Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Pertahankan Prestasi Dalam Pengelolaan Sampah, Pemkab PPU Buka Ekspose Adipura

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    04 September 2024 pukul 15:43 WITA

    Pemkab PPU gelar pembukaan ekspose adipura di Kantor Bupati.(Istimewa)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) membuka Ekspose Adipura di kantor Bupati PPU, Rabu (4/9/2024).

    Ekspose Adipura ini  untuk mempertahankan prestasi, yakni Pemkab PPU tujuh kali meraih Piala Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau.

    Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab PPU, Sodikin menyampaikan, prestasi yang telah diraih itu harus bisa dipertahankan atau bahkan ditingkatkan melalui kerja sama semua sektor yang terlibat dalam proses penilaian Adipura. 

    "Piala Adipura ini telah tujuh kali kita terima dan semoga prestasi ini bisa kita pertahankan atau bahkan kita tingkatkan di 2024 ini. Ini merupakan tugas kita bersama," ucap Sodikin, Rabu (4/9/2024).

    Ekspose Adipura ini, kata dia, digelar karena PPU berada pada nuansa Ibu Kota Nusantara (IKN ) sebagai Serambi Nusantara. Artinya, sekecil apapun yang ada di PPU kini bisa dipantau oleh semua pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional. 

    Sodikin mengungkapkan, semenjak Penjabat (Pj) bupati PPU menjabat selama 10 bulan lalu telah merubah nuansa PPU menjadi lebih dikenal hingga ke tingkat nasional. Kini, berbagai even tingkat nasional hingga internasional kerap digelar di daerah Serambi Nusantara PPU. 

    "Artinya, sebuah kabupaten akan naik kelas apabila di wilayah itu mampu menggelar even-even nasional hingga internasional dan PPU sudah melakukan itu," ujarnya. 

    Sodikin mengaku ada beberapa titik pantau yang menjadi penilaian Adipura di PPU, di masing-masing titik tersebut harus bisa dikelola bersama dan tidak ada yang terabaikan.

    "Makanya dalam pertemuan sebelumnya, kita telah melibatkan semua pihak terkait, seperti kepala desa, lurah, sekolah, Dinas Perhubungan (Dishub) dan lainnya. Ini membahas titik-titik pantau itu dan harapannya tugas ini dapat kita kerjakan bersama," beber Sodikin. 

    Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU, Syamsiah mengatakan Piala Adipura bukan hanya milik DLH saja, tetapi juga milik Pemkab PPU dan ini merupakan kerja keras bersama dalam mengelola sampah bersama.

    Menurutnya, Piala Adipura tidak bisa diraih sendiri, tetapi harus ada kerja sama tim untuk mewujudkan itu semua. "Makanya hari ini kita mengundang semua unsur yang ada di setiap titik-titik pantau Adipura. Kebetulan di PPU ada 19 titik yang dinilai, mulai pelabuhan, terminal, rumah sakit, kelurahan, dinas, bank sampah dan lainnya," ujarnya. (Adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Pertahankan Prestasi Dalam Pengelolaan Sampah, Pemkab PPU Buka Ekspose Adipura

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    04 September 2024 pukul 15:43 WITA

    Pemkab PPU gelar pembukaan ekspose adipura di Kantor Bupati.(Istimewa)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) membuka Ekspose Adipura di kantor Bupati PPU, Rabu (4/9/2024).

    Ekspose Adipura ini  untuk mempertahankan prestasi, yakni Pemkab PPU tujuh kali meraih Piala Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau.

    Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab PPU, Sodikin menyampaikan, prestasi yang telah diraih itu harus bisa dipertahankan atau bahkan ditingkatkan melalui kerja sama semua sektor yang terlibat dalam proses penilaian Adipura. 

    "Piala Adipura ini telah tujuh kali kita terima dan semoga prestasi ini bisa kita pertahankan atau bahkan kita tingkatkan di 2024 ini. Ini merupakan tugas kita bersama," ucap Sodikin, Rabu (4/9/2024).

    Ekspose Adipura ini, kata dia, digelar karena PPU berada pada nuansa Ibu Kota Nusantara (IKN ) sebagai Serambi Nusantara. Artinya, sekecil apapun yang ada di PPU kini bisa dipantau oleh semua pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional. 

    Sodikin mengungkapkan, semenjak Penjabat (Pj) bupati PPU menjabat selama 10 bulan lalu telah merubah nuansa PPU menjadi lebih dikenal hingga ke tingkat nasional. Kini, berbagai even tingkat nasional hingga internasional kerap digelar di daerah Serambi Nusantara PPU. 

    "Artinya, sebuah kabupaten akan naik kelas apabila di wilayah itu mampu menggelar even-even nasional hingga internasional dan PPU sudah melakukan itu," ujarnya. 

    Sodikin mengaku ada beberapa titik pantau yang menjadi penilaian Adipura di PPU, di masing-masing titik tersebut harus bisa dikelola bersama dan tidak ada yang terabaikan.

    "Makanya dalam pertemuan sebelumnya, kita telah melibatkan semua pihak terkait, seperti kepala desa, lurah, sekolah, Dinas Perhubungan (Dishub) dan lainnya. Ini membahas titik-titik pantau itu dan harapannya tugas ini dapat kita kerjakan bersama," beber Sodikin. 

    Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU, Syamsiah mengatakan Piala Adipura bukan hanya milik DLH saja, tetapi juga milik Pemkab PPU dan ini merupakan kerja keras bersama dalam mengelola sampah bersama.

    Menurutnya, Piala Adipura tidak bisa diraih sendiri, tetapi harus ada kerja sama tim untuk mewujudkan itu semua. "Makanya hari ini kita mengundang semua unsur yang ada di setiap titik-titik pantau Adipura. Kebetulan di PPU ada 19 titik yang dinilai, mulai pelabuhan, terminal, rumah sakit, kelurahan, dinas, bank sampah dan lainnya," ujarnya. (Adv)

    (Sf/By)