Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Mentan Tinjau Penerapan Modernisasi Pertanian di Babulu

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    09 Mei 2025 pukul 14:03 WITA

    Mentan, Amran Sulaiman saat meninjau langsung gerakan modernisasi pertanian di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU), Jumat (9/5/2025).(Istimewa)

    Penajam - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU), Jumat (9/5/2025).

    Tujuan dari kedatangan dia, yakni untuk memantau langsung proses penerapan modernisasi pertanian berbasis teknologi canggih di lahan persawahan setempat.

    Kegiatan tersebut memperlihatkan betapa singkatnya proses penanaman dengan menggunakan teknologi canggih, seperti drone penyebar benih yang bisa dikendalikan melalui remote kontrol. Dengan diperkenalkannya alat ini, petani tidak perlu lagi menceburkan diri atau turun langsung ke sawah saat hendak melakukan penanaman.

    “Hari ini kita tinjau langsung dan model pertanian yang kita gagas di sini adalah pertanian modern,” ucap Amran Sulaiman.

    Ia menegaskan bahwa modernisasi ini merupakan langkah penting dalam menarik minat generasi muda agar tertarik untuk menggeluti sektor pertanian yang selama ini identik dengan pekerjaan fisik yang berat, kotor dan panas-panasan.

    Selain itu, Amran juga berkeinginan transportasi dan aktivitas pertanian tradisional mulai beralih ke arah pertanian yang lebih modern dengan mengandalkan mekanisasi, sehingga proses penanaman maupun panen dapat dipersingkat.

    “Kami ingin transportasi pertanian tradisional mulai beralih ke pertanian modern dengan menggunakan mekanisasi,” ungkapnya.

    Amran mengaku bangga terhadap salah satu petani milenial di PPU yang berhasil meraup keuntungan bersih hingga Rp24 juta per bulan dari hasil bertani.

    Pencapaian luar biasa ini tentu dapat dijadikan inspirasi dan motivasi bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

    “Kami terharu ada pemuda milenial di sini yang penghasilannya Rp24 juta per bulan bersih. Tingginya pendapatan petani itu melebihi PNS, tentu dapat menarik minat generasi muda untuk bertani,” jelasnya.

    Pemerintah daerah khususnya instansi pertanian tentunya diharapkan proaktif dalam menyosialisasikan dan pendampingan kepada para petani terkait penggunaan teknologi modern dalam pertanian agar penerapannya berjalan optimal dan merata ke setiap wilayah.(Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Mentan Tinjau Penerapan Modernisasi Pertanian di Babulu

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    09 Mei 2025 pukul 14:03 WITA

    Mentan, Amran Sulaiman saat meninjau langsung gerakan modernisasi pertanian di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU), Jumat (9/5/2025).(Istimewa)

    Penajam - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU), Jumat (9/5/2025).

    Tujuan dari kedatangan dia, yakni untuk memantau langsung proses penerapan modernisasi pertanian berbasis teknologi canggih di lahan persawahan setempat.

    Kegiatan tersebut memperlihatkan betapa singkatnya proses penanaman dengan menggunakan teknologi canggih, seperti drone penyebar benih yang bisa dikendalikan melalui remote kontrol. Dengan diperkenalkannya alat ini, petani tidak perlu lagi menceburkan diri atau turun langsung ke sawah saat hendak melakukan penanaman.

    “Hari ini kita tinjau langsung dan model pertanian yang kita gagas di sini adalah pertanian modern,” ucap Amran Sulaiman.

    Ia menegaskan bahwa modernisasi ini merupakan langkah penting dalam menarik minat generasi muda agar tertarik untuk menggeluti sektor pertanian yang selama ini identik dengan pekerjaan fisik yang berat, kotor dan panas-panasan.

    Selain itu, Amran juga berkeinginan transportasi dan aktivitas pertanian tradisional mulai beralih ke arah pertanian yang lebih modern dengan mengandalkan mekanisasi, sehingga proses penanaman maupun panen dapat dipersingkat.

    “Kami ingin transportasi pertanian tradisional mulai beralih ke pertanian modern dengan menggunakan mekanisasi,” ungkapnya.

    Amran mengaku bangga terhadap salah satu petani milenial di PPU yang berhasil meraup keuntungan bersih hingga Rp24 juta per bulan dari hasil bertani.

    Pencapaian luar biasa ini tentu dapat dijadikan inspirasi dan motivasi bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

    “Kami terharu ada pemuda milenial di sini yang penghasilannya Rp24 juta per bulan bersih. Tingginya pendapatan petani itu melebihi PNS, tentu dapat menarik minat generasi muda untuk bertani,” jelasnya.

    Pemerintah daerah khususnya instansi pertanian tentunya diharapkan proaktif dalam menyosialisasikan dan pendampingan kepada para petani terkait penggunaan teknologi modern dalam pertanian agar penerapannya berjalan optimal dan merata ke setiap wilayah.(Adv)

    (Sf/Lo)