Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Sekda PPU, Tohar saat bertemu dengan enam pelajar yang akan mengikuti seleksi Paskibraka di tingkat provinsi dan nasional pada 11 Mei 2025 mendatang. (Istimewa)
Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) bakal mengirim enam siswa untuk mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Nasional pada 11 Mei 2025.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) PPU, Agus Dahlan mengatakan bahwa enam calon Paskibraka tersebut merupakan siswa-siswi terbaik yang telah lolos serangkaian seleksi ketat dan berlapis.
Seleksi ini tidak hanya menilai kemampuan fisik semata, tapi juga mencakup aspek mental, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan yang menjadi nilai utama dalam membentuk karakter generasi muda penerus bangsa.
"Tahun ini kita mengirimkan enam orang calon Paskibraka asal PPU, masing-masing empat orang untuk tingkat Provinsi Kaltim dan dua orang kita siapkan untuk mengikuti seleksi tingkat nasional," ujar Agus Dahlan, Kamis (8/5/2025).
Agus mengungkapkan bahwa pihaknya optimis dapat lolos seleksi meskipun enam pelajar tersebut harus bersaing dengan peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Kaltim bahkan se-Indonesia.
Kepercayaan diri ini muncul karena keenam pelajar itu telah melalui berbagai persiapan intensif sebagai bentuk persiapan dan pembekalan dalam menghadapi seleksi Paskibraka tingkat provinsi dan nasional.
Berbagai persiapan yang telah dilakukan meliputi aspek fisik, mental maupun pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Ia mengaku bangga dan menaruh harapan besar pada keenam calon Paskibraka tersebut. “Saya yakin mereka telah berlatih dengan sungguh-sungguh dan mudah-mudahan semuanya bisa lolos, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Tapi target kami minimal satu orang bisa tembus ke tingkat nasional,” jelasnya.
Agus juga berpesan agar para siswa selalu menjaga sikap, etika dan perilaku selama masa pelatihan dan seleksi karena statusnya mereka sedang membawa nama baik daerah.
“Di mana pun kita berada, attitude (sopan santun) harus tetap dijaga karena itu merupakan hal paling penting,” tandasnya.
(Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Sekda PPU, Tohar saat bertemu dengan enam pelajar yang akan mengikuti seleksi Paskibraka di tingkat provinsi dan nasional pada 11 Mei 2025 mendatang. (Istimewa)
Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) bakal mengirim enam siswa untuk mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Nasional pada 11 Mei 2025.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) PPU, Agus Dahlan mengatakan bahwa enam calon Paskibraka tersebut merupakan siswa-siswi terbaik yang telah lolos serangkaian seleksi ketat dan berlapis.
Seleksi ini tidak hanya menilai kemampuan fisik semata, tapi juga mencakup aspek mental, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan yang menjadi nilai utama dalam membentuk karakter generasi muda penerus bangsa.
"Tahun ini kita mengirimkan enam orang calon Paskibraka asal PPU, masing-masing empat orang untuk tingkat Provinsi Kaltim dan dua orang kita siapkan untuk mengikuti seleksi tingkat nasional," ujar Agus Dahlan, Kamis (8/5/2025).
Agus mengungkapkan bahwa pihaknya optimis dapat lolos seleksi meskipun enam pelajar tersebut harus bersaing dengan peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Kaltim bahkan se-Indonesia.
Kepercayaan diri ini muncul karena keenam pelajar itu telah melalui berbagai persiapan intensif sebagai bentuk persiapan dan pembekalan dalam menghadapi seleksi Paskibraka tingkat provinsi dan nasional.
Berbagai persiapan yang telah dilakukan meliputi aspek fisik, mental maupun pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Ia mengaku bangga dan menaruh harapan besar pada keenam calon Paskibraka tersebut. “Saya yakin mereka telah berlatih dengan sungguh-sungguh dan mudah-mudahan semuanya bisa lolos, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Tapi target kami minimal satu orang bisa tembus ke tingkat nasional,” jelasnya.
Agus juga berpesan agar para siswa selalu menjaga sikap, etika dan perilaku selama masa pelatihan dan seleksi karena statusnya mereka sedang membawa nama baik daerah.
“Di mana pun kita berada, attitude (sopan santun) harus tetap dijaga karena itu merupakan hal paling penting,” tandasnya.
(Adv)
(Sf/Lo)