Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin saat menengok pelaku UMKM yang sedang live streaming menjajakan produk mereka di Studio yang baru saja dilaunching di Pasar Induk Penajam, Kamis (24/10/2024). (Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Zainal Arifin secara resmi launching empat studio dari program ‘Nge Live Yuk' yang digelar di Pasar Induk Penajam, Kamis (24/10/2024).
Zainal mengatakan ini merupakan langkah strategis untuk mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melek terhadap teknologi digital, sekaligus membuat UMKM naik kelas menjadi UMKM Go Digital.
“Ini termasuk salah satu terobosan bagaimana cara mengubah pemasaran yang awalnya dilakukan secara konvensional hingga menjadi pemasaran digital melalui live streaming,” ucap Zainal, Kamis (24/10/2024).
Menurutnya, keberadaan kuantitas pelaku UMKM di Benuo Taka terbilang masih banyak dengan produk-produk yang cukup variatif, tapi sebagiannya belum mengerti dalam menjajakan dan mempromosikan produk lewat marketplace.
Padahal, kata dia, jika itu bisa dimanfaatkan dengan melalui Shopee dan aplikasi pembelanjaan online lainnya, maka bisa membuat pasar mereka semakin luas dan dikenal oleh banyak orang.
Untuk memastikan pelaku UMKM paham menggunakan marketplace, belum lama ini Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU melaksanakan pelatihan dengan melibatkan 50 pelaku UMKM yang memiliki berbagai jenis usaha, seperti kriya, cemilan dan lainnya.
Kepala Diskukmperindag PPU, Margono Hadisusanto mengatakan pelatihan yang berlangsung 21-24 Oktober 2024 lalu itu berfokus pada pengembangan literasi digital, penggunaan marketplace, teknik fotografi produk, live streaming dan materi terkait manajemen keuangan.
“Jadi bagi peserta yang mengikuti pelatihan tersebut, berkesempatan menggunakan fasilitas berupa studio. Meski hanya empat studio, itu akan digunakan secara bergantian dan diatur jadwalnya agar tidak bertabrakan dengan pelaku UMKM lainnya,” imbuhnya.
Dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), tentu merupakan sebuah peluang bagi pelaku UMKM. Ini dikarenakan, pertumbuhan jumlah penduduk akan bertambah seiring berlangsung pembangunan proyek strategis itu.
“Sebagian penduduk pasti akan berdatangan ke sini dan membawa kebiasaan mereka yang sering berbelanja secara online dibandingkan transaksi secara langsung, maka hal ini merupakan kesempatan pelaku UMKM di wilayah kita untuk meraih keuntungan yang lebih besar melalui marketplace,” tandasnya. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin saat menengok pelaku UMKM yang sedang live streaming menjajakan produk mereka di Studio yang baru saja dilaunching di Pasar Induk Penajam, Kamis (24/10/2024). (Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Zainal Arifin secara resmi launching empat studio dari program ‘Nge Live Yuk' yang digelar di Pasar Induk Penajam, Kamis (24/10/2024).
Zainal mengatakan ini merupakan langkah strategis untuk mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melek terhadap teknologi digital, sekaligus membuat UMKM naik kelas menjadi UMKM Go Digital.
“Ini termasuk salah satu terobosan bagaimana cara mengubah pemasaran yang awalnya dilakukan secara konvensional hingga menjadi pemasaran digital melalui live streaming,” ucap Zainal, Kamis (24/10/2024).
Menurutnya, keberadaan kuantitas pelaku UMKM di Benuo Taka terbilang masih banyak dengan produk-produk yang cukup variatif, tapi sebagiannya belum mengerti dalam menjajakan dan mempromosikan produk lewat marketplace.
Padahal, kata dia, jika itu bisa dimanfaatkan dengan melalui Shopee dan aplikasi pembelanjaan online lainnya, maka bisa membuat pasar mereka semakin luas dan dikenal oleh banyak orang.
Untuk memastikan pelaku UMKM paham menggunakan marketplace, belum lama ini Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU melaksanakan pelatihan dengan melibatkan 50 pelaku UMKM yang memiliki berbagai jenis usaha, seperti kriya, cemilan dan lainnya.
Kepala Diskukmperindag PPU, Margono Hadisusanto mengatakan pelatihan yang berlangsung 21-24 Oktober 2024 lalu itu berfokus pada pengembangan literasi digital, penggunaan marketplace, teknik fotografi produk, live streaming dan materi terkait manajemen keuangan.
“Jadi bagi peserta yang mengikuti pelatihan tersebut, berkesempatan menggunakan fasilitas berupa studio. Meski hanya empat studio, itu akan digunakan secara bergantian dan diatur jadwalnya agar tidak bertabrakan dengan pelaku UMKM lainnya,” imbuhnya.
Dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), tentu merupakan sebuah peluang bagi pelaku UMKM. Ini dikarenakan, pertumbuhan jumlah penduduk akan bertambah seiring berlangsung pembangunan proyek strategis itu.
“Sebagian penduduk pasti akan berdatangan ke sini dan membawa kebiasaan mereka yang sering berbelanja secara online dibandingkan transaksi secara langsung, maka hal ini merupakan kesempatan pelaku UMKM di wilayah kita untuk meraih keuntungan yang lebih besar melalui marketplace,” tandasnya. (Adv)
(Sf/By)