Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Perbaikan Jembatan Sesumpu Ditarget Rampung November 2024

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    19 September 2024 pukul 18:36 WITA

    Progres perbaikan Jembatan Sesumpu saat ini sudah mencapai 40 persen dan akan rampung pada November 2024 mendatang.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan perbaikan akses Jembatan Sesumpu yang menghubungan antara Kelurahan Kampung Baru dan Sesumpu. Kecamatan Penajam rampung pada November 2024 mendatang.

    Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga PUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu mengatakan progres proyek yang dimulai sejak 3 Juni 2024 tersebut sudah mencapai 40 persen dengan biaya pengerjaan Rp5,8 miliar yang dialokasikan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2024.

    “Progresnya masih sekitar 40 persen dan itu baru satu box culvert yang telah dibenahi, sedangkan 60 persen yang tersisa adalah perbaikan box culvert sisi lainnya, serta pengecatan dan peremajaan aramconya,” ucap Petriandy, Kamis (19/9/2024).

    Jembatan Sesumpu memiliki lebar sekitar delapan meter dan panjang sekitar enam meter. Jembatan tersebut merupakan akses pendekat bagi masyarakat sekitar, seperti Kelurahan Kampung Baru, Tanjung Tengah, Saloloang dan Kelurahan Pejala.

    Tetapi dalam proses pengerjaannya, kata dia, kontraltor mengalami beberapa kendala, salah satunya ketika melakukan pemesanan plat baja untuk jembatan. Tapi jarang sekali pabrik yang mau menerima ataupun memproduksi plat baja yang dipesan dengan skala kecil.

    “Jarang ditemui pabrik yang mau memproduksi skala kecil, mereka maunya yang langsung skala besar. Tetapi setelah terus berupaya mencari berbagai pabrik, syukurnya salah satu pabrik yang mau membuat plat baja,” ungkap Petriandy.

    Selain itu, Jembatan Sesumpu yang sudah ada sejak 2016 kondisi pada ujung jembatan sudah menurun, sehingga tidak jarang ada beberapa mobil bermuatan besar selalu amblas ketika mau melewati ujung jembatan itu.

    “Mungkin karena faktor usia jembatan, sehingga beberapa mobil sering nyangkut di situ. Makanya dilakukanlah peremajaan dan diharapkan rampung sesuai kontrak yang telah disepakati agar masyarakat bisa menggunakan akses itu dengan rasa aman dan nyaman,” pungkasnya. (adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Perbaikan Jembatan Sesumpu Ditarget Rampung November 2024

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    19 September 2024 pukul 18:36 WITA

    Progres perbaikan Jembatan Sesumpu saat ini sudah mencapai 40 persen dan akan rampung pada November 2024 mendatang.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan perbaikan akses Jembatan Sesumpu yang menghubungan antara Kelurahan Kampung Baru dan Sesumpu. Kecamatan Penajam rampung pada November 2024 mendatang.

    Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga PUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu mengatakan progres proyek yang dimulai sejak 3 Juni 2024 tersebut sudah mencapai 40 persen dengan biaya pengerjaan Rp5,8 miliar yang dialokasikan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2024.

    “Progresnya masih sekitar 40 persen dan itu baru satu box culvert yang telah dibenahi, sedangkan 60 persen yang tersisa adalah perbaikan box culvert sisi lainnya, serta pengecatan dan peremajaan aramconya,” ucap Petriandy, Kamis (19/9/2024).

    Jembatan Sesumpu memiliki lebar sekitar delapan meter dan panjang sekitar enam meter. Jembatan tersebut merupakan akses pendekat bagi masyarakat sekitar, seperti Kelurahan Kampung Baru, Tanjung Tengah, Saloloang dan Kelurahan Pejala.

    Tetapi dalam proses pengerjaannya, kata dia, kontraltor mengalami beberapa kendala, salah satunya ketika melakukan pemesanan plat baja untuk jembatan. Tapi jarang sekali pabrik yang mau menerima ataupun memproduksi plat baja yang dipesan dengan skala kecil.

    “Jarang ditemui pabrik yang mau memproduksi skala kecil, mereka maunya yang langsung skala besar. Tetapi setelah terus berupaya mencari berbagai pabrik, syukurnya salah satu pabrik yang mau membuat plat baja,” ungkap Petriandy.

    Selain itu, Jembatan Sesumpu yang sudah ada sejak 2016 kondisi pada ujung jembatan sudah menurun, sehingga tidak jarang ada beberapa mobil bermuatan besar selalu amblas ketika mau melewati ujung jembatan itu.

    “Mungkin karena faktor usia jembatan, sehingga beberapa mobil sering nyangkut di situ. Makanya dilakukanlah peremajaan dan diharapkan rampung sesuai kontrak yang telah disepakati agar masyarakat bisa menggunakan akses itu dengan rasa aman dan nyaman,” pungkasnya. (adv)

    (Sf/By)