Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Peringati HKG PKK ke-52 Tahun, PKK PPU Gelar Tanam 200 Pohon Cabai

    Penulis:SeputarFakta|Redaktur:Buniyamin
    05 Maret 2024 pukul 18:50 WITA

    Ketua TP PKK Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Linda Romauli Siregar melakukan penanaman lombok. (HumasPemkabPPU)

    PENAJAM - Ketua TP PKK, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Linda Romauli Siregar pimpin gerakan tanam cabai serentak secara nasional di PPU yang dipusatkan di Sekretariat PKK, Kilometer 09 Nipah - nipah, Senin, (4/3/2024). 

    Gerakan tanam cabai serentak ini diikuti sejumlah Organisasi Peringkat Daerah (OPD) terkait dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan hingga desa di PPU. 

    Linda Romauli Siregar mengatakan gerakan tanam cabai secara nasional bagian dari kegiatan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-52 pada 2024 ini dengan tema "Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Keluarga Sejahtera menuju Indonesia Maju".

    Acara ini dibuka secara simbolis oleh Ibu Negara Republik Indonesia dan Ketua TP PKK Pusat di Kota Bogor. 

    Tambah Linda, bahwa gerakan tanam cabai serentak seluruh Indonesia diawali dengan pemukulan kentungan yang menandakan gerakan tanam cabai dimulai dan dilaksanakan serentak se-Indonesia.

    "Tim Penggerak PKK Kabupaten PPU bekerjasama dengan Dinas Pertanian PPU mengikuti kegiatan ini yang dipusatkan di halaman Sekretariat TP PKK Nipah-Nipah," kata Linda Romauli Siregar. 

    Kegiatan tersebut, sambung dia, sebagai wujud partisipasi pemerintah daerah mengingat pentingnya pemanfaatan pekarangan melalui gerakan menanam cabai. Ini juga sebagai upaya pemenuhan kebutuhan rumah tangga, pengurangan pengeluaran rumah tangga dan peningkatan pendapatan keluarga.

    Menurutnya, penanaman cabai tidak terbatas pada lahan yang luas. Tetapi juga bisa di lakukan di pekarangan bahkan apabila ada keterbatasan pekarangan maka juga bisa dengan pot, yang akan menambah estetika halaman. "Kita menanam simbolis 200 pohon batang cabai yang 3 diperkirakan beberapa bulan ke depan bisa menikmati hasilnya," jelas dia.

    Hasil dari pemanfaatan pekarangan ini, tambah dia, bisa digunakan untuk menerapkan isi piringku sebagai implementasi dari pola konsumsi Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) dan memenuhi angka kecukupan energi bagi keluarga.

    Ke depan pihaknya kata Linda, juga akan melaksanakan gerakan tanam cabai serentak di Kabupaten PPU bekerja sama dengan Dinas Pertanian sebagai upaya pemerintah dalam pengendalian inflasi, di mana komoditas cabai bagian dari penyumbang inflasi.

    Gerakan ini untuk selalu di laksanakan secara masif sebagai kampanye gerakan tanam cabai di Kabupaten PPU, sekaligus menjawab tantangan kebutuhan pangan yang semakin meningkat seiring dengan akan berpindahnya ASN ke ibukota negara Nusantara sebanyak 12.000 jiwa pada bulan Juni nanti.

    "Ini bagian dari peluang bagi kita semua untuk mempersiapkan dan menangkap setiap potensi, tak lepas dari peran organisasi wanita yang selalu giat dalam mendukung ketahanan keluarga," tutupnya. (adv)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Peringati HKG PKK ke-52 Tahun, PKK PPU Gelar Tanam 200 Pohon Cabai

    Penulis:SeputarFakta|Redaktur:Buniyamin
    05 Maret 2024 pukul 18:50 WITA

    Ketua TP PKK Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Linda Romauli Siregar melakukan penanaman lombok. (HumasPemkabPPU)

    PENAJAM - Ketua TP PKK, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Linda Romauli Siregar pimpin gerakan tanam cabai serentak secara nasional di PPU yang dipusatkan di Sekretariat PKK, Kilometer 09 Nipah - nipah, Senin, (4/3/2024). 

    Gerakan tanam cabai serentak ini diikuti sejumlah Organisasi Peringkat Daerah (OPD) terkait dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan hingga desa di PPU. 

    Linda Romauli Siregar mengatakan gerakan tanam cabai secara nasional bagian dari kegiatan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-52 pada 2024 ini dengan tema "Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Keluarga Sejahtera menuju Indonesia Maju".

    Acara ini dibuka secara simbolis oleh Ibu Negara Republik Indonesia dan Ketua TP PKK Pusat di Kota Bogor. 

    Tambah Linda, bahwa gerakan tanam cabai serentak seluruh Indonesia diawali dengan pemukulan kentungan yang menandakan gerakan tanam cabai dimulai dan dilaksanakan serentak se-Indonesia.

    "Tim Penggerak PKK Kabupaten PPU bekerjasama dengan Dinas Pertanian PPU mengikuti kegiatan ini yang dipusatkan di halaman Sekretariat TP PKK Nipah-Nipah," kata Linda Romauli Siregar. 

    Kegiatan tersebut, sambung dia, sebagai wujud partisipasi pemerintah daerah mengingat pentingnya pemanfaatan pekarangan melalui gerakan menanam cabai. Ini juga sebagai upaya pemenuhan kebutuhan rumah tangga, pengurangan pengeluaran rumah tangga dan peningkatan pendapatan keluarga.

    Menurutnya, penanaman cabai tidak terbatas pada lahan yang luas. Tetapi juga bisa di lakukan di pekarangan bahkan apabila ada keterbatasan pekarangan maka juga bisa dengan pot, yang akan menambah estetika halaman. "Kita menanam simbolis 200 pohon batang cabai yang 3 diperkirakan beberapa bulan ke depan bisa menikmati hasilnya," jelas dia.

    Hasil dari pemanfaatan pekarangan ini, tambah dia, bisa digunakan untuk menerapkan isi piringku sebagai implementasi dari pola konsumsi Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) dan memenuhi angka kecukupan energi bagi keluarga.

    Ke depan pihaknya kata Linda, juga akan melaksanakan gerakan tanam cabai serentak di Kabupaten PPU bekerja sama dengan Dinas Pertanian sebagai upaya pemerintah dalam pengendalian inflasi, di mana komoditas cabai bagian dari penyumbang inflasi.

    Gerakan ini untuk selalu di laksanakan secara masif sebagai kampanye gerakan tanam cabai di Kabupaten PPU, sekaligus menjawab tantangan kebutuhan pangan yang semakin meningkat seiring dengan akan berpindahnya ASN ke ibukota negara Nusantara sebanyak 12.000 jiwa pada bulan Juni nanti.

    "Ini bagian dari peluang bagi kita semua untuk mempersiapkan dan menangkap setiap potensi, tak lepas dari peran organisasi wanita yang selalu giat dalam mendukung ketahanan keluarga," tutupnya. (adv)