Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Resmikan Gedung Baru RSUD RAPB PPU, Makmur Marbun Minta Masifkan Edukasi Cegah Penyakit

    Penulis:Muhammad Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    14 Mei 2024 pukul 14:13 WITA

    Pj Bupati PPU, Makmur Marbun saat meresmikan gedung instalasi dialisis RSUD RAPB (Humas Pemkab PPU/Seputarfakta.com)

    Penajam - Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun meresmikan gedung baru Instalasi Dialisis Rumah Sakit Umum Daerah (RAUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB), Senin (13/4/2024) kemarin.

    Peningkatan pelayanan kesehatan ini diharapkannya mampu mengatasi kebutuhan pasien, sehingga tidak perlu lagi pergi ke daerah lain untuk cuci darah.

    Menurut Makmur Marbun, peningkatan pelayanan tersebut dirasa belum cukup, apabila tidak diimbangi dengan upaya pencegahan penyakit melalui pemberian edukasi kepada masyarakat.

    Ia pun meminta edukasi pencegahan penyakit harus dimasifkan, sehingga masyarakat PPU dapat menerapkan pola hidup yang sehat dan kunjungan pasien ke rumah sakit dapat berkurang.

    Peningkatan pelayanan RSUD RAPB, kata dia, merupakan upaya menjadikan rujukan bagi seluruh masyarakat PPU.

    Meski masih berstatus Kelas C, tapi pelayanan yang diberikan dapat setara Kelas B atau di atasnya.

    “Kami pemerintah kabupaten memberi perhatian untuk rumah sakit dan pelayanan kesehatan dan pendidikan,” katanya.

    Ia mengaku rutin melakukan kunjungan ke rumah sakit maupun pelayanan kesehatan lainnya untuk melihat persoalan di lapangan. 

    Salah satu upaya yang dihasilkan adalah adanya aplikasi Pencet RAPB untuk memotong antrean di rumah sakit. 

    Pasien dapat mengakses aplikasi secara online untuk mendaftar pengobatan di rumah sakit sehingga tidak perlu antri dan menunggu lama di rumah sakit.

    Direktur RSUD RAPB PPU, Lukasiwan Eddy Saputro mengatakan sejak 2017, pasien yang memanfaatkan layanan hemodialisis mencapai 54 orang dengan 4.588 kali kunjungan. 

    Adanya gedung baru diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat PPU sehingga dapat meningkatkan kenyamanan selain daripada jumlah yang bisa dilayani selama ini.

    “Sesuai visi RSUD RAPB untuk menjadi rumah yang modern dan bermutu pilihan utama masyarakat PPU, dan sesuai misi rumah sakit bahwa pembangunan gedung baru instalasi dialisis sebagai upaya peningkatan sarana dan prasarana yang disertai dengan peningkatan fasilitas dan peningkatan profesionalitas tenaga medis dan keperawatan, khususnya pada instalasi dialisis,” kata Lukasiawan. (Adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Resmikan Gedung Baru RSUD RAPB PPU, Makmur Marbun Minta Masifkan Edukasi Cegah Penyakit

    Penulis:Muhammad Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    14 Mei 2024 pukul 14:13 WITA

    Pj Bupati PPU, Makmur Marbun saat meresmikan gedung instalasi dialisis RSUD RAPB (Humas Pemkab PPU/Seputarfakta.com)

    Penajam - Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun meresmikan gedung baru Instalasi Dialisis Rumah Sakit Umum Daerah (RAUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB), Senin (13/4/2024) kemarin.

    Peningkatan pelayanan kesehatan ini diharapkannya mampu mengatasi kebutuhan pasien, sehingga tidak perlu lagi pergi ke daerah lain untuk cuci darah.

    Menurut Makmur Marbun, peningkatan pelayanan tersebut dirasa belum cukup, apabila tidak diimbangi dengan upaya pencegahan penyakit melalui pemberian edukasi kepada masyarakat.

    Ia pun meminta edukasi pencegahan penyakit harus dimasifkan, sehingga masyarakat PPU dapat menerapkan pola hidup yang sehat dan kunjungan pasien ke rumah sakit dapat berkurang.

    Peningkatan pelayanan RSUD RAPB, kata dia, merupakan upaya menjadikan rujukan bagi seluruh masyarakat PPU.

    Meski masih berstatus Kelas C, tapi pelayanan yang diberikan dapat setara Kelas B atau di atasnya.

    “Kami pemerintah kabupaten memberi perhatian untuk rumah sakit dan pelayanan kesehatan dan pendidikan,” katanya.

    Ia mengaku rutin melakukan kunjungan ke rumah sakit maupun pelayanan kesehatan lainnya untuk melihat persoalan di lapangan. 

    Salah satu upaya yang dihasilkan adalah adanya aplikasi Pencet RAPB untuk memotong antrean di rumah sakit. 

    Pasien dapat mengakses aplikasi secara online untuk mendaftar pengobatan di rumah sakit sehingga tidak perlu antri dan menunggu lama di rumah sakit.

    Direktur RSUD RAPB PPU, Lukasiwan Eddy Saputro mengatakan sejak 2017, pasien yang memanfaatkan layanan hemodialisis mencapai 54 orang dengan 4.588 kali kunjungan. 

    Adanya gedung baru diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat PPU sehingga dapat meningkatkan kenyamanan selain daripada jumlah yang bisa dilayani selama ini.

    “Sesuai visi RSUD RAPB untuk menjadi rumah yang modern dan bermutu pilihan utama masyarakat PPU, dan sesuai misi rumah sakit bahwa pembangunan gedung baru instalasi dialisis sebagai upaya peningkatan sarana dan prasarana yang disertai dengan peningkatan fasilitas dan peningkatan profesionalitas tenaga medis dan keperawatan, khususnya pada instalasi dialisis,” kata Lukasiawan. (Adv)

    (Sf/By)