Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    PPU Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Bencana

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    06 Agustus 2025 pukul 15:17 WITA

    Sekda PPU, Tohar saat mencoba water canon armada damkar (Dok: Humassetkabppu)

    Penajam – Sekretaris Daerah (Sekda) Penajam Paser Utara (PPU), Tohar menegaskan pentingnya kesiapsiagaan personel dan peralatan sebelum menghadapi kondisi darurat, seperti bencana alam maupun non-alam.

    Penegasan itu disampaikannya saat memimpin upacara Gelar Pasukan dan Peralatan Penanggulangan Bencana di halaman kantor bupati, Rabu (6/8/2025).

    Ia mengatakan apel ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. 

    Menurutnya PPU memiliki beragam potensi bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, angin puting beliung hingga bencana lainnya.

    “Kesiapsiagaan adalah kunci utama. Kita harus sigap, cepat dan terkoordinasi dengan baik dalam merespons setiap potensi bencana,” tegasnya.

    Tohar menekankan beberapa poin penting dalam apel tersebut, yakni mengedepankan kesiapsiagaan dan solid berkoordinasi lintas sektor guna mempercepat respon terhadap potensi serta insiden bencana.

    Kemudian memastikan kesiapan peralatan guna memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi optimal serta siap digunakan.

    Selanjutnya kesiapsiagaan personel dan rutin menggelar pelatihan agar setiap personel memahami tugas, pokok dan fungsinya masing-masing saat dalam kondisi darurat.

    “Jika kita siap, kita bisa mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan. Mari mulai dari sekarang untuk selalu siap siaga. Jangan tunggu sampai bencana datang,” pesannya.

    Tohar juga menyampaikan langkah pertama yang harus dilakukan personel saat menghadapi bencana adalah melakukan evakuasi secara cepat demi menyelamatkan nyawa serta mengurangi kerugian yang lebih besar bagi korban terdampak.

    “Ini penting kita pahami agar sebagai penyelenggara pemerintahan dan badan publik kita memiliki pedoman jelas dalam memberikan layanan penanggulangan bencana,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    PPU Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Bencana

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    06 Agustus 2025 pukul 15:17 WITA

    Sekda PPU, Tohar saat mencoba water canon armada damkar (Dok: Humassetkabppu)

    Penajam – Sekretaris Daerah (Sekda) Penajam Paser Utara (PPU), Tohar menegaskan pentingnya kesiapsiagaan personel dan peralatan sebelum menghadapi kondisi darurat, seperti bencana alam maupun non-alam.

    Penegasan itu disampaikannya saat memimpin upacara Gelar Pasukan dan Peralatan Penanggulangan Bencana di halaman kantor bupati, Rabu (6/8/2025).

    Ia mengatakan apel ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. 

    Menurutnya PPU memiliki beragam potensi bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, angin puting beliung hingga bencana lainnya.

    “Kesiapsiagaan adalah kunci utama. Kita harus sigap, cepat dan terkoordinasi dengan baik dalam merespons setiap potensi bencana,” tegasnya.

    Tohar menekankan beberapa poin penting dalam apel tersebut, yakni mengedepankan kesiapsiagaan dan solid berkoordinasi lintas sektor guna mempercepat respon terhadap potensi serta insiden bencana.

    Kemudian memastikan kesiapan peralatan guna memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi optimal serta siap digunakan.

    Selanjutnya kesiapsiagaan personel dan rutin menggelar pelatihan agar setiap personel memahami tugas, pokok dan fungsinya masing-masing saat dalam kondisi darurat.

    “Jika kita siap, kita bisa mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan. Mari mulai dari sekarang untuk selalu siap siaga. Jangan tunggu sampai bencana datang,” pesannya.

    Tohar juga menyampaikan langkah pertama yang harus dilakukan personel saat menghadapi bencana adalah melakukan evakuasi secara cepat demi menyelamatkan nyawa serta mengurangi kerugian yang lebih besar bagi korban terdampak.

    “Ini penting kita pahami agar sebagai penyelenggara pemerintahan dan badan publik kita memiliki pedoman jelas dalam memberikan layanan penanggulangan bencana,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)