Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    PPU Targetkan Perpustakaan Desa dan Kelurahan Jadi Ruang Inklusif

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    11 Agustus 2025 pukul 20:59 WITA

    Potret Pemkab PPU saat menggelar Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial 2025 (Dok: Humassetkabppu)

    Penajam – Sekretaris Daerah (Sekda) Penajam Paser Utara (PPU) membuka sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) 2025 di aula lantai III kantor bupati, Senin (11/8/2025).

    Ia menekankan pentingnya dua aspek penting yang menjadi fokus dalam sosialisasi TPBIS, yaitu transformasi dan inklusi sosial. 

    Menurutnya transformasi merupakan perubahan dari keadaan saat ini menuju kondisi yang lebih baik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, sementara inklusi sosial memiliki arti memberikan kesempatan yang sama bagi semua pihak untuk berpartisipasi dan memperoleh manfaat.

    “Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menumpuk bahan bacaan atau membaca buku, tapi juga dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan keterampilan dan akses informasi yang bermanfaat,” ujarnya.

    Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan arsip yang baik, khususnya di tingkat desa dan kelurahan, sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang tertib.

    Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) PPU, Muhammad Yusuf Basra menjelaskan sejumlah dasar hukum dan tujuan pelaksanaan kegiatan. 

    Menurutnya sosialisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan stakeholder perpustakaan desa dan kelurahan terkait konsep TPBIS, mendorong komitmen pemerintah desa/kelurahan dalam pengembangan perpustakaan sebagai pusat kegiatan masyarakat, serta menciptakan kolaborasi antara pemerintah desa, kelurahan, perpustakaan dan masyarakat.

    Ia menyebut kegiatan ini diikuti 104 peserta, terdiri perwakilan SKPD, dari kepala desa, lurah dan pengelola perpustakaan desa/kelurahan. 

    "Narasumber kegiatan ini berasal dari Dinas Perpustakaan Kota Balikpapan yang akan berbagi pengalaman tentang implementasi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di wilayahnya," ujarnya. 

    Ia berharap melalui sosialisasi tersebut perpustakaan di PPU dapat bertransformasi menjadi ruang inklusif yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga pusat inovasi, pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    PPU Targetkan Perpustakaan Desa dan Kelurahan Jadi Ruang Inklusif

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    11 Agustus 2025 pukul 20:59 WITA

    Potret Pemkab PPU saat menggelar Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial 2025 (Dok: Humassetkabppu)

    Penajam – Sekretaris Daerah (Sekda) Penajam Paser Utara (PPU) membuka sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) 2025 di aula lantai III kantor bupati, Senin (11/8/2025).

    Ia menekankan pentingnya dua aspek penting yang menjadi fokus dalam sosialisasi TPBIS, yaitu transformasi dan inklusi sosial. 

    Menurutnya transformasi merupakan perubahan dari keadaan saat ini menuju kondisi yang lebih baik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, sementara inklusi sosial memiliki arti memberikan kesempatan yang sama bagi semua pihak untuk berpartisipasi dan memperoleh manfaat.

    “Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menumpuk bahan bacaan atau membaca buku, tapi juga dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan keterampilan dan akses informasi yang bermanfaat,” ujarnya.

    Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan arsip yang baik, khususnya di tingkat desa dan kelurahan, sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang tertib.

    Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) PPU, Muhammad Yusuf Basra menjelaskan sejumlah dasar hukum dan tujuan pelaksanaan kegiatan. 

    Menurutnya sosialisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan stakeholder perpustakaan desa dan kelurahan terkait konsep TPBIS, mendorong komitmen pemerintah desa/kelurahan dalam pengembangan perpustakaan sebagai pusat kegiatan masyarakat, serta menciptakan kolaborasi antara pemerintah desa, kelurahan, perpustakaan dan masyarakat.

    Ia menyebut kegiatan ini diikuti 104 peserta, terdiri perwakilan SKPD, dari kepala desa, lurah dan pengelola perpustakaan desa/kelurahan. 

    "Narasumber kegiatan ini berasal dari Dinas Perpustakaan Kota Balikpapan yang akan berbagi pengalaman tentang implementasi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di wilayahnya," ujarnya. 

    Ia berharap melalui sosialisasi tersebut perpustakaan di PPU dapat bertransformasi menjadi ruang inklusif yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga pusat inovasi, pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. (Adv)

    (Sf/Lo)