Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Pengangguran di PPU Capai 1.912 Orang, Ogah Kerja Berisiko dan Gaji Rendah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    23 April 2025 pukul 14:52 WITA

    Kepala Disnakertrans PPU, Marjani.(Istimewa)

    Penajam - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Penajam Paser Utara (PPU) mencatat angka pengangguran terbuka mencapai 1.912 orang per Desember 2024.

    Faktor tingginya angka pengangguran di PPU diduga karena banyaknya angkatan pekerja muda yang enggan mengambil pekerjaan berisiko.

    “Banyak angkatan kerja muda yang tidak mau mengambil risiko, contohnya seperti bekerja di toko modern. Karena gaji sudah rendah, tapi harus dipotong apabila ada barang yang hilang atau tidak sesuai dengan nota penjualan,” ucap Kepala Disnakertrans PPU, Marjani, Rabu (23/4/2025).

    Menurutnya, mental angkatan kerja muda belum siap untuk menghadapi konsekuensi dan mengemban tanggung jawab saat menjalankan pekerjaannya.

    Disnakertrans PPU berkomitmen untuk terus memberikan sosialisasi terkait mekanisme dunia kerja dan menggelar pelatihan berbasis kompetensi kepada angkatan kerja muda sebagai bentuk pembekalan sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja.

    “Angkatan kerja muda harus berani mengambil risiko. Kedisiplinan dan ketelitian harus ditingkatkan lagi agar dapat mengurangi risiko kehilangan atau ketidaksesuaian mencatat stok dan penjualan barang,” ungkap Marjani.

    Ia berharap sosialisasi l yang digelar Disnakertrans PPU ke sekolah-sekolah dan pelatihan berbasis kompetensi dapat membentuk mental angkatan kerja muda menjadi semakin tangguh, sehingga angka pengangguran di PPU menurun. (Adv)


    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Pengangguran di PPU Capai 1.912 Orang, Ogah Kerja Berisiko dan Gaji Rendah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    23 April 2025 pukul 14:52 WITA

    Kepala Disnakertrans PPU, Marjani.(Istimewa)

    Penajam - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Penajam Paser Utara (PPU) mencatat angka pengangguran terbuka mencapai 1.912 orang per Desember 2024.

    Faktor tingginya angka pengangguran di PPU diduga karena banyaknya angkatan pekerja muda yang enggan mengambil pekerjaan berisiko.

    “Banyak angkatan kerja muda yang tidak mau mengambil risiko, contohnya seperti bekerja di toko modern. Karena gaji sudah rendah, tapi harus dipotong apabila ada barang yang hilang atau tidak sesuai dengan nota penjualan,” ucap Kepala Disnakertrans PPU, Marjani, Rabu (23/4/2025).

    Menurutnya, mental angkatan kerja muda belum siap untuk menghadapi konsekuensi dan mengemban tanggung jawab saat menjalankan pekerjaannya.

    Disnakertrans PPU berkomitmen untuk terus memberikan sosialisasi terkait mekanisme dunia kerja dan menggelar pelatihan berbasis kompetensi kepada angkatan kerja muda sebagai bentuk pembekalan sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja.

    “Angkatan kerja muda harus berani mengambil risiko. Kedisiplinan dan ketelitian harus ditingkatkan lagi agar dapat mengurangi risiko kehilangan atau ketidaksesuaian mencatat stok dan penjualan barang,” ungkap Marjani.

    Ia berharap sosialisasi l yang digelar Disnakertrans PPU ke sekolah-sekolah dan pelatihan berbasis kompetensi dapat membentuk mental angkatan kerja muda menjadi semakin tangguh, sehingga angka pengangguran di PPU menurun. (Adv)


    (Sf/Lo)