Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Diskukmperindag PPU fasilitasi Operasi pasar murah di Makodim 0913/PPU, dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) memfasilitasi Kodim 0913/PPU menggelar operasi pasar murah di Halaman Makodim selama dua hari, 22-23 September 2026.
Pasar murah tersebut merupakan tindak lanjut permohonan Kodim 0913/PPU dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Pemkab PPU menyiapkan berbagai kebutuhan pokok dengan menggandeng distributor dan pelaku usaha lokal.
Kepala Bidang Perdagangan Diskukmperindag PPU, Marlina, mengatakan pihaknya memfasilitasi penyediaan berbagai komoditas agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga yang relatif terjangkau.
"Operasi pasar murah ini kami fasilitasi dengan menghadirkan berbagai kebutuhan masyarakat. Ada sembako, LPG 3 kilogram, sampai hasil tangkapan nelayan seperti ikan, cumi dan udang," kata Marlina, Selasa (22/9/2026).
Dalam pelaksanaannya, Diskukmperindag menggandeng Alfamidi, Maxi, Bulog, agen LPG 3 kilogram dan nelayan lokal untuk menyediakan komoditas yang dijual, di antaranya ikan gembung, ikan tembang, cumi dan udang.
Marlina mengatakan harga hasil laut saat ini turut dipengaruhi kondisi gelombang tinggi yang berdampak terhadap aktivitas melaut dan pasokan ikan.
"Pasokan ikan laut sedang dipengaruhi kondisi cuaca. Gelombang tinggi membuat nelayan kesulitan melaut sehingga ketersediaanya memengaruhi harga," ujarnya.
Adapun harga komoditas yang dijual dalam operasi pasar tersebut yakni bawang putih Rp30 ribu per kilogram, beras SPHP Rp62 ribu, Minyak Kita Rp15.700, gula Maxi Rp16.800, Sunlight Rp19.500, minyak Saro Rp39 ribu per dua liter, Daia Rp14.900 per kilogram, emping Rp90 ribu per kilogram dan gula merah Rp25 ribu.
Sementara hasil laut dijual dengan harga ikan gembung Rp40 ribu per kilogram, cumi Rp70 ribu, udang Rp85 ribu dan ikan tembang Rp15 ribu per kilogram.
Marlina menyebut pasar murah menjadi salah satu upaya Pemkab PPU dalam menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.
"Ini salah satu upaya pemerintah daerah untuk menjaga kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dan harganya terjangkau. Apalagi saat kemarau, produksi pertanian bisa berkurang sementara kebutuhan masyarakat tetap berjalan," jelasnya.
Selain operasi pasar, Pemkab PPU juga melakukan monitoring harga komoditas, gerakan menanam bersama dan kerja sama antardaerah untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan.
Sementara itu, Dandim 0913/PPU Letkol Inf. Fandy Satria mengatakan operasi pasar murah menjadi bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-81 TNI.
Sebelumnya, Kodim 0913/PPU telah menggelar bakti kesehatan berupa donor darah dan pengobatan massal. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan operasi pasar murah selama dua hari.
"Pasar murah ini merupakan rangkaian HUT TNI. Kami ingin membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangkau. Ini bentuk kepedulian dan sumbangsih kami kepada masyarakat," kata Fandy.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Diskukmperindag PPU fasilitasi Operasi pasar murah di Makodim 0913/PPU, dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) memfasilitasi Kodim 0913/PPU menggelar operasi pasar murah di Halaman Makodim selama dua hari, 22-23 September 2026.
Pasar murah tersebut merupakan tindak lanjut permohonan Kodim 0913/PPU dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Pemkab PPU menyiapkan berbagai kebutuhan pokok dengan menggandeng distributor dan pelaku usaha lokal.
Kepala Bidang Perdagangan Diskukmperindag PPU, Marlina, mengatakan pihaknya memfasilitasi penyediaan berbagai komoditas agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga yang relatif terjangkau.
"Operasi pasar murah ini kami fasilitasi dengan menghadirkan berbagai kebutuhan masyarakat. Ada sembako, LPG 3 kilogram, sampai hasil tangkapan nelayan seperti ikan, cumi dan udang," kata Marlina, Selasa (22/9/2026).
Dalam pelaksanaannya, Diskukmperindag menggandeng Alfamidi, Maxi, Bulog, agen LPG 3 kilogram dan nelayan lokal untuk menyediakan komoditas yang dijual, di antaranya ikan gembung, ikan tembang, cumi dan udang.
Marlina mengatakan harga hasil laut saat ini turut dipengaruhi kondisi gelombang tinggi yang berdampak terhadap aktivitas melaut dan pasokan ikan.
"Pasokan ikan laut sedang dipengaruhi kondisi cuaca. Gelombang tinggi membuat nelayan kesulitan melaut sehingga ketersediaanya memengaruhi harga," ujarnya.
Adapun harga komoditas yang dijual dalam operasi pasar tersebut yakni bawang putih Rp30 ribu per kilogram, beras SPHP Rp62 ribu, Minyak Kita Rp15.700, gula Maxi Rp16.800, Sunlight Rp19.500, minyak Saro Rp39 ribu per dua liter, Daia Rp14.900 per kilogram, emping Rp90 ribu per kilogram dan gula merah Rp25 ribu.
Sementara hasil laut dijual dengan harga ikan gembung Rp40 ribu per kilogram, cumi Rp70 ribu, udang Rp85 ribu dan ikan tembang Rp15 ribu per kilogram.
Marlina menyebut pasar murah menjadi salah satu upaya Pemkab PPU dalam menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.
"Ini salah satu upaya pemerintah daerah untuk menjaga kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dan harganya terjangkau. Apalagi saat kemarau, produksi pertanian bisa berkurang sementara kebutuhan masyarakat tetap berjalan," jelasnya.
Selain operasi pasar, Pemkab PPU juga melakukan monitoring harga komoditas, gerakan menanam bersama dan kerja sama antardaerah untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan.
Sementara itu, Dandim 0913/PPU Letkol Inf. Fandy Satria mengatakan operasi pasar murah menjadi bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-81 TNI.
Sebelumnya, Kodim 0913/PPU telah menggelar bakti kesehatan berupa donor darah dan pengobatan massal. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan operasi pasar murah selama dua hari.
"Pasar murah ini merupakan rangkaian HUT TNI. Kami ingin membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangkau. Ini bentuk kepedulian dan sumbangsih kami kepada masyarakat," kata Fandy.
(Sf/Lo)