Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Meski Andalkan Tadah Hujan, Produktivitas Padi di PPU Naik Pesat dari 4 Ton Jadi 6,6 Ton Per Hektare 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    06 April 2025 pukul 19:21 WITA

    Ilustrasi petani.(Freepik)

    Penajam – Produktivitas padi yang dihasilkan oleh para petani di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada 2025 ini telah menunjukkan tren peningkatan.

    Biasanya, para petani dalam sekali panen hanya mampu menghasilkan empat ton padi di lahan seluas satu Hektare (Ha). Namun, saat memasuki musim panen pertama pada Maret 2025 ini mereka bisa menghasilkan 6 hingga 6,6 ton padi per Ha meski masih mengandalkan tadah hujan sebagai sumber air karena keterbatasan irigasi.

    Berdasarkan data hasil ubinan menunjukkan produktivitas padi di Kecamatan Penajam telah mencapai 6,6 ton per Ha dan Kecamatan Waru mencapai 6,3 ton per Ha pada Maret 2025.

    Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Distan) PPU, Gunawan mengatakan hasil tersebut merupakan capaian yang luar biasa karena mampu melampaui ekspektasi nasional yang hanya menargetkan empat ton padi per Ha.

    "Hasil ini merupakan capaian yang bagus bagi pertanian di wilayah kita karena menunjukkan bahwa produktivitas petani di PPU meningkat," ucap Gunawan, Minggu (6/4/2025).  

    Keberhasilan ini tentu tidak dicapai dengan cara yang mudah, selain dihadapkan dengan permasalahan irigasi, para petani juga kerap dihadapkan dengan serangan hama, seperti tikus, wereng, walang sangit, ulat grayak dan hama putih palsu yang berpotensi membuat hasil panen menjadi berkurang.

    Namun dengan adanya keterlibatan pemerintah, beberapa permasalahan tersebut dapat diantisipasi dengan cara menyediakan bibit unggul dan melakukan penyemprotan pestisida apabila tingkat kerusakan pada tanaman padi telah diambang batas.

    “Kita biasanya melakukan upaya pencegahan hama saat memasuki musim pra tanam agar kualitas tanaman padi tetap terjaga hingga panen tiba,” ungkap Gunawan.

    Distan PPU berharap dengan meningkatnya produktivitas padi dapat meningkatkan pendapatan dan mendorong perekonomian para petani ke arah yang lebih baik. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Meski Andalkan Tadah Hujan, Produktivitas Padi di PPU Naik Pesat dari 4 Ton Jadi 6,6 Ton Per Hektare 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    06 April 2025 pukul 19:21 WITA

    Ilustrasi petani.(Freepik)

    Penajam – Produktivitas padi yang dihasilkan oleh para petani di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada 2025 ini telah menunjukkan tren peningkatan.

    Biasanya, para petani dalam sekali panen hanya mampu menghasilkan empat ton padi di lahan seluas satu Hektare (Ha). Namun, saat memasuki musim panen pertama pada Maret 2025 ini mereka bisa menghasilkan 6 hingga 6,6 ton padi per Ha meski masih mengandalkan tadah hujan sebagai sumber air karena keterbatasan irigasi.

    Berdasarkan data hasil ubinan menunjukkan produktivitas padi di Kecamatan Penajam telah mencapai 6,6 ton per Ha dan Kecamatan Waru mencapai 6,3 ton per Ha pada Maret 2025.

    Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Distan) PPU, Gunawan mengatakan hasil tersebut merupakan capaian yang luar biasa karena mampu melampaui ekspektasi nasional yang hanya menargetkan empat ton padi per Ha.

    "Hasil ini merupakan capaian yang bagus bagi pertanian di wilayah kita karena menunjukkan bahwa produktivitas petani di PPU meningkat," ucap Gunawan, Minggu (6/4/2025).  

    Keberhasilan ini tentu tidak dicapai dengan cara yang mudah, selain dihadapkan dengan permasalahan irigasi, para petani juga kerap dihadapkan dengan serangan hama, seperti tikus, wereng, walang sangit, ulat grayak dan hama putih palsu yang berpotensi membuat hasil panen menjadi berkurang.

    Namun dengan adanya keterlibatan pemerintah, beberapa permasalahan tersebut dapat diantisipasi dengan cara menyediakan bibit unggul dan melakukan penyemprotan pestisida apabila tingkat kerusakan pada tanaman padi telah diambang batas.

    “Kita biasanya melakukan upaya pencegahan hama saat memasuki musim pra tanam agar kualitas tanaman padi tetap terjaga hingga panen tiba,” ungkap Gunawan.

    Distan PPU berharap dengan meningkatnya produktivitas padi dapat meningkatkan pendapatan dan mendorong perekonomian para petani ke arah yang lebih baik. (Adv)

    (Sf/Rs)