Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Ketua PHRI PPU, Sandry Ernamurty. (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Penajam Paser Utara (PPU) mengakui minat atau antusias masyarakat untuk melamar dan bekerja di sektor perhotelan terbilang cukup tinggi, terutama di kalangan anak muda yang masih dalam kondisi produktif.
Ketua PHRI PPU, Sandry Ernamurty mengatakan sebelum dibukanya Job Fair yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) di Gedung Graha Pemuda Jalan Propinsi Kilometer 9 Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam, sudah ada lampiran berkas dari 16 pencari kerja (Pencaker) yang tercantum pada data lowongan kerja di industri perhotelan.
“Ini menandakan bahwa sektor perhotelan mampu menarik animo masyarakat. Ini terbukti sebelum kita memulai, tetapi sudah ada 16 orang yang mengajukan berkas miliknya untuk dikualifikasi oleh pihak perhotelan agar dapat menyesuaikan kebutuhan,” ucap Sandry, Rabu (25/9/2024).
Sandry mengaku kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu, PHRI turut dilibatkan dari lima perusahaan yang bergerak di bidang barang dan jasa, seperti The Rich Hotel, Hotel Ika, Hotel Aqila dan Hotel Pantai Amal yang merupakan perusahaan yang berada di bawah naungan PHRI PPU.
“Kami membutuhkan tenaga kerja untuk di The Rich Hotel sebanyak lima orang, Hotel Ika dibutuhkan satu orang, Hotel Aqila memperlukan dua orang dan Hotel Pantai Amal menginginkan satu orang. Jadi jumlahnya sekitar delapan tenaga kerja yang dibutuhkan bergerak sebagai Housekeeping atau tukang bersih-bersih, acara pameran produk dan Front Office untuk ditempatkan di wilayah PPU,” ungkap Sandry.
Ia berharap animo masyarakat dalam mencari kerja tidak hanya sekadar melamar saja, tetapi juga dibekali kompetensi dan keterampilan, sehingga beberapa perusahaan pun pasti akan menerima dan menemukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
“Banyaknya Pencaker yang mendaftar dan kita berharap mendapatkan SDM yang benar-benar unggul atau setidaknya memiliki kompetensi, sehingga tak hanya melampirkan berkas saja, tetapi ada beberapa persyaratan yang harus mereka penuhi sesuai prosedur yang ada. Bahkan kita belum tahu jumlah pelamar pada hari pertama maupun hari terakhir Job Fair, jadi tunggu saja hasilnya,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Ketua PHRI PPU, Sandry Ernamurty. (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Penajam Paser Utara (PPU) mengakui minat atau antusias masyarakat untuk melamar dan bekerja di sektor perhotelan terbilang cukup tinggi, terutama di kalangan anak muda yang masih dalam kondisi produktif.
Ketua PHRI PPU, Sandry Ernamurty mengatakan sebelum dibukanya Job Fair yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) di Gedung Graha Pemuda Jalan Propinsi Kilometer 9 Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam, sudah ada lampiran berkas dari 16 pencari kerja (Pencaker) yang tercantum pada data lowongan kerja di industri perhotelan.
“Ini menandakan bahwa sektor perhotelan mampu menarik animo masyarakat. Ini terbukti sebelum kita memulai, tetapi sudah ada 16 orang yang mengajukan berkas miliknya untuk dikualifikasi oleh pihak perhotelan agar dapat menyesuaikan kebutuhan,” ucap Sandry, Rabu (25/9/2024).
Sandry mengaku kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu, PHRI turut dilibatkan dari lima perusahaan yang bergerak di bidang barang dan jasa, seperti The Rich Hotel, Hotel Ika, Hotel Aqila dan Hotel Pantai Amal yang merupakan perusahaan yang berada di bawah naungan PHRI PPU.
“Kami membutuhkan tenaga kerja untuk di The Rich Hotel sebanyak lima orang, Hotel Ika dibutuhkan satu orang, Hotel Aqila memperlukan dua orang dan Hotel Pantai Amal menginginkan satu orang. Jadi jumlahnya sekitar delapan tenaga kerja yang dibutuhkan bergerak sebagai Housekeeping atau tukang bersih-bersih, acara pameran produk dan Front Office untuk ditempatkan di wilayah PPU,” ungkap Sandry.
Ia berharap animo masyarakat dalam mencari kerja tidak hanya sekadar melamar saja, tetapi juga dibekali kompetensi dan keterampilan, sehingga beberapa perusahaan pun pasti akan menerima dan menemukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
“Banyaknya Pencaker yang mendaftar dan kita berharap mendapatkan SDM yang benar-benar unggul atau setidaknya memiliki kompetensi, sehingga tak hanya melampirkan berkas saja, tetapi ada beberapa persyaratan yang harus mereka penuhi sesuai prosedur yang ada. Bahkan kita belum tahu jumlah pelamar pada hari pertama maupun hari terakhir Job Fair, jadi tunggu saja hasilnya,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/By)