Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Dalam rangka meningkatkan jumlah partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak 2024, Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin membuka sosialisasi pendidikan politik di Gedung Graha Pemuda, Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam. Rabu (30/10/2024). (Dok : Emmat)
Penajam - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar sosialisasi pendidikan politik untuk meningkatkan jumlah partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, yang akan berlangsung pada 27 November mendatang.
Kegiatan ini digelar di Gedung Graha Pemuda, Jalan Propinsi, Kilometer 9, Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam yang diikuti oleh 200 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat, agama, pemuda, partai politik, mahasiswa hingga pelajar, Rabu (30/10/2024).
Usai membuka kegiatan, Penjabat (Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin mengatakan pendidikan politik merupakan bagian penting dalam memberikan literasi, wawasan dan pengetahuan terkait demokrasi politik kepada masyarakat.
“Pada kesempatan ini, kita memperkenalkan bagaimana cara bersopan santun, bertata krama dan kode etik dalam berpolitik,” ucap Zainal, Rabu (30/10/2024).
Tujuannya, kata dia, untuk mewujudkan pesta demokrasi yang aman, damai, sejuk dan kondusif di lingkungan masyarakat, terutama dalam menghadapi Pilkada serentak yang hanya tersisa 29 hari lagi.
Menurutnya, pendidikan politik perlu diimplementasikan sejak dini. Ini bertujuan agar para pemuda, saat beranjak dewasa sudah memiliki pengetahuan terkait dunia politik. Sehingga hal ini, tak membuat mereka mudah terprovokasi terhadap isu-isu demokrasi yang tidak benar.
“Jika mereka sudah terbekali dengan pengetahuan dalam berpolitik, maka ini akan mengantisipasi terjadinya perpecah belahan persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkap Zainal.
Selain itu, dirinya juga mengajak masyarakat untuk menghindari berbagai konflik yang bakal memicu terjadinya perpecahan, seperti berita hoaks atau tidak benar, kampanye hitam, politik uang dan lainnya.
“Masyarakat harus bijak dalam memilih pemimpin daerah, terutama pemimpin untuk wilayah PPU yang merupakan daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Jadi, pilihlah calon pemimpin yang amanah dan kompeten dan sesuai dengan hati nurani,” tandasnya. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Dalam rangka meningkatkan jumlah partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak 2024, Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin membuka sosialisasi pendidikan politik di Gedung Graha Pemuda, Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam. Rabu (30/10/2024). (Dok : Emmat)
Penajam - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar sosialisasi pendidikan politik untuk meningkatkan jumlah partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, yang akan berlangsung pada 27 November mendatang.
Kegiatan ini digelar di Gedung Graha Pemuda, Jalan Propinsi, Kilometer 9, Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam yang diikuti oleh 200 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat, agama, pemuda, partai politik, mahasiswa hingga pelajar, Rabu (30/10/2024).
Usai membuka kegiatan, Penjabat (Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin mengatakan pendidikan politik merupakan bagian penting dalam memberikan literasi, wawasan dan pengetahuan terkait demokrasi politik kepada masyarakat.
“Pada kesempatan ini, kita memperkenalkan bagaimana cara bersopan santun, bertata krama dan kode etik dalam berpolitik,” ucap Zainal, Rabu (30/10/2024).
Tujuannya, kata dia, untuk mewujudkan pesta demokrasi yang aman, damai, sejuk dan kondusif di lingkungan masyarakat, terutama dalam menghadapi Pilkada serentak yang hanya tersisa 29 hari lagi.
Menurutnya, pendidikan politik perlu diimplementasikan sejak dini. Ini bertujuan agar para pemuda, saat beranjak dewasa sudah memiliki pengetahuan terkait dunia politik. Sehingga hal ini, tak membuat mereka mudah terprovokasi terhadap isu-isu demokrasi yang tidak benar.
“Jika mereka sudah terbekali dengan pengetahuan dalam berpolitik, maka ini akan mengantisipasi terjadinya perpecah belahan persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkap Zainal.
Selain itu, dirinya juga mengajak masyarakat untuk menghindari berbagai konflik yang bakal memicu terjadinya perpecahan, seperti berita hoaks atau tidak benar, kampanye hitam, politik uang dan lainnya.
“Masyarakat harus bijak dalam memilih pemimpin daerah, terutama pemimpin untuk wilayah PPU yang merupakan daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Jadi, pilihlah calon pemimpin yang amanah dan kompeten dan sesuai dengan hati nurani,” tandasnya. (Adv)
(Sf/By)