Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Pastikan Pilkada Berjalan Damai, Pj Bupati PPU Minta Santri, Kiai dan Ponpes Bersikap Netral

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    22 Oktober 2024 pukul 15:29 WITA

    Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin.(Dok:Ardy)

    Penajam – Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan kepada seluruh santri, kiai dan Pondok Pesantren (Ponpes) yang berada di wilayah Benuo Taka untuk bersikap netral, terutama menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 November 2024 nanti.

    “Kami tekankan bahwa para santri yang hadir pada hari ini dengan jumlah 1,116 orang beserta para kiai untuk menjaga netralitas,” ucap Zainal Arifin, Selasa (22/10/2024).

    Pernyataan tersebut bertujuan agar suasana pelaksanaan Pilkada di wilayah PPU bisa berjalan aman, sejuk dan damai serta kondusif. 

    Sebab, kata dia, jika para santri, kiai dan Ponpes tidak berpihak kepada pihak manapun, maka potensi terjadinya pertikaian antarkelompok dan perpecahan bangsa bisa dihindari.

    Untuk memastikan itu tidak terjadi, ia sengaja mengajak para santri untuk berperan aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

    Salah satunya upaya yang dilakukan adalah dengan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, terutama saat menghadapi tahun politik.

    “Pada upacara Hari Santri Nasional yang berlangsung di depan Kantor Bupati PPU ini, diikuti para santri yang memperingati momentum penting, maka dikesempatan ini pula kita imbau dan ajak mereka terkait pelaksanaan Pilkada, karena dari momentum ini bisa menciptakan kerukunan dan keseimbangan di tengah perbedaan pilihan dalam menentukan calon pemimpin daerah,” ungkap Zainal Arifin.

    Dirinya meminta para santri untuk turut mendoakan kelancaran saat pelaksanaan Pilkada 2024 dan mendapatkan sosok pemimpin yang mampu membawa perubahan yang signifikkan terhadap pembangunan, perekonomian dan lainnya.

    “Terkadang doa dari santriwan ataupun santriwati itu sangat mustajab, sehingga siapapun pemimpin yang terpilih nantinya diharapkan bisa membawa dampak postif untuk wilayah PPU,” harapnya.

    Selain itu, Zainal Arifin meminta pengurus Ponpes untuk terus memberikan motivasi agar para santri terus bersemangat menuntut Pendidikan dan ilmu agama. 

    “Terkait pengembangan  SDM santri harus diperhatikan juga, ini penting karena mereka juga merupakan generasi penerus bangsa,” tandasnya. (adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Pastikan Pilkada Berjalan Damai, Pj Bupati PPU Minta Santri, Kiai dan Ponpes Bersikap Netral

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    22 Oktober 2024 pukul 15:29 WITA

    Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin.(Dok:Ardy)

    Penajam – Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan kepada seluruh santri, kiai dan Pondok Pesantren (Ponpes) yang berada di wilayah Benuo Taka untuk bersikap netral, terutama menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 November 2024 nanti.

    “Kami tekankan bahwa para santri yang hadir pada hari ini dengan jumlah 1,116 orang beserta para kiai untuk menjaga netralitas,” ucap Zainal Arifin, Selasa (22/10/2024).

    Pernyataan tersebut bertujuan agar suasana pelaksanaan Pilkada di wilayah PPU bisa berjalan aman, sejuk dan damai serta kondusif. 

    Sebab, kata dia, jika para santri, kiai dan Ponpes tidak berpihak kepada pihak manapun, maka potensi terjadinya pertikaian antarkelompok dan perpecahan bangsa bisa dihindari.

    Untuk memastikan itu tidak terjadi, ia sengaja mengajak para santri untuk berperan aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

    Salah satunya upaya yang dilakukan adalah dengan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, terutama saat menghadapi tahun politik.

    “Pada upacara Hari Santri Nasional yang berlangsung di depan Kantor Bupati PPU ini, diikuti para santri yang memperingati momentum penting, maka dikesempatan ini pula kita imbau dan ajak mereka terkait pelaksanaan Pilkada, karena dari momentum ini bisa menciptakan kerukunan dan keseimbangan di tengah perbedaan pilihan dalam menentukan calon pemimpin daerah,” ungkap Zainal Arifin.

    Dirinya meminta para santri untuk turut mendoakan kelancaran saat pelaksanaan Pilkada 2024 dan mendapatkan sosok pemimpin yang mampu membawa perubahan yang signifikkan terhadap pembangunan, perekonomian dan lainnya.

    “Terkadang doa dari santriwan ataupun santriwati itu sangat mustajab, sehingga siapapun pemimpin yang terpilih nantinya diharapkan bisa membawa dampak postif untuk wilayah PPU,” harapnya.

    Selain itu, Zainal Arifin meminta pengurus Ponpes untuk terus memberikan motivasi agar para santri terus bersemangat menuntut Pendidikan dan ilmu agama. 

    “Terkait pengembangan  SDM santri harus diperhatikan juga, ini penting karena mereka juga merupakan generasi penerus bangsa,” tandasnya. (adv)

    (Sf/By)