Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Kepala BKPSDM PPU, Ahmad Usman (Muhammad Sahrul/Seputarfakta.com)
Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menerapkan sistem absen fingerprint yang diberlakukan hingga tingkat kelurahan.
Kepala BKPSDM PPU, Ahmad Usman mengatakan absen menggunakan fingerprint sudah diterapkan cukup lama. Hanya saja, untuk tingkat kelurahan baru diterapkan pada pertengahan 2024 ini.
Ia mengaku sistem absen fingerprint sudah memadai untuk diterapkan. Sebab, PPU bisa dikatakan cukup berkembang dengan wilayah yang tidak didominasi blank spot.
“Daerah kita ini sudah cukup berkembang, tidak ada blank spot yang begitu parah. Semuanya sudah berjalan lancar,” katanya, Senin (13/5/2024).
Ia menyebut total ada 24 kelurahan di PPU dan semuanya memberlakukan sistem absen fingerprint. Rinciannya, 19 kelurahan di Kecamatan Penajam, satu kelurahan di Kecamatan Waru dan empat di Kecamatan Sepaku.
“Jadi memang awal tahun kemarin belum diberlakukan, sekarang sudah fasilitasi semua,” tuturnya.
Absensi fingerprint ini, kata dia, turut mempengaruhi kedisiplinan pegawai. Sebab konsekuensi yang diterima saat telat absen dari jam kerja yang ditentukan berupa pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Seperti telat dalam 30 menit pertama, dapat potongan sebesar 0,025 persen dan sebesar 0,05 persen pada 30 menit kedua.
“Akumulasi dari ketidakhadiran itu awal bulan direkap,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Kepala BKPSDM PPU, Ahmad Usman (Muhammad Sahrul/Seputarfakta.com)
Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menerapkan sistem absen fingerprint yang diberlakukan hingga tingkat kelurahan.
Kepala BKPSDM PPU, Ahmad Usman mengatakan absen menggunakan fingerprint sudah diterapkan cukup lama. Hanya saja, untuk tingkat kelurahan baru diterapkan pada pertengahan 2024 ini.
Ia mengaku sistem absen fingerprint sudah memadai untuk diterapkan. Sebab, PPU bisa dikatakan cukup berkembang dengan wilayah yang tidak didominasi blank spot.
“Daerah kita ini sudah cukup berkembang, tidak ada blank spot yang begitu parah. Semuanya sudah berjalan lancar,” katanya, Senin (13/5/2024).
Ia menyebut total ada 24 kelurahan di PPU dan semuanya memberlakukan sistem absen fingerprint. Rinciannya, 19 kelurahan di Kecamatan Penajam, satu kelurahan di Kecamatan Waru dan empat di Kecamatan Sepaku.
“Jadi memang awal tahun kemarin belum diberlakukan, sekarang sudah fasilitasi semua,” tuturnya.
Absensi fingerprint ini, kata dia, turut mempengaruhi kedisiplinan pegawai. Sebab konsekuensi yang diterima saat telat absen dari jam kerja yang ditentukan berupa pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Seperti telat dalam 30 menit pertama, dapat potongan sebesar 0,025 persen dan sebesar 0,05 persen pada 30 menit kedua.
“Akumulasi dari ketidakhadiran itu awal bulan direkap,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/By)