumbuhan stunting di PPU, terutama gangguan terhadap tumbuh kembang anak menjadi salah satu perhatiannya.
Bahkan, upayanya tidak berhenti sampai di situ, edukasi kepada masyarakat terkait permasalahan stunting menjadi tugas dalam menggerakkan masyarakat di semua lini untuk sadar akan bahayanya stunting pada pertumbuhan anak.
“Anak merupakan generasi masa depan penerus bangsa yang harus kita jaga bersama, maka dari itu langkah mempersiapkan generasi penerus bangsa tadi harus memastikan tumbuh kembangnya terlebih dahulu dengan memberikan makanan bergizi,” ungkap Linda.
Tumbuh kembang anak tidak hanya di kesehatan saja, tetapi pendidikan juga harus diperhatikan.
Sebelum melangkahkan kaki meninggalkan PPU, Linda meminta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) perkembangan terhadap anak perlu ditingkatkan lagi.
Ini dikarenakan setelah melihat penilaian Kabupaten Kota Layak Anak (KLA), masa anak sekolah di kabupaten yang biasa akrab dipanggil ‘Benuo Taka' ini kebanyakan anak sekolah hanya mengikuti pembelajaran selama sembilan tahun, padahal sepatutnya masa wajib belajar selama 12 tahun.
“Kita sering bekerjasama kepada Disdikpora PPU untuk anak-anak Sekolah Laboratorium Pancasila, tetapi ketika kita melihat penilaian KLP kemarin usia masa sekolah anak sekolah kita baru sembilan tahun padahal wajib belajar 12 tahun. Ini harus ditingkatkan lagi,” pesan Linda.
“Masih banyak tugas-tugas yang harus dilakukan untuk melayani masyarakat, terutama dalam pelayanan saya masih banyak kurang maksimal. Kita sebagai manusia biasa pasti akan ada kekurangan dan saya berharap dengan PPU yang menjadi IKN ini masih banyak peluang-peluang yang harus dikembangkan,” pungkasnya. (adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Mantan Ketua TP PPK PPU, Linda Romauli Siregar tinggalkan pesan terakhir sebelum Pamit saat didampingi oleh sang suami, Makmur Marbun di Gedung Dome Anden Oko di Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam. Jumat (20/9/2024).(Dok.Pemkab PPU)
Penajam - Mantan Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Penajam Paser Utara (PPU), Linda Romauli Siregar berpesan kepada seluruh pihak bahwa pengurangan stunting masih harus diteruskan dan kesehatan masyarakat harus ditingkatkan.0
Ini dIsampaikannya di acara pisah sambut Penjabat (Pj) Bupati PPU di Gedung Dome Anden Oko, Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam, Jumat (20/9/2024) sore tadi.
Meski sudah pamit dan tidak lagi bertugas di PPU, tetapi ia meminta kepada seluruh pihak terlibat untuk melanjutkan tugas-tugas yang belum diselesaikannya semenjak menjabat sebagai Ketua TP PKK PPU selama setahun.
“Walaupun masih banyak tugas yang belum saya selesaikan, tetapi dengan hadirnya Ibu Ketua TP PKK PPU yang baru pasti akan meneruskan dan meningkatkan tugas-tugas yang sudah kita mulai bersama,” ucap Linda didampingi m Mantan Pj Bupati PPU, Makmur Marbun, Jumat (20/9/2024).
Selama menjabat sebagai Ketua TP PPK PPU, Linda bersama pihak terkait rutin menggelar berbagai program guna mencegah dan menekan pertumbuhan stunting di PPU, terutama gangguan terhadap tumbuh kembang anak menjadi salah satu perhatiannya.
Bahkan, upayanya tidak berhenti sampai di situ, edukasi kepada masyarakat terkait permasalahan stunting menjadi tugas dalam menggerakkan masyarakat di semua lini untuk sadar akan bahayanya stunting pada pertumbuhan anak.
“Anak merupakan generasi masa depan penerus bangsa yang harus kita jaga bersama, maka dari itu langkah mempersiapkan generasi penerus bangsa tadi harus memastikan tumbuh kembangnya terlebih dahulu dengan memberikan makanan bergizi,” ungkap Linda.
Tumbuh kembang anak tidak hanya di kesehatan saja, tetapi pendidikan juga harus diperhatikan.
Sebelum melangkahkan kaki meninggalkan PPU, Linda meminta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) perkembangan terhadap anak perlu ditingkatkan lagi.
Ini dikarenakan setelah melihat penilaian Kabupaten Kota Layak Anak (KLA), masa anak sekolah di kabupaten yang biasa akrab dipanggil ‘Benuo Taka' ini kebanyakan anak sekolah hanya mengikuti pembelajaran selama sembilan tahun, padahal sepatutnya masa wajib belajar selama 12 tahun.
“Kita sering bekerjasama kepada Disdikpora PPU untuk anak-anak Sekolah Laboratorium Pancasila, tetapi ketika kita melihat penilaian KLP kemarin usia masa sekolah anak sekolah kita baru sembilan tahun padahal wajib belajar 12 tahun. Ini harus ditingkatkan lagi,” pesan Linda.
“Masih banyak tugas-tugas yang harus dilakukan untuk melayani masyarakat, terutama dalam pelayanan saya masih banyak kurang maksimal. Kita sebagai manusia biasa pasti akan ada kekurangan dan saya berharap dengan PPU yang menjadi IKN ini masih banyak peluang-peluang yang harus dikembangkan,” pungkasnya. (adv)
(Sf/By)