Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Pj Bupati PPU Prihatin Cakupan Layanan Air Bersih Belum Merata

    Penulis:Muhammad Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    15 Mei 2024 pukul 15:09 WITA

    Pj Bupati PPU, Makmur Marbun saat mempimpin rapat tentang perluasan embung Lawe-lawe (Humas Pemkab PPU/Seputarfakta.com)

    Penajam - Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun mengaku prihatin dengan cakupan layanan air bersih yang belum merata untuk dapat dirasakan seluruh masyarakat Kabupaten PPU.

    Ini disampaikan Makmur Marbun saat rapat bersama Pertamina, Perumda Danum Taka, dan sejumlah OPD terkait tentang perluasan Embung Kelurahan Lawe-lawe, Kecamatan Penajam di Kantor Bupati, Senin (13/5/2024).

    Menurutnya, kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan utama. Bahkan saat insvestor ingin berinvestasi di PPU, hal pertama yang dipertanyakan adalah air bersih.

    Hingga kini, kata dia, baru 26 persen masyarakat PPU yang menikmati layanan air bersih yang disediakan pemerintah.

    “Jadi saya minta melalui pertemuan ini, kita membahas apa yang akan dilakukan ke depan untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Jika ada kendala, maka bagaimana kita menyelesaikan persoalan itu bersama,” kata Makmur Marbun.

    Terkait rencana perluasan Embung Lawe-lawe, lanjut Makmur Marbun, salah satunya adalah untuk memperluas jangkauan pelayanan air bersih kepada masyarakat PPU.

    “Saya juga tidak habis pikir, ke mana saja pemerintah daerah selama ini. Di usia ke-22 tahun, tetapi sebagian besar masyarakatnya belum bisa menikmati air bersih dari pemerintah daerah. Kasihan 'kan masyarakat,” tegas Makmur.

    Ia pun menekankan pentingnya pertemuan tersebut yang dihadiri oleh pihak-pihak terkait dalam rencana perluasan embung lawe-lawe tersebut.

    Dalam pelaksanaan nantinya, kendala di lapangan harus segera diselesaikan. Seperti dugaan keberadaan pipa kilang pertamina di wilayah PPU agar segera diselesaikan, sehingga tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan.

    “Terima kasih kepada kita semua. Sesungguhnya kita mencari makna sebenarnya yang terbaik bagi masyarakat, tentunya juga untuk pihak perusahaan masing-masing, kami dituntut untuk tidak mencari untung atau mencari uang. Tetapi ditugaskan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, itu tugas saya,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Pj Bupati PPU Prihatin Cakupan Layanan Air Bersih Belum Merata

    Penulis:Muhammad Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    15 Mei 2024 pukul 15:09 WITA

    Pj Bupati PPU, Makmur Marbun saat mempimpin rapat tentang perluasan embung Lawe-lawe (Humas Pemkab PPU/Seputarfakta.com)

    Penajam - Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun mengaku prihatin dengan cakupan layanan air bersih yang belum merata untuk dapat dirasakan seluruh masyarakat Kabupaten PPU.

    Ini disampaikan Makmur Marbun saat rapat bersama Pertamina, Perumda Danum Taka, dan sejumlah OPD terkait tentang perluasan Embung Kelurahan Lawe-lawe, Kecamatan Penajam di Kantor Bupati, Senin (13/5/2024).

    Menurutnya, kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan utama. Bahkan saat insvestor ingin berinvestasi di PPU, hal pertama yang dipertanyakan adalah air bersih.

    Hingga kini, kata dia, baru 26 persen masyarakat PPU yang menikmati layanan air bersih yang disediakan pemerintah.

    “Jadi saya minta melalui pertemuan ini, kita membahas apa yang akan dilakukan ke depan untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Jika ada kendala, maka bagaimana kita menyelesaikan persoalan itu bersama,” kata Makmur Marbun.

    Terkait rencana perluasan Embung Lawe-lawe, lanjut Makmur Marbun, salah satunya adalah untuk memperluas jangkauan pelayanan air bersih kepada masyarakat PPU.

    “Saya juga tidak habis pikir, ke mana saja pemerintah daerah selama ini. Di usia ke-22 tahun, tetapi sebagian besar masyarakatnya belum bisa menikmati air bersih dari pemerintah daerah. Kasihan 'kan masyarakat,” tegas Makmur.

    Ia pun menekankan pentingnya pertemuan tersebut yang dihadiri oleh pihak-pihak terkait dalam rencana perluasan embung lawe-lawe tersebut.

    Dalam pelaksanaan nantinya, kendala di lapangan harus segera diselesaikan. Seperti dugaan keberadaan pipa kilang pertamina di wilayah PPU agar segera diselesaikan, sehingga tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan.

    “Terima kasih kepada kita semua. Sesungguhnya kita mencari makna sebenarnya yang terbaik bagi masyarakat, tentunya juga untuk pihak perusahaan masing-masing, kami dituntut untuk tidak mencari untung atau mencari uang. Tetapi ditugaskan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, itu tugas saya,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/By)