Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Produksi Tembus 3.670 Ton di Semester I, Dinas Perikanan PPU Andalkan 2.600 Nelayan Laut

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    12 Oktober 2026 pukul 13:34 WITA
    4

    hasil tangkapan nelayan. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat produksi perikanan tangkap semester I 2026 mencapai 3.670 ton atau lebih dari 50 persen dari target tahunan 6.740 ton.

    Capaian tersebut ditopang 2.600 nelayan laut dan 2.300 nelayan perairan darat yang beroperasi di WPP 713 Selat Makassar dengan jarak jelajah hingga 40 mil.

    "Semester I sudah di angka 3.670 ton, kami optimistis target 6.740 ton sampai akhir tahun bisa tercapai," ujar Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan PPU, Nani Adriana, Senin (12/10/2026).

    Nani menjelaskan, komoditas paling dominan adalah selar dan tongkol, disusul kembung, teri, tembang, layang, kakap putih, tenggiri dan cakalang. Saat musim angin selatan, hasil tangkapan udang dan kepiting juga meningkat signifikan.

    "Ketika angin selatan dan gelombang tinggi, nelayan banyak yang beralih menangkap udang dan kepiting di pesisir," katanya.

    Secara sebaran, nelayan terbanyak berada di Kecamatan Penajam. Namun dari sisi kapasitas kapal dan hasil tangkapan, Kecamatan Waru dinilai paling potensial. Sementara produksi terendah ada di Sepaku karena masih mengandalkan perahu ketinting kecil.

    "Jumlah nelayan paling banyak di Penajam, tapi kalau dilihat dari kapasitas kapal dan hasil tangkapan, Waru yang paling potensial. Paling sedikit di Sepaku karena perairannya umum dan kapalnya kecil-kecil," ujarnya.

    Ia menambahkan, sebagian nelayan bahkan berani hingga laut lepas untuk mengejar gerombolan ikan.

    "Pemancing biasanya kejar gerombolan ikan sampai ke tengah, kadang tidak sadar sudah sampai lepas pantai. Kalau bubu dan gae, posisinya menetap di dekat rumah," ungkap Nani.

    Untuk menjaga produktivitas, Dinas Perikanan tahun ini menggelontorkan bantuan untuk kelompok nelayan. Bantuan meliputi 32 unit mesin kapal 24 PK, 630 unit bubu, serta jaring udang, jaring ikan dan jaring gae yang disebar di Nenang, Penajam, Babulu dan Waru. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Produksi Tembus 3.670 Ton di Semester I, Dinas Perikanan PPU Andalkan 2.600 Nelayan Laut

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    12 Oktober 2026 pukul 13:34 WITA
    4

    hasil tangkapan nelayan. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat produksi perikanan tangkap semester I 2026 mencapai 3.670 ton atau lebih dari 50 persen dari target tahunan 6.740 ton.

    Capaian tersebut ditopang 2.600 nelayan laut dan 2.300 nelayan perairan darat yang beroperasi di WPP 713 Selat Makassar dengan jarak jelajah hingga 40 mil.

    "Semester I sudah di angka 3.670 ton, kami optimistis target 6.740 ton sampai akhir tahun bisa tercapai," ujar Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan PPU, Nani Adriana, Senin (12/10/2026).

    Nani menjelaskan, komoditas paling dominan adalah selar dan tongkol, disusul kembung, teri, tembang, layang, kakap putih, tenggiri dan cakalang. Saat musim angin selatan, hasil tangkapan udang dan kepiting juga meningkat signifikan.

    "Ketika angin selatan dan gelombang tinggi, nelayan banyak yang beralih menangkap udang dan kepiting di pesisir," katanya.

    Secara sebaran, nelayan terbanyak berada di Kecamatan Penajam. Namun dari sisi kapasitas kapal dan hasil tangkapan, Kecamatan Waru dinilai paling potensial. Sementara produksi terendah ada di Sepaku karena masih mengandalkan perahu ketinting kecil.

    "Jumlah nelayan paling banyak di Penajam, tapi kalau dilihat dari kapasitas kapal dan hasil tangkapan, Waru yang paling potensial. Paling sedikit di Sepaku karena perairannya umum dan kapalnya kecil-kecil," ujarnya.

    Ia menambahkan, sebagian nelayan bahkan berani hingga laut lepas untuk mengejar gerombolan ikan.

    "Pemancing biasanya kejar gerombolan ikan sampai ke tengah, kadang tidak sadar sudah sampai lepas pantai. Kalau bubu dan gae, posisinya menetap di dekat rumah," ungkap Nani.

    Untuk menjaga produktivitas, Dinas Perikanan tahun ini menggelontorkan bantuan untuk kelompok nelayan. Bantuan meliputi 32 unit mesin kapal 24 PK, 630 unit bubu, serta jaring udang, jaring ikan dan jaring gae yang disebar di Nenang, Penajam, Babulu dan Waru. (Adv)

    (Sf/Lo)