Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Pj Bupati PPU Serahkan 268 Bantuan Alsintan dan Pupuk Organik

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    14 Juni 2024 pukul 13:18 WITA

    Pj Bupati PPU, Makmur Marbun saat menyerahkan bantuan alsintan dan pupuk organik kepada petani (Dok. Pemkab PPU/Seputarfakta.com)

    Penajam – Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun menyerahkan sebanyak 368 unit bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dan pupuk organik cair kepada sejumlah kelompok tani dan petani miskin di Kecamatan Babulu dan Waru.

    Bantuan yang diserahkan kepada kelompok tani berasal dari APBN dan APBD PPU berupa 259 unit hand sprayer, tiga unit pompa air Kohpad NS 100, lima unit traktor roda dua dan satu unit rice tranplanter.

    Makmur Marbun mengapresiasi para petani yang dianggap telah bekerja keras untuk mampu menyuplai kebutuhan pangan masyarakat PPU dari hasil pertanian yang dikelola dengan berbagai jenis komoditi.

    “Terima kasih kepada para petani karena tanpa bapak atau ibu semua, kita tidak bisa makan,” ucap Marbun saat menyerahkan bantuan alsintan dan pupuk organik di Balai Penyuluhan Pertanian Desa Gunung Mulya, Kecamatan Babulu, Rabu (12/6/2024).

    Sebagai bentuk mendukung keberlangsungan aktivitas poduksi tani, Marbun mengaku telah dilakukan upaya untuk mengatasi permasalahan yang di hadapi petani terkait kebutuhan air bersih.

    “Kementerian sudah saya minta juga untuk dapat mengatasi permasalahan ketersediaan air yang dialami oleh petani,” tuturnya.

    Menurutnya, untuk bisa memperoleh hasil produksi tani secara maksimal, penting adanya kolaborasi dari semua lini dengan saling bekerjasama melengkapi segala kekurangan yang dialami. “Kita tidak bisa kerja sendiri, perlu kolaborasi dari semua lini,” jelasnya.

    Dengan pengelolaan maksimal, hal tersebut turut berdampak terhadap meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sejumlah sektor yang secara tidak langsung dapat membantu pembangunan daerah,  sehingga tak hanya bergantung pada APBD.

    “Jangan membebani APBD terus, kita harus mampu menghasilkan PAD yang dapat membantu pembangunan daerah,” ujarnya.

    Dirinya menilai peran petani tak boleh dipandang sebelah mata, karena kedepannya perannya cukup berdampak untuk menyuplai kebutuhan pangan ke Ibu Kota Negara Nusantara (IKN).

    Dengan demikian, Marbun meminta kepada penyuluh pertanian untuk terus memberikan pemahaman untuk meningkatkan sektor pertanian.

    “Hasil produksi pertanian sudah bagus, tinggal pengemasannya saja yang perlu dipercantik,” katanya.

    Disinggung mengenai Profram Smart Farming yang sudah disiapkan untuk dapat diterapkan di PPU, ia berharap melalui program tersebut dapat membantu petani ketika mengelola lahan dengan hasil yang lebih baik.

    “Program ini diharapkan dapat membantu petani mengelola pertanian dengan lebih efesien dan modern, sehingga produktivitas dan kesejahteraan petano dapat meningkat signifikan,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Pj Bupati PPU Serahkan 268 Bantuan Alsintan dan Pupuk Organik

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    14 Juni 2024 pukul 13:18 WITA

    Pj Bupati PPU, Makmur Marbun saat menyerahkan bantuan alsintan dan pupuk organik kepada petani (Dok. Pemkab PPU/Seputarfakta.com)

    Penajam – Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun menyerahkan sebanyak 368 unit bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dan pupuk organik cair kepada sejumlah kelompok tani dan petani miskin di Kecamatan Babulu dan Waru.

    Bantuan yang diserahkan kepada kelompok tani berasal dari APBN dan APBD PPU berupa 259 unit hand sprayer, tiga unit pompa air Kohpad NS 100, lima unit traktor roda dua dan satu unit rice tranplanter.

    Makmur Marbun mengapresiasi para petani yang dianggap telah bekerja keras untuk mampu menyuplai kebutuhan pangan masyarakat PPU dari hasil pertanian yang dikelola dengan berbagai jenis komoditi.

    “Terima kasih kepada para petani karena tanpa bapak atau ibu semua, kita tidak bisa makan,” ucap Marbun saat menyerahkan bantuan alsintan dan pupuk organik di Balai Penyuluhan Pertanian Desa Gunung Mulya, Kecamatan Babulu, Rabu (12/6/2024).

    Sebagai bentuk mendukung keberlangsungan aktivitas poduksi tani, Marbun mengaku telah dilakukan upaya untuk mengatasi permasalahan yang di hadapi petani terkait kebutuhan air bersih.

    “Kementerian sudah saya minta juga untuk dapat mengatasi permasalahan ketersediaan air yang dialami oleh petani,” tuturnya.

    Menurutnya, untuk bisa memperoleh hasil produksi tani secara maksimal, penting adanya kolaborasi dari semua lini dengan saling bekerjasama melengkapi segala kekurangan yang dialami. “Kita tidak bisa kerja sendiri, perlu kolaborasi dari semua lini,” jelasnya.

    Dengan pengelolaan maksimal, hal tersebut turut berdampak terhadap meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sejumlah sektor yang secara tidak langsung dapat membantu pembangunan daerah,  sehingga tak hanya bergantung pada APBD.

    “Jangan membebani APBD terus, kita harus mampu menghasilkan PAD yang dapat membantu pembangunan daerah,” ujarnya.

    Dirinya menilai peran petani tak boleh dipandang sebelah mata, karena kedepannya perannya cukup berdampak untuk menyuplai kebutuhan pangan ke Ibu Kota Negara Nusantara (IKN).

    Dengan demikian, Marbun meminta kepada penyuluh pertanian untuk terus memberikan pemahaman untuk meningkatkan sektor pertanian.

    “Hasil produksi pertanian sudah bagus, tinggal pengemasannya saja yang perlu dipercantik,” katanya.

    Disinggung mengenai Profram Smart Farming yang sudah disiapkan untuk dapat diterapkan di PPU, ia berharap melalui program tersebut dapat membantu petani ketika mengelola lahan dengan hasil yang lebih baik.

    “Program ini diharapkan dapat membantu petani mengelola pertanian dengan lebih efesien dan modern, sehingga produktivitas dan kesejahteraan petano dapat meningkat signifikan,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/By)