Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Penyaluran Kartu Penajam Cerdas Dicanangkan Bertepatan dengan HUT ke-80 RI

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    29 Juli 2025 pukul 15:16 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor (Dok: Humassetkabppu)

    Penajam - Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) berencana menyalurkan Kartu Penajam Cerdas bertepatan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI. 

    “Rencananya jadwal penyaluran Kartu Penajam Cerdas pada 17 Agustus nanti, ini masih rencana loh ya,” ucap Bupati PPU, Mudyat Noor, Selasa (29/7/2025).

    Kartu Penajam Cerdas yang konsepnya menyerupai rekening berisikan saldo Rp600 ribu itu diberikan kepada seluruh siswa yang baru menginjak kelas 1 SD dan SMP sebagai bentuk bantuan pendidikan.

    Bantuan itu diberikan untuk membantu meringankan beban orang tua peserta didik dalam membeli perlengkapan sekolah, seperti tas, sepatu, seragam dan lainnya.

    “Ada sekitar 6.000 siswa baru yang akan menerima Kartu Penajam Cerdas dan bantuan itu wajib dibelikan untuk perlengkapan sekolah,” jelas Mudyat.

    Ia menyatakan mekanisme penyaluran Kartu Penajam Cerdas telah dibahas bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) agar tidak bertabrakan dengan program bantuan lain, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

    Pembahasan itu dilakukan guna memastikan penyaluran bantuan pendidikan tepat sasaran.“Kita menggelar presentasi Kartu Penajam Cerdas 27 Juli kemarin bersama Disdikpora, membahas soal mekanisme dan tata cara penyalurannya seperti apa, jangan sampai penyalurannya berbenturan dengan KIP dan BOSDA,” terangnya.

    Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru menyampaikan  pemerintah daerah (pemda) telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp15 miliar untuk mewujudkan program Kartu Penajam Cerdas.

    “Anggarannya sudah dialokasikan sekitar Rp15 miliar lebih. Semoga program ini sudah bisa dilaunching,” ungkapnya.

    Andi berharap dana bantuan tersebut tidak disalahgunakan untuk keperluan lain selain peruntukannya.

    “Kami berharap dana itu digunakan untuk peruntukannya dan diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama yang memiliki keterbatasan ekonomi,” tandasnya. (Adv)


    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Penyaluran Kartu Penajam Cerdas Dicanangkan Bertepatan dengan HUT ke-80 RI

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    29 Juli 2025 pukul 15:16 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor (Dok: Humassetkabppu)

    Penajam - Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) berencana menyalurkan Kartu Penajam Cerdas bertepatan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI. 

    “Rencananya jadwal penyaluran Kartu Penajam Cerdas pada 17 Agustus nanti, ini masih rencana loh ya,” ucap Bupati PPU, Mudyat Noor, Selasa (29/7/2025).

    Kartu Penajam Cerdas yang konsepnya menyerupai rekening berisikan saldo Rp600 ribu itu diberikan kepada seluruh siswa yang baru menginjak kelas 1 SD dan SMP sebagai bentuk bantuan pendidikan.

    Bantuan itu diberikan untuk membantu meringankan beban orang tua peserta didik dalam membeli perlengkapan sekolah, seperti tas, sepatu, seragam dan lainnya.

    “Ada sekitar 6.000 siswa baru yang akan menerima Kartu Penajam Cerdas dan bantuan itu wajib dibelikan untuk perlengkapan sekolah,” jelas Mudyat.

    Ia menyatakan mekanisme penyaluran Kartu Penajam Cerdas telah dibahas bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) agar tidak bertabrakan dengan program bantuan lain, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

    Pembahasan itu dilakukan guna memastikan penyaluran bantuan pendidikan tepat sasaran.“Kita menggelar presentasi Kartu Penajam Cerdas 27 Juli kemarin bersama Disdikpora, membahas soal mekanisme dan tata cara penyalurannya seperti apa, jangan sampai penyalurannya berbenturan dengan KIP dan BOSDA,” terangnya.

    Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru menyampaikan  pemerintah daerah (pemda) telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp15 miliar untuk mewujudkan program Kartu Penajam Cerdas.

    “Anggarannya sudah dialokasikan sekitar Rp15 miliar lebih. Semoga program ini sudah bisa dilaunching,” ungkapnya.

    Andi berharap dana bantuan tersebut tidak disalahgunakan untuk keperluan lain selain peruntukannya.

    “Kami berharap dana itu digunakan untuk peruntukannya dan diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama yang memiliki keterbatasan ekonomi,” tandasnya. (Adv)


    (Sf/Lo)