Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Kabag Kesra Setda PPU, Hendro Susilo. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Pemkab PPU melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah mengalokasikan Rp394 juta untuk program Kartu Penajam Cerdas bagi peserta didik madrasah tahun 2026.
Melalui Kesra, Pemkab PPU memastikan bantuan tersebut menyasar 658 siswa baru yang terdiri dari 128 murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan 532 pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Kepala Bagian Kesra Setda PPU, Hendro Susilo, mengatakan alokasi ini menjadi catatan baru karena untuk pertama kalinya KPC masuk ke madrasah. Sebelumnya bantuan hanya menyasar sekolah negeri.
"Kalau sebelumnya hanya sekolah negeri, tahun ini kita mulai sasar madrasah. Ini tahun pertama kita masuk ke sana," kata Hendro, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan, Pemkab melalui Kesra menyamakan besaran bantuan. Setiap peserta didik baru tetap menerima Rp600 ribu untuk kebutuhan masuk sekolah.
"Nominalnya sama, Rp600 ribu per anak. Tidak dibedakan negeri atau madrasah, untuk bantu beli kebutuhan sekolah seperti seragam, sepatu dan tas," jelasnya.
Dengan anggaran tersebut, Hendro memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal. Seluruh peserta didik baru MI dan MTs tahun ini sudah terdata penuh.
"Semua sudah kita penuhi, 658 anak itu sudah masuk data. Tidak ada yang terlewat," tegasnya.
Terkait penyaluran, Pemkab melalui Kesra sudah menyelesaikan kerja sama dan menggandeng Bank Kaltimtara. Penyaluran akan dilakukan melalui kartu ATM yang bisa langsung dicairkan.
Untuk kelancaran, peserta didik diwajibkan hadir bersama orang tua saat pencairan dengan membawa data diri keduanya. Kesra juga sudah berkoordinasi dengan Kemenag PPU.
"Kita minta orang tua dampingi anaknya pas pencairan, karena datanya butuh data anak dan orang tua. Sudah kita koordinasikan dengan Kemenag biar lancar," ujarnya.
Hendro menambahkan, Pemkab melalui Kesra akan terus melanjutkan program tersebut.
"Sepanjang ini masih jadi program prioritas pimpinan daerah, pasti akan kita dukung. Ini sangat membantu orang tua dan untuk madrasah memang baru tahun ini kita realisasikan agar hak anak-anak terpenuhi," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Kabag Kesra Setda PPU, Hendro Susilo. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Pemkab PPU melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah mengalokasikan Rp394 juta untuk program Kartu Penajam Cerdas bagi peserta didik madrasah tahun 2026.
Melalui Kesra, Pemkab PPU memastikan bantuan tersebut menyasar 658 siswa baru yang terdiri dari 128 murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan 532 pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Kepala Bagian Kesra Setda PPU, Hendro Susilo, mengatakan alokasi ini menjadi catatan baru karena untuk pertama kalinya KPC masuk ke madrasah. Sebelumnya bantuan hanya menyasar sekolah negeri.
"Kalau sebelumnya hanya sekolah negeri, tahun ini kita mulai sasar madrasah. Ini tahun pertama kita masuk ke sana," kata Hendro, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan, Pemkab melalui Kesra menyamakan besaran bantuan. Setiap peserta didik baru tetap menerima Rp600 ribu untuk kebutuhan masuk sekolah.
"Nominalnya sama, Rp600 ribu per anak. Tidak dibedakan negeri atau madrasah, untuk bantu beli kebutuhan sekolah seperti seragam, sepatu dan tas," jelasnya.
Dengan anggaran tersebut, Hendro memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal. Seluruh peserta didik baru MI dan MTs tahun ini sudah terdata penuh.
"Semua sudah kita penuhi, 658 anak itu sudah masuk data. Tidak ada yang terlewat," tegasnya.
Terkait penyaluran, Pemkab melalui Kesra sudah menyelesaikan kerja sama dan menggandeng Bank Kaltimtara. Penyaluran akan dilakukan melalui kartu ATM yang bisa langsung dicairkan.
Untuk kelancaran, peserta didik diwajibkan hadir bersama orang tua saat pencairan dengan membawa data diri keduanya. Kesra juga sudah berkoordinasi dengan Kemenag PPU.
"Kita minta orang tua dampingi anaknya pas pencairan, karena datanya butuh data anak dan orang tua. Sudah kita koordinasikan dengan Kemenag biar lancar," ujarnya.
Hendro menambahkan, Pemkab melalui Kesra akan terus melanjutkan program tersebut.
"Sepanjang ini masih jadi program prioritas pimpinan daerah, pasti akan kita dukung. Ini sangat membantu orang tua dan untuk madrasah memang baru tahun ini kita realisasikan agar hak anak-anak terpenuhi," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)