Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Pj Bupati PPU, Makmur Marbun saat memimpin rapat koordinasi bersama Perumda dan BUMD (Dok. Humas Pemkab PPU/Seputarfakta.com)
Penajam - Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun membahas optimalisasi peran daerah dalam pembangunan sektor minyak dan gas (migas) bersama Perusahaan Umum Daerah (Perumda).
Makmur Marbun mengatakan PPU masuk dalam suatu wilayah Blok East Mahakam yang memiliki 14 lapangan migas di lepas pantai seluas 11.000 Kilometer (Km) persegi atau 2,8 juta Hektare (Ha).
Ia menyebut terdapat empat BUMD yang telah dibentuk pemerintah daerah PPU, antara lain PDAM Danum Taka untuk pelayanan air minum dan Perumda Benuo Taka yang bergerak di bidang aneka usaha.
Kemudian ada Perumda Benuo Taka Wailawi bidang usaha migas dan Perumda Benuo Taka Energi untuk kelola Participating Interest (PI) 10 persen Blok East Kalimantan (Estkal) dan Attaka.
Dengan begitu, kata dia, melalui rapat koordinasi (rakor) bersama Perumda, dibahas bagaimana optimalisasi peran daerah dalam pembangunan di sektor migas.
“Saya meminta dukungan kepada narasumber untuk pemerintah daerah dalam pembangunan sektor migas melalui optimalisasi peran BUMD di PPU,” kata Makmur Marbun saat memimpin rakor bersama Perumda, Kamis (31/5/2024).
Sekjen Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET), Adang Bachtiar mengatakan adanya perubahan Asosiasi Daerah Penghasil Migas (ADPM) menjadi ADPMET ikut menjadi bagian dalam transisi energi dan pengembangan energi terbarukan.
Transisi energi ini, kata dia, adalah pemanfaatan gas yang diketahui bahwa Indonesia memiliki cadangan gas sebanyak tujuh kali lipat lebih besar dari pada minyak.
Kegiatan dan peran ADPMET dalam mendukung kelancaran operasional industri migas adalah melalui kemudahan perijinan dan kondusifitas di masyarakat, termasuk Pemanfaatan dan optimalisasi gas suar (Flare Gas) oleh BUMD untuk peningkatan lifting migas maupun jaringan gas kota.
”Di sini peran BUMD untuk bersinergi dalam rangka mendukung transisi energi untuk pembangunan IKN, serta meningkatan kapasitas produksi untuk blok lain yang dikelola oleh PT Benua Taka Wailawi guna meningkatkan PAD dan optimalisasi produksi gas untuk menyuplai PI 10 persen,” kata Adang Bachtiar.
Rakor tersebut dihadiri Andang Bachtiar, Kepala Koordinator BUMD ADPMET, Begin Troys, Direktur Teknik dan Operasional PT Migas Utama Jawa barat (Jabar) sebagai narasumber.
Turut hadir Sekretaris daerah (Sekda) Tohar, Asisten bidang perekonomian dan pembangunan Sekretariat daerah (Setda) PPU Sodikin, direktur serta perwakilan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan beberapa unsur pimpinan daerah. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Pj Bupati PPU, Makmur Marbun saat memimpin rapat koordinasi bersama Perumda dan BUMD (Dok. Humas Pemkab PPU/Seputarfakta.com)
Penajam - Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun membahas optimalisasi peran daerah dalam pembangunan sektor minyak dan gas (migas) bersama Perusahaan Umum Daerah (Perumda).
Makmur Marbun mengatakan PPU masuk dalam suatu wilayah Blok East Mahakam yang memiliki 14 lapangan migas di lepas pantai seluas 11.000 Kilometer (Km) persegi atau 2,8 juta Hektare (Ha).
Ia menyebut terdapat empat BUMD yang telah dibentuk pemerintah daerah PPU, antara lain PDAM Danum Taka untuk pelayanan air minum dan Perumda Benuo Taka yang bergerak di bidang aneka usaha.
Kemudian ada Perumda Benuo Taka Wailawi bidang usaha migas dan Perumda Benuo Taka Energi untuk kelola Participating Interest (PI) 10 persen Blok East Kalimantan (Estkal) dan Attaka.
Dengan begitu, kata dia, melalui rapat koordinasi (rakor) bersama Perumda, dibahas bagaimana optimalisasi peran daerah dalam pembangunan di sektor migas.
“Saya meminta dukungan kepada narasumber untuk pemerintah daerah dalam pembangunan sektor migas melalui optimalisasi peran BUMD di PPU,” kata Makmur Marbun saat memimpin rakor bersama Perumda, Kamis (31/5/2024).
Sekjen Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET), Adang Bachtiar mengatakan adanya perubahan Asosiasi Daerah Penghasil Migas (ADPM) menjadi ADPMET ikut menjadi bagian dalam transisi energi dan pengembangan energi terbarukan.
Transisi energi ini, kata dia, adalah pemanfaatan gas yang diketahui bahwa Indonesia memiliki cadangan gas sebanyak tujuh kali lipat lebih besar dari pada minyak.
Kegiatan dan peran ADPMET dalam mendukung kelancaran operasional industri migas adalah melalui kemudahan perijinan dan kondusifitas di masyarakat, termasuk Pemanfaatan dan optimalisasi gas suar (Flare Gas) oleh BUMD untuk peningkatan lifting migas maupun jaringan gas kota.
”Di sini peran BUMD untuk bersinergi dalam rangka mendukung transisi energi untuk pembangunan IKN, serta meningkatan kapasitas produksi untuk blok lain yang dikelola oleh PT Benua Taka Wailawi guna meningkatkan PAD dan optimalisasi produksi gas untuk menyuplai PI 10 persen,” kata Adang Bachtiar.
Rakor tersebut dihadiri Andang Bachtiar, Kepala Koordinator BUMD ADPMET, Begin Troys, Direktur Teknik dan Operasional PT Migas Utama Jawa barat (Jabar) sebagai narasumber.
Turut hadir Sekretaris daerah (Sekda) Tohar, Asisten bidang perekonomian dan pembangunan Sekretariat daerah (Setda) PPU Sodikin, direktur serta perwakilan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan beberapa unsur pimpinan daerah. (Adv)
(Sf/By)